
Tak terasa ini adalag hari terakhir Reno tugas dinas di Bali. Rasanya sudah tidaj sabar untuk pulang ke rumah dan bertemu Angel serta keluarganya. Raina adik Reno pun sudah meminta oleh-oleh pie susu dan juga daster Bali. Memang kelakuannya masih kekanak-kanakan. Padahal Reno pergi bekerja bukan untuk berlibur tapi adiknya tetap saja selalu meminta oleh-oleh setiap Reno tugas keluar kota.
Sebenarnya sore ini Reno bisa langsung pulang tapi karena mendapat undangan dari salah satu rekan bisnisnya Reno terpaksa menunda kepulangan. Rekan bisnis Reno mengadakan acara anniversary perusahaannya dan kebetulan Reno lah yang membantu merancang dan membangun usaha tersebut dulu. Jadi ketika mendengar Reno ada di Bali, rekan bisnisnya itu langsung meminta Reno untuk menghadiri acara anniversary tersebut.
Rekan bisnis Reno adalah seorang pengusaha pemilik klinik kecantikan terkenal bernama Rama Wijaya. Dia juga mempercayakan Reno untuk pembangunan klinik terbarunya yang akan di bangun di wilayah lain di Nusantara. Jadi selain menghadiri undangan, Reno juga akan sekalian berdisikusi tentang pembangunan klinik tersebut.
Acara Anniversary tersebut diadakan di Sebuah ballroom hotel mewah bintang 5 yang ada di wilayah Kuta, Badung.
Saat Reno memasuki ballroom tersebut , dia sudah disambut hangat oleh Rama dan Istrinya. Acara ini sangat mewah terlihat dari dekorasi, tamu undangan dan juga beberapa artis ternama yang di undang ke acara ini.
Reno kemudian duduk di salah satu meja yang sudah disiakan oleh Pak Rama. Saat itu juga dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Angel. Malam ini mereka tidak bisa video call karena bisa dipastikan acaranya akan sampai larut malam.
Sayang maaf tidak video call malam ini, aku sedang di acara Anniversary Fairy Beauty, Live juga di TV dan Sosmed.
Sampai jumpa besok sayang, I miss you and I Love you so much ❤️
Tulis Reno pada pesan yang dia kirim pada Angel.
Tak lama pesan itu pun di balas.
Iya Sayang, Sampai jumpa besok.
I miss you and I Love You Too ❤️
Reno tersenyum membaca pesan dari Angel. Dia pandangi pesan itu sejenak kemudian dia memasuk kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
Penampilan Reno begitu mempesona malam ini. Gadis-gadis akan melihat sampai dua kali bila bertemu dengan Reno karena awalnya mereka terkejut kemudian yang kedua mereka akan memastikan penglihatannya apa benar ada malaikat tampan yang lewat.
Saat sedang asyik menonton layar besar yang ada di depan sana. Seseorang menghampiri Reno.
“Ren” panggi orang tersebut. Reno pun menoleh karena merasa ada yang memanggil namanya.
“Melody” ucap Reno sambil mengernyitkan keningnya. Reno tidak menyangka akan bertemu Melody disini.
Ternyata Melody merupakan brand Ambassadors klinik milik Rama Wijaya. Tanpa bertanya pada Reno, Melody langsung duduk di sebelah Reno karena di tempat itu hanya ada Reno seorang. Karena rencananya nanti meja itu akan digunakan untuk berdiskusi proyek baru pembangunan klinik.
“Sudah lama tidak bertemu, kamu apa kabar?” tanya Melody memulai obrolan. Dia tersenyum saat mengatakannya.
“Saya baik” jawab Reno yang masih menghormati Melody sebagai sama-sama tamu disana.
“Ren, maafkan aku” hampir saja Melody menyentuh tangan Reno tapi dengan cepat Reno menjauhi tangannya. Reno tidak ingin menjadi bahan gosip mengingat Melody adalah selebrity yang cukup terkenal.
“Melody mohon maaf disini banyak wartawan, saya tidak mau ada gosip yang tidak baik tentang kita” ucap Reno tegas.
“Ren, aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf dari mu, aku hanya ingin berteman, kita pacaran baik-baik, dan aku harap putus pun kita baik-baik, maafkan aku Ren” ucap Melody penuh mohon.
Reno tersenyum.
“Tidak perlu meminta maaf, Tidak ada yang salah disini. Cerita kita memang cukup sampai disana. Saya juga sudah menemukan cinta yang baru dan kamu juga begitu" ucap Reno tenang.
" Atau paling tidak bisakah kita berteman?” lanjutnya.
"Dengar Melody, kalau teman yang kamu maksud adalah dekat seperti dulu, saya rasa tidak bisa, tapi kalau hanya sekedar berteman saya rasa tidak masalah" jawab Reno tegas.
Mendengar jawaban Reno membuat hati Melody begitu sakit. Memang dia yang sudah memutuskan hubungan tapi Melody kira Reno tidak akan menerimanya begitu saja dan memperjuangkan hubungan mereka. Tapi nyatanya Reno malah sudah memiliki kekasih baru. Apa itu artinya Reno tidak pernah memiliki perasaan padanya?.
"Bolehkah aku bertanya, Ren? pernahkah kamu mencintaiku?" tanya Melody karena dia sangat ingin tau. Dia jadi yakin kalau Reno tidak pernah mencintainya.
"Apakah pertanyaan itu penting untuk di jawab? saya rasa setelah hubungan kita berakhir, saya mempunyai hak untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut" jawab Reno tegas.
Melody tersenyum kini dia tau jawabannya, " Tidak perlu kamu jawab Ren, aku sudah tau jawabannya, terima kasih atas 3 tahun kebersamaan kita, semoga kamu bahagia selalu".
Reno tidak mau berdebat jadi dia juga menjawab dengan terima kasih.
"Terima kasih, semoga kamu juga menemukan kebahagiaanmu" balas Reno.
Memang sulit setelah berpisah bisa kembali seperti sedia kala, hanya waktu lah obat yang bisa memperbaiki segalanya.
...
Di tempat berbeda, Angel sedang menyalakan TV. Dia akan Menonton Live Anniversary Klinik milik Rama Wijaya siapa tau nanti tidak sengaja camera mengarah ke arah Reno jadi kangennya sedikit terobati.
Saat acara di buka, mata Angel membola ketika host menyambut Melody Sang Brand Ambassador untuk naik ke atas Panggung.
Lampu menyorot ke meja tempat Melody duduk dan tentu saja Melody duduk tepat di sebelah Reno.
Melihat Reno duduk disebelah Melody membuat hati Angel terasa sangat sedih.
Ada sesuatu yang perih seperti menusuk-nusuk dan dia merasakan begitu sesak di dada.
Cairan bening pun sudah mengenang di pelupuk matanya. Angel sama sekali tidak menyangka kalau Reno bersama Melody di acara itu.
Angel menutup mulutnya tidak percaya, “ Reno” ucapnya lirih.
"Kenapa kamu bisa sama dia?” Air mata Angel sudah tidak dapat dibendung lagi, dia terisak.
Hatinya begitu terasa perih seperti ada yang menyayat dan mengakibatkan lupa yang mengaga lebar dan ditaburi garam.
Pikirannya kalut hingga dia memikirkan yang tidak-tidak. Angel sudah membayangkan kalau Reno dan Melody sengaja janjian ke acara tersebut.
"Ren...apa kamu sengaja janjian dengan Melody? Kenapa Ren? Kenapa?" tanya Angel dengan pemikiran kalutnya.
Dia telungkupkan wajahnya di kakinya yang sudah dia tekuk. Dia menangis sejadi-jadinya. Menumpahkan semua kesedihan dan rasa cemburu yang dia rasakan.
Bersambung...