MY ANGEL

MY ANGEL
kesempatan



"honey...open the door!!"


ceklek


robert berjalan ke dalam kamar mereka lalu duduk di sofa mengikuti istrinya.sebelum membuka suara istrinya sudah menatapnya dengan sengit.


"kau sudah menyetujui keinginan ku?.jika jawabannya tetap sama aku akan merasa sangat bersalah padamu" sambil terisak jessie berbicara demikian


"aku akan memenuhi segala permintaan mu baby,sekalipun seluruh kekayaan ku.tapi kenapa harus menikah dengannya?"


"anggaplah itu kompensasi karna sudah mau melahirkan anak kita"


"kau terlalu murah hati,sampai mau berbagi pria mu dengan wanita lain.


" so...siapa dia yang kau pilih"


"fara"


"oke...jadi kapan kita mulai"


matanya menatap kearah istrinya mencari pertanyaan di sana.namun tatapannya hanya datar seolah tak ada beban apapun meski ia harus berbagi suami.


______________________________________


wanita cantik nan anggun itu sedang bicara serius dengan telponnya tanpa sadar ada yang mendengar ucapannya dari tadi.


"rencana sudah di mulai.


ingat !!! jangan sampai ada yang menyadarinya."


"......"


"ya,dia hanya orang bodoh yang mau jatuh hati pada orang seperti.kurasa tak di beri apapun dia tetap akan bersedia."


tok tok tok


"sebentar" ujarnya lalu memutuskan sambungan telponnya lalu menuju ke arah pintu.


"ada apa paman jacob?."sambil memandang barang yang di bawa ketua pelayan tua itu yang sudah mengabdi sejak roberth masih dalam kandungan.


dia orang yang paling bisa di andalkan dan sangat setia pada keluarga jullius.karna kebaikan keluarga jullius dia dan keluarga hidup dengan nyaman tanpa kekurangan apapun


bahkan mendiang andrew jullius (ayah robertho) menjamin pedro akan mendapat salah satu perusahannya.namun ia menolak mengingat jasa sang tuan.ia tak mau tamak,ia tetap ingin mengabdi walaupun anaknya sering memintanya diam menikmati hari tua.


"tuan meminta nyonya segera turun,acara segera dimulai.dan ini gaun anda."


"paman,sudah aku bilang jangan panggil seperti itu!! jika roberth tau pasti dia murka"


"baiklah nak,cepatlah acara segera di mulai"


setelah mengenakan gaunnya ia langsung turun dan menikmati acara.banyak nya pujian dan selamat untuk dirinya dan roberth sudah biasa ia lalui.roberth sibuk dengan beberapa klient dan koleganya.dan saat jessie mulai bosan ia menatap perempuan yang begitu kagum pada suami.


ya...dia adalah fara angel.


segera ia mengambil minuman dan berjalan kearah perempuan itu.


"minumlah,kau pasti sangat lelah"


sambil menyodorkan minuman.


"tapi nyonya...." sebelum melanjutkan bicara jessie sudah meletakkan minuman itu ketangannya.yang terpaksa harus ia minum.


"minumlah,aku tak mau kau sakit karna bekerja keras padahal ini bukan bagian dari tugasmu,tapi suami ku memaksamu melakukannya.maaf ya"


anda begitu baik nyonya.ayo fara simpan hati perasaan mu itu nyonya mu ini lebih sempurna.


"eum...tak apa nyonya ini juga hobi saya".


" kenapa kau tak melanjutkan sekolah mu saja fara,siapa tau kau bisa mendirikan wo atau jadi arsitek karna kau pandai dalam hal itu"


"keadaan yang mempersulit itu semua nyonya,biarlah..mungkin ini memang takdir saya".


tanpa menjawab jessie hanya menepuk bahunya lalu tersenyum kemudian menghampiri suaminya.sebelum itu dia membawakan minuman untuk suami tercintanya.


" sayang...rebecca menghubungi ku dan menangis meminta ku untuk tidur di kamarnya malam ini boleh ya??"


rebecca adik perempuan jessie memintanya menginap karna sudah malam


"baiklah,acara sudah selesai sebaiknya kau segera tidur."


"oke..tapi minum ini dulu biar tenggorokanmu tak kering karna berbicara dengan para klient mu itu"


sambil mencium pipi roberth


"kau memang nakal" lalu mecubit hidungnya.


DI PAGI HARI


fara bangun dari tidurnya lalu bersandar.dia merasa tubuhnya remuk seperti habis di pukuli


apa karna terlalu lelah ya


fara pun sadar ini bukan di kamarnya


ehhhh ini bukan kamar ku


lalu ia menoleh ke samping kanannya betapa terkejut nya dia sampai tangan dan kakinya berkeringat dingin.lalu ia sadar roberth dan dirinya dalam satu selimut tanpa benang satupun di tubuhnya.


ya tuhan...kalau tuan bangun aku bisa mati .ya aku harus segera keluar


lalu ia beranjak dan segera memakai bajunya yang sudah berserakan di lantai.sebelum keluar dia menatap ke arah ranjang yang ia tiduri tadi.


apa yang kau lakukan fara sampai bisa seperti ini. bodoh bodoh bodoh


sementara roberth ia sudah bangun dari tadi entah apa yang ia harus jelaskan pada istrinya nanti


semenjak kejadian dua minggu yang lalu fara hanya diam dan termenung lysa sahabatnya pun bingung apa yang terjadi pada fara karna biasanya ia merawat bunga sambil bersenandung ria.tapi akhir-akhir ini termenung dengan tatapan kosong.


"fara,nyonya memanggil mu"


sambil menepuk bahunya.


" ah......ya"


lalu segera berlari menuju ke kamar jessie.


tok tok tok


"masuk lah"


ia pun masuk dan menunduk dalam karna merasa bersalah sejak malam itu


"duduklah,dan baca!!"


ia pun duduk dan membaca kertas yang di berikan jessie


"apa maksud ini nyonya?"


"kau akan menjadi ibu pengganti untuk anak ku dan roberth"


"ap...apa??"