
Anjas duduk seorang diri disebuah restoran siap saji di mall yang cukup terkenal di kotanya.
Saat sedang menyantap makan siangnya, dia mendengar suara yang tidak asing memasuki restoran tersebut.
Deg.
Jantungnya mendadak berdebar, semenjak menceritakan sesuatu yang sudah lama dia pendam kepada Andi, dia menjadi was was, sangat takut Andi menceritakan hal tersebut kepada Reno.
Setiap ada ajakan kumpul sebisa mungkin dia membuat alasan untuk menolaknya.
"Om Jas" sapa anak yang baru saja memasuki restoran itu ditemani ibunya.
"Hai Darren" sapa Anjas saat Darren menghampirinya, "Berdua aja?".
"Iya, tadi pulang sekolah Darren minta main-main dulu" Angel yang menjawab sambil tersenyum.
"Mama duduk dicini ya cama om, tacian Om nya cendili" sebelum Angel sempat menjawab Darren sudah duduk disebelah Anjas.
"Ya sudah, mama pesan makanan dulu ya" Angel langsung saja menuju ke kasir untuk memesan makanan. Ayam goreng kriuk kesukaan Darren.
Anjas hanya tersenyum kikuk, biasanya dia tidak pernah secanggung ini, tetapi lagi-lagi setelah saat itu dia menjadi semakin merasa bersalah pada Reno.
Saat Angel sudah kembali dengan nampan dan 2 porsi ayam goreng dan nasi serta 2 botol air mineral, Anjas semakin kikuk dibuatnya dan itu tentu saja dirasakan oleh Angel. Biasanya Anjas akan berbicara banyak dan ngelantur, bahkan tidak jarang dia membuat lelucon untuk menciptakan suasana yang nyaman.
Tapi kiniĀ dia lebih banyak diam dan hanya sesekali berbicara ketika ditanya Darren.
Selesai makan Angel pun berpamitan lebih dulu dan mengajak Darren untuk pulang karena sudah waktunya tidur siang untuk sang putra.
Angel masih duduk di depan sambil menunggu taxi sedangkan Darren sudah terlihat mulai mengantuk, Anjas yang baru saja menuju parkir merasa tidak enak melihat istri sahabatnya itu, tetapi dia takut Reno akan salah paham kalau dia yang mengantar istrinya pulang.
Dilihatnya lagi Darren yang mulai tidak tenang dan seperti mau menangis, mau tidak mau dia pun menghampiri Angel dan memintanya untuk ikut bersamanya.
Angel nampak berpikir sebentar lalu melihat anaknya yang mulai rewel akhirnya dia setuju.
30 Menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Reno.
"Makasi ya Anjas sudah repot-repot nganterin, mau mampir dulu?" kata Angel sebelum dia membuka pintu mobil Anjas.
.
.
Sore tiba, Angel sedang sibuk membuat experimen baru dengan mertuanya. Mencoba membuat Japanese Souffle Pancake, tadi saat menonton youtube tiba-tiba saja dia ingin membuat itu karena terlihat enak dan mudah membuatnya. Sampai Reno tiba Angel dan Mira masih asik berkutat dengan tepung dan susu.
Reno yang melihat istrinya tengah sibuk membuat kue hanya datang menyapa sebentar kemudian masuk ke kamar untuk menemani Darren bermain.
Saat masuk ke dalam kamar, Darren tengah asyik bermain mobil-mobilan, Berbagai jenis mobil dia jejerkan hingga memenuhi area bermainnya. Persis seperti penjual mainan emperan di pasar.
Reno menepuk jidatnya, sudah terlalu banyak mainan yang tanpa sadar dia belikan untuk Darren, sampai kamarnya berantakan penuh dengan mainan.
Setelah mencium pipi Darren, Reno bergegas membersihkan diri sehingga bisa langsung menemani Darren bermain. Darren akan marah kalau dia langsung bermain tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Cukup 15 Menit Reno sudah selesai bersih-bersih diri, dia menghampiri Darren yang sibuk bermain.
"Tadi Darren ngapain aja?" tanya Reno sambil membawa Darren kedalam pelukannya.
"Tadi Dayen main te mall cama mama, teyus beli ayam tliyuk pa".
"Papa kok gak diajak?" tanya Reno pura-pura merajuk.
"Papa tan telja, tadi juga Dayen tetemu Om".
Reno mengerjitkan kening ,"Om?" tanyanya.
Darren menggangguk, "Om jas, tadi uga diantelin pulang".
Deg.
Tiba-tiba saja ada perasaan cemburu yang merasuki dirinya, tapi sebisa mungkin dia tahan.
BERSAMBUNG