MY ANGEL

MY ANGEL
Aku baik-baik saja



"Aku tidak memberi kepastian dengan hubungan kita, sekarang aku akan jujur dengan kakak, maaf atas 5 tahun yang tidak menyenangkan untuk kakak, aku akan berterus terang tentang perasaan ku pada kakak" ucap Raina mencurahkan isi hatinya.


"Tidak perlu dilanjutkan Raina, aku sudah tahu jawabannya, aku mengerti, aku tidak akan mengganggu mu lagi" potong Rio.


Raina mengangkat kepalanya mencoba membaca raut wajah lawan bicaranya, terlihat kekecewaan di mata Rio.


"Bukan begitu maksudku kak, sebenarnya aku..."ucapan Raina kembali terjeda karena lagi-lagi Rio memotongnya.


"Sudahlah Raina, aku tahu sampai kapanpun kamu tidak akan suka padaku, aku tahu kamu sedang dekat dengan seorang pria, aku akan belajar melupakan mu" ucap Rio gusar.


"Kenapa sih kakak memotong ucapanku?" Raina sudah mulai kesal karena omongannya yang selalu saja dipotong Rio.


"Ya sudah silahkan dilanjutkan"ucap Rio karena Raina kembali dalam mode galak.


"Sebenarnya aku juga mempunyai perasaan yang sama dengan kakak" aku Raina kemudian kembali menunduk malu.


"Apa? aku tidak salah dengar? atau aku sedang bermimpi?" Kata Rio sambil mengguncang pelan bahu Raina.


"Aku serius kak, aku ingin menagih janji kakak, kakak harus selalu ada untuk ku" jawab Raina yang masih menunduk.


Rio meraih dagu Raina, "Aku rasa aku bermimpi, kalau benar aku bermimpi aku tidak akan bangun"ucap Rio konyol sekali.


Raina memukul lengan Rio pelan.


"Sakit tidak? kalau sakit berarti kakak tidak bermimpi".


"Tapi pukulan mu tidak berasa apa, berarti aku sedang bermimpi, mungkin kalau kamu menciumku baru aku percaya ini bukan mimpi" kata Rio mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Ihhh....." Raina kembali memukul lengan Rio bertubi.


"Auww... Sakit Sayang" ucap Rio yang sudah mengklaim kalau Raina adalah miliknya.


"Sayang...sayang," kata Raina masih memukul lengan Rio.


Rio menggenggam tangan Raina yang terus memukulnya kemudian menciumnya.


"Aku mencintaimu Raina, terima kasih karena kamu akhirnya membalas cintaku" ucap Rio seraya menarik Raina kedalam pelukannya.


"Aku bahagia sekali, terima kasih Raina"imbuhnya.


Raina tersenyum dalam dekapan Rio dan berbicara lirih nyaris tak terdengar


"Aku juga mencintai kakak".


.


.


Angel berulang kali menghubungi suaminya tetapi tidak diangkat. Dia mulai khawatir karena tadi pagi Reno bahkan tidak kunjung bangun.


Angel pun semakin panik dan memutuskan untuk pulang.


Sampai dirumah dia langsung menuju kamar, ternyata Reno masih bergumul di bawah selimut.


"Sayang, kamu sakit? ayo makan dulu, udah jam 11" kata Angel sambil membelai rambut Reno.


Pelan Reno membuka mata, kepalanya terasa pusing dan tenggorokannya sakit, kembali dia menutup mata karena sakit kepala tak tertahankan.


"Kepalaku sakit banget" Kata Reno masih dengan menutup matanya.


"Ya udah kamu istirahat lagi, aku buatkan bubur dulu"ucap Angel.


Reno mengangguk sebagai jawaban.


Beberapa puluh menit kemudian Angel sudah kembali dengan semangkuk bubur ,segelas air dan obat penghilang rasa sakit.


Angel membantu Reno untuk duduk đan menyuapi suaminya dengan telaten.


"Makasih ya sayang" kata Reno saat selesai meminum obat.


"Sama-sama, sudah enakan?"tanya Angel perhatian.


"Masih pusing, tapi aku pengen ke toilet" jawab Reno yang sudah ingin ke kamar mandi.


"Ayo sini aku bantu"


Dengan hati-hari Angel memapah Reno ke dalam kamar mandi.


"Lain kali kalau capek inget istirahat , kamu punya tenaga di forsir melulu" Angel menceramahi suaminya.


"Iya nyonya Reno, kamu jadi bawel sejak menikah" Reno masih bisa terkekeh mendengar omelan istrinya.


Selesai dari kamar mandi, Angel kembali merebahkan suaminya di tempat tidur.


"Nanti kalau sakit kepalanya belum mendingan kita ke dokter ya".


"Iya sayang, Kamu bolos ya? sudah bilang sama Kak Andre?" tanya Reno. Angel adalah karyawan yang taat jadi Reno sedikit cemas kalau Angel membolos karenanya.


"Tenang aja, Kak Andre sudah ada asisten cadangan, aku gak bakalan bisa kerja kalau suami aku sakit" jawab Angel apa adanya.


"Aku gak apa-apa sayang, palingan kecapean aja" ucap Reno menenangkan istri cantiknya.


Ting Tong


Saat itu juga terdengar bell rumah berbunyi.


BERSAMBUNG ...