
Setelah berpamitan dengan Vino, Reno dan Angel kemudian memutuskan untuk pulang. Di dalam perjalanan Angel memutar music dan mulai menirukan lagu yang diputar.
Reno tersenyum sambil menatap sang kekasih
“Kamu gak mau jadi penyanyi aja sayang? suaramu bagus sekali” ucap Reno kagum. Suara Angel memang sangat bagus. Bisa dibilang Divanya indonesia. Dia bisa bernyanyi lagu barat, lagu korea, bahkan lagu dangdut. Selain suara bagus, Angel juga memiliki wajah yang komersil. Bila dia ingin menjadi bintang rasanya banyak label musik yang mau merekrut Angel menjadi naungannya.
Reno menggenggam tangan Angel tapi tatapannya tetap fokus ke depan.
“Aku memang suka menyanyi sayang, tapi aku sama sekali gak kepikiran untuk jadi penyanyi” jawab Angel sambil tertawa.
“Kenapa?” tanya Reno penasaran.
“Dari dulu aku emang gak pernah kepikiran jadi penyanyi” jawabnya jujur. Angel tau bagaimana kejamnya dunia entertaiment dan Angel tau diri mentalnya tidak sekuat itu untuk bertahan disana.
Reno terkekeh, “Aku akan selalu dukung keputusan kamu” kata Reno sambil mengelus rambut Angel penuh sayang.
Angel tersenyum, “Makasih sayang” jawab Angel.
Reno kemudian teringat dengan Vino, “Kamu ngerasa gak sayang kalau Kak Vino ada rasa sama kamu?” tanya Reno memberi tau Angel bahwa ada maksud lain dari semua sikap Vino.
Angel mengernyitkan kening, “Perasaan kamu aja” elak Angel.
“Aku paham betul, tatapan dia berbeda kalau liatin kamu” ucap Reno kekeh.
“Kita tidak bisa melarang seseorang mencintai kita sayang, tapi yang terpenting kan hati aku cuma terpaut sama kamu” ucap Angel sambil bergelayut manja di lengan Reno. Mendengar itu perasaan Reno menjadi lega.
Benar memang seperti itu, Reno tidak perlu khawatir lagi bila nanti Vino berusaha mendekati Angel.
...
3 bulan berlalu.
Acara pernikahan Andi pun digelar di rumahnya secara sederhana hanya dihadiri keluarga dan beberapa kerabat. Setelah prosesi pernikahan berakhir. Empat sekawan itu kemudian berkumpul di halaman belakang.
Hanya Reno yang ditemani pasangan, sedangkan Anjas dan Rio masih betah menjomblo “Gak nyangka malah si kutu kupret yang paling dulu nikah” kata Anjas sambil merangkul Andi sahabatnya, “mana istri kamu? kenalin dong ke kita? gak bakalan aku tikung kok”ucap Anjas seperti biasa. Selalu seenaknya jika berbicara.
Andi hanya mencebik kemudian mencari sang istri yang bernama Maria dan memperkenalkan kepada ketiga sahabatnya serta Angel.
“Tidak ada jabat tangan ya”kata Andi menginterupsi.
“Sudah mulai posesif” ucap Anjas sambil mencebik.
Reno dan Rio hanya bisa tertawa menyaksikan kekonyolan sahabatnya tersebut. Angel pun ikut bisa mengulum senyum. Menurutnya Anjas memang ceplas ceplos kalau berbicara.
.
.
Angel memandang wajah Reno yang tampak murung.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Angel khawatir.
Reno menghela nafas , “ Sebenarnya aku insecure sama diri aku sendiri, aku hanya karyawan biasa, sedangkan kamu adik pemilik perusahaan besar” jawab Reno Jujur.
Dia takut nanti tidak bisa bisa menjadi suami yang membanggakan.
Angel memegang kedua pipi Reno , “Aku juga sama seorang karyawan, kita sama sayang, dan keluarga aku tidak pernah mempermasalahkan tentang itu” ucap Angel berusaha menenangkan Reno. Dia sangat paham apa yang Reno rasakan. Tapi kekayaan itu bukanlah milik Angel, tapi murni hasil kerja keras Andre.
“Tapi aku takut gak bisa membahagiakan kamu” ucap Reno pula.
“Bahagia bukan hanya tentang materi sayang, dari dulu aku selalu diajarkan untuk bersyukur dan hidup sederhana” sahut Angel sambil memegang kedua pipi Reno kemudian mengecup pipi kirinya sekilas.
Reno tersenyum kemudian mengecup kening Angel cukup lama, melepaskan semua kegundahan di hati lewat ciuman itu.
“Rencananya aku dan pak Bayu mau join buat usaha bersama. Gimana menurutmu?” tanya Reno saat melepas ciumannya.
Angel tersenyum ,”Aku pasti selalu dukung kamu, terus kamu mau resign?” tanya Angel pula.
Reno mengangguk, “bulan depan rencananya aku mau resign, sementara mau ngontrak tempat dulu untuk kantornya, doain ya semoga lancar” ucap Reno sambil tersenyum.
“Pasti aku selalu doain kamu, kalau ada apa-apa kasih tau aku ya, kita cari solusi bareng-bareng”
....
Hari demi hari berlalu, dengan masih bekerja di perusahaan yang lama, Reno mulai mempersiapkan kantornya. Sebenarnya sudah dari lama dia ingin membuka usaha sendiri, hanya saja masih terbentur dengan modal dan keberanian.
Akhirnya setelah berdiskusi dengan Bayu, mereka sepakat untuk membuat kantor sendiri dengan Reno sebagai marketing sekaligus manajemennya dan Bayu sebagai arsitek sekaligus kontraktornya. Mereka belum mencari karyawan, hanya bekerja berdua. sedangkan pekerja lain akan dicarikan freelance saat proyek sudah diterima.
1 bulan berlalu, Reno pun resmi resign dari perusahaannya. Perusahaannya sendiri sudah berdiri dan diberi nama Felix Construction and Investment , Felix berasal dari bahasa latin yang artinya sukses.
Reno berharap nama Felix bisa membawa perusahaannya menjadi salah satu perusahaan kontruksi yang paling diminati.
Bersambung...