
Reno masih menahan kesal, kata-kata Darren yang mengatakan kalau mereka bertemu di Mall kemudian diantar pulang oleh Anjas terus menari-nari dikepalanya.
Sampai makan malam tiba dia hanya diam saja tidak banyak berbicara, sangat kelihatan perubahan sikapnya.
Reno sebenarnya masih menunggu sang istri menceritakan sendiri tapi sampai akan menuju tempat peristirahatan Angel tak jua bercerita.
Angel yang menyadari perubahan sikap suaminya pun akhirnya bertanya.
"Papa kenapa?" Posisi Angel duduk bersandar di ranjang sedangkan Reno tidur sambil memeluk Darren.
"Tadi Mama pulang di antar Anjas ya? Kenapa tidak telpon papa aja? kenapa harus sama dia?" Reno berbicara pelan tetapi dengan penuh penekanan, dia tidak ingin membangunkan Darren.
"Oh..jadi dari tadi Papa diemin Mama gara-gara itu? Mama aja lupa tadi diantar Anjas" jawab Angel santai, dia sudah sangat hafal dengan sikap Reno jadi dia tidak akan menimpali kecemburuan suaminya itu.
"Kenapa gak telfon papa?" ulang Reno.
"Tadi itu Darren udah rewel pa, taxi nya gak dateng-dateng, papa tahu kan gimana rempongnya ibu hamil jalan-jalan sama balita?" Angel berusaha meminta pengertian suaminya agar masalah kecil seperti itu tidak dibesar-besarkan.
Reno bisa menerima penjelasan Angel, dia juga yakin tidak mungkin ada apa-apa diantara mereka.
"Maafin papa ya ma, Papa sudah terbawa emosi" kata Reno sambil mengelus perut Angel yang sudah membuncit.
"Iya, kali ini mama maafin, kita bukan abege lagi pa, jangan karena hal kecil seperti itu papa harus cemburu".
"Iya iya, maaf ya mama sayang, sebagai permohonan maaf papa besok malam kita dinner ya ber 4".
Angel mengangguk antusias, jika dipikir-pikir sudah lama mereka tidak keluar makan malam bersama.
...
Esoknya sesuai janjinya, pulang bekerja Reno memboyong keluarganya untuk makan malam diluar, Restoran milik kenalan Reno yang memang khusus untuk keluarga, ada taman bermain yang sangat lengkap disisi kirinya.
Sambil menunggu makanan datang Darren sudah tidak sabar untuk bermain-main, Reno kemudian mengajak anaknya untuk bermain sebentar, sedangkan Angel dan Mira menunggu di meja mereka.
"Jadi kenapa Reno semalam seperti orang sariawan Angel? tanya Mira saat Reno sudah menghilang.
Angel tersenyum kecil, "Anak ibu masih saja cemburuan, masak dia cemburu gara-gara Anjas nganterin aku pulang kemarin".
Mira hanya geleng-geleng kepala, sudah kepala tiga tapi anaknya masih saja cemburuan.
"Dasar anak itu, tidak masuk akal, ngapain cemburu sama teman sendiri".
"Kadang-kadang Reno memang gitu bu , kayak anak kecil tetapi lebih sering pengertiannya".
Tak berapa lama makanan mereka pun tiba, Angel melambai ke arah suaminya untuk segerai memulai makan.
Terlihat Reno sedang mengobrol dengan Wanita yang juga sedang mengajak anaknya bermain disana.
Wanita itu terlihat senyum-senyum ke arah suaminya.
Angel yang memperhatikan itu kemudian mendekati Reno dan Darren.
"Papa, Darren ayo makan dulu" ajak Angel dengan senyum manisnya.
Reno yang melihat istrinya menghampiri kemudian berpamitan dengan wanita itu.
"Siapa pa?" tanya Angel saat dalam perjalanan menuju meja mereka.
"Siapa apa ma?" tanya Reno pura-pura tak mengerti.
"Itu wanita yang tadi ngobrol akrab sama papa" jawab Angel datar,
"Kenapa? Mama cemburu?" tanya Reno pula.
Angel mengerjitkan kening, "Kenapa cemburu?".
"Oh, papa kira cemburu" jawab Reno sedikit kecewa.
Angel tertawa kecil, "Mama sangat percaya sama papa, jadi buat apa mama harus cemburu".
Mereka sekarang telah kembali ke meja.
Darren sudah sangat semangat untuk mencicipi semua hidangan yang ada di atas meja.
Sambil mengunyah Darren mulai berceloteh, "Mama tadi tante yang itu bilang Dayen ganteng milip Papa, Dayen kan milip Mama" kata Darren protes.
Mendengar itu Angel dan Mira tertawa, sedangkan Reno menunggu respon istrinya berharap Angel sedikit cemburu.
"Darren kan memang mirip Mama dan Papa, karena cinta Mama dan Papa sama besarnya" jawab Angel sambil menatap suaminya penuh cinta.
Mendengar jawaban Angel membuat senyum Reno terbit seketika.
BERSAMBUNG 😘