
Selesai acara pembukaan cafe baru Vino, Reno pun langsung mengantar Angel untuk pulang.
"Besok kan minggu, kita jalan-jalan gimana? Rasanya setelah pacaran kita tidak pernah benar-benar berkencan?" ucap Reno yang baru tersadar kalau mereka belum menghabiskan waktu berdua selain urusan pekerjaan.
Angel malah terkekeh.
"Benar juga ya? Palingan kita pergi karena pekerjaan lalu pulangnya mampir makan. Belum pernah yang memang pergi kencan" Angel pun membenarkan ucapan Reno. Mereka memang perlu waktu untuk lebih saling mengenal satu sama lain.
Keesokan harinya, Reno sudah menjemput Angel di rumahnya. Reno menatap kagum pada pacarnya yang pagi ini nampak begitu cantik.
Padahal Angel hanya mengenakan long cullote berwarna hitam dengan luaran denim jaket dan sneaker. Sangat simpel tapi tetap terlihat elegan. Rambutnya dia kuncir kuda karena akan banyak kegiatan yang mereka lakukan agar tidak kegerahan saat berjalan-jalan.
Rencananya mereka akan menonton film, jalan-jalan dan menghabiskan waktu berdua. Kencan romantis ala anak muda.
Setelah berpamitan dengan Andre serta istrinya, Angel dan Reno pun segera meluncur ke salah satu Mall di kota mereka.
Saat sampai Reno dan Angel langsung menuju Bioskop.
Tidak lupa mereka membeli tiket nonton, 1 buah popcorn ukuran besar dan dua minuman cola.
Sambil menunggu pintu teater dibuka Angel dan Reno menggunakan waktunya untuk mengobrol dan saling menceritakan tentang pekerjaan masing-masing hingga tak terasa pintu bioskop pun sudah dibuka, Reno dan Angel kemudian memasuki bioskop dengan beriringan.
Tapi tak sengaja Angel ditabrak seseorang dari belakang yang membuatnya terhuyung ke depan. Untungnya Reno dengan sigap menangkap Angel sehingga dia tidak sampai terjatuh.
Orang yang tidak sengaja menabraknya pun langsung meminta maaf.
“Maaf saya tidak sengaja, kamu tidak apa-apa kan?” ucap orang tersebut sedikit panik.
“Pak daffa?” tanya Reno kaget, Mendengar nama Daffa membuat Angel pun menoleh kebelakang, Ternyata benar Daffa yang tanpa sengaja mendorong Angel. Dosen mereka saat masih kuliah dulu.
Daffa pun tak kalah kaget, “Kalian? bagaimana kabar kalian? sudah lama tidak bertemu” ucap Daffa sambil menjabat tangan Reno dan Angel bergantian.
"Baik pak, sendiri saja?" tanya Reno basa-basi.
"Iya, senang bertemu kalian. Kalau begitu saya duluan" ucap Daffa kemudian menuju tempat duduknya. Begitu juga Angel dan Reno. Mereka pun menuju kursi mereka.
“Sebenarnya aku masih sedikit kesal dengan Pak Daffa” kata Reno sambil memasukkan popcorn ke mulutnya.
Angel mengernyitkan keningnya bingung. Belum sempat dia berucap, Reno sudah berbicara lagi
“Gara-gara dia kamu jadi di teror fans dia di kampus” lanjutnya.
Angel tersenyum , “Bukan salah dia sayang, biarlah itu jadi masa lalu” ucap Angel sambil mengelus tangan Reno pelan.
“Tapi tetap saja aku kesal, harusnya sebagai dosen dia bisa menjaga jarak dengan anak didiknya” kesal Reno.
“Sudah-sudah jangan dibahas lagi, itu sudah lama sekali sayang, aku sudah tidak apa-apa. Sekarang kalau ada yang berani begitu lagi sama aku kan sudah ada kamu yang akan selalu membela dan melindungi aku" ucap Angel dengan memperlihatkan senyum termanisnya.
Reno mengacak rambut Angel gemas, “Aku pasti akan pasang badan paling depan. Karena kamu sangat berarti buatku.Bila ada sesuatu yang mengganjal jangan sungkan untuk menceritakan semua padaku. Kita disini untuk saling berbagi" ucap Reno ikut tersenyum.
Angel kemudian memeluk erat lengan Reno, “Terima kasih sayangku” ucap Angel terharu. Dia begitu merasa sangat dicintai.
....
Selesai menonton film perut mereka berdua sudah keroncongan. Mereka pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum berkeliling.
“Makan yang banyak ya, akhir-akhir ini kamu tambah kurus, gak perlu diet-diet segala” ucap Reno saat makanan mereka telah datang. Reno sudah seperti seorang ayah yang menceramahi anaknya.
“Aku yang akan jadi alarm makan mu mulai sekarang” ucap Reno tegas.
Angel terkekeh, “siap Pak” jawab Angel sambil memberi hormat.
Saat sedang asyik menyantap makan siang, tak di diduga Daffa menghampiri mereka.
“Boleh gabung?” tanya Daffa.
Angel melirik ke arah Reno menunggu Reno yang mempersilahkan.
“Silahkan pak” ucap Reno akhirnya.
Daffa kemudian menarik kursi dan duduk di sebelah Reno. Kebetulan Angel dan Reno duduk berhadapan.
“Senang sekali akhirnya saya bertemu kamu lagi Angel, banyak yang ingin saya bicarakan” ucap Daffa memulai obrolan mereka.
Reno menatap tak suka pada Daffa. Menurutnya sangat aneh dia tiba-tiba datang seperti ini. Dari dulu kemana? Begitulah kira-kira yang ada dipikiran Reno.
“Maaf sebelumnya, apa kalian berpacaran? atau sudah menikah?” tanya Daffa pula.
“Doakan pak, semoga kami bisa segera meresmikan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius” jawab Reno.
“Saya senang mendengarnya, semoga kalian bisa segera menyusul saya” ucap Daffa secara tidak langsung memberitahukan kalau dia sudah menikah.
“Bapak sudah menikah?” tanya Reno terkejut. Pasalnya dia masih aktif berhubungan dengan beberapa dosen dan tidak ada berita tentang pernikahan Daffa.
“Iyaa, baru 2 bulan lalu, masih pengantin baru” jawab Daffa tersenyum.
“Selamat ya pak” ucap Reno dan Angel kompak.
“Terima kasih, oh iya Angel, saya benar-benar minta maaf atas kejadian yang sudah menimpa kamu, saat itu Mela sudah mendapatkan hukuman atas kesalahannya, kampus sudah memberikan sanksi berupa skorsing , walaupun kamu sudah tidak memperpanjang tetapi pihak kampus tetap memberikan hukuman atas apa yang sudah dia lalukan, sekali lagi saya minta maaf atas apa yang menimpa kamu” jelas Daffa panjang lebar.
“Iya pak, Bapak tidak perlu meminta maaf kepada saya , semuanya sudah terlanjur terjadi, semoga kedepan tidak ada Mela Mela lain di kampus ya pak” ucap Angel dengan tersenyum.
...
Hari ini Angel menghabiskan waktu dengan sebaik-baiknya. Jarang-jarang mereka bisa berkencan seperti ini. Hari sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi rasanya mereka masih enggan berpisah.
Mereka kemudiaj memutuskan untuk menikmati sunset. Angel dan Reno duduk lesehan di pasir pantai. Memandangi deburan ombak yang menerjang karang serta matahari yang perlahan-lahan terbenam.
Reno merangkul pundak Angel kemudian kepala Angel bersandar di bahu Reno.
Ah... Memang sangat romantis.
“Lain kali jangan senyum seperti itu di depan cowok lain ya” ujar Reno tanpa melihat ke arah Angel. Tiba-tiba saja dia teringat dengan Daffa yang sampai saat ini masih membuatnya jengkel.
Angel terkekeh, “Jangan cemburu gitu dong sayang, Senyum itu adalah wajib" jawab Angel sambil menatap manik mata hitam milik kekasih hatinya.
Reno yang awalnya kesal dengan Daffa menjadi luluh ketika melihat tatapan penuh cinta dari Angel. Dia kemudian mencium kening Angel lembut. Setelahnya dia kemudian menyatukan kening mereka berdua, “Tapi aku cemburu, kamu terlalu cantik” ucap Reno mengungkapkan isi hatinya.
Angel memegang pipi Reno dengan kedua telapak tangannya, “Tapi aku hanya mencintaimu, percayalah” ucap Angel kembali tersenyum. Reno pun ikut tersenyum. Dia kemudian membawa Angel ke dalam pelukannya. Cukup lama berpelukan ditemani matahari yang pelan-pelan mulai menghilang.
Bersambung...