MY ANGEL

MY ANGEL
Alasan



Selepas kepergian Angel , Reno langsung menghela nafas panjang.


Ternyata aku terlambat. Dia sudah menikah. Kenapa rasanya sakit banget ya Tuhan? Ucap Reno dalam hatinya.


Reno merasa sakit hati yang begitu dalam padahal antara dirinya dan Angel tidak menjalin hubungan apapun.


Beberapa menit kemudian Angel sudah kembali dengan secangkir kopi dan dua potong kue untuk Reno.


"Silahkan pak" ucap Angel setelah meletakkan minuman tersebut di depan Reno.


"Terima kasih" jawab Reno tanpa menoleh ke arah Angel. Entah kenapa dia merasakan sakit berkali-kali lipat bila melihat Angel mengenakan cincin itu.


Angel kembali duduk menemani Reno sambil menunggu Andre datang. Untung saja tak lama kemudian Andre telah selesai dengan urusannya. Kalau tidak entah bagaimana canggungnya karena Reno dari tadi hanya diam saja. Angel pun bingung harus memulai obrolan dari mana.


"Maaf pak Reno, tadi ada urusan sebentar" ucap Andre sambil menyalami Reno.


Kembali Reno melirik cincin yang melingkar di jari manis Andre.


Dia pun mendesah dalam hati.


"Tidak apa-apa pak" jawab Reno sesantai mungkin.


Mereka pun kemudian menuju ruangan Andre untuk memulai diskusi mereka.


...


Selesai meeting tadi Reno kemudian memutuskan untuk menenangkan diri di tepi pantai. Dia berjalan menyusuri pantai dengan wajah murung. Dia pun meraup-raup wajahnya dengan kasar. Mendengar Angel telah menikah membuatnya benar-benar frustasi. Beberakali berteriak meluapkan emosinya. Bodohnya dia, harusnya dulu tidak membohongi diri sendiri, nyatanya putus dari Melody tidak terlalu mempengaruhinya tapi mendengar Angel sudah menikah yang bahkan bukan siapa-siapanya bisa membuat dia benar-benar terpuruk. Puas melampiaskan emosi, Reno memutuskan untuk pulang.


Beberapa kali helaan nafas terdengar ketika dia naik ke dalam mobilnya. Dengan kecepatan penuh dia melajukan mobil hasil pencapaiannya sejak menjadi manager menuju rumahnya.


Saat sampai di rumah lagi-lagi Reno menghela nafas berat. Untung saja saat stress pelarian Reno bukan pada hal buruk seperti minuman keras , narkoba atau hal negatif lainnya.


Reno melampiaskan semua gundahnya hanya dengan berdoa dan menceritakan keluh kesahnya pada sahabat.


Dengan langkah gontai Reno dan wajah murung berjalan memasuki rumahnya. Hal itu tentu membuat Ibunya merasa khawatir. Tidak biasanya sang anak akan merenung seperti ini. Reno adalah tulang punggung keluarga dan tidak pernah mengeluh sedikitpun.


“Kamu kenapa Ren? Ada masalah?” tanya Mira ibunya Reno terdengar sangat khawatir.


“Gak apa-apa bu, aku hanya lelah” jawab Reno berbohong. Tidak mungkin Reno berkata baru saja patah hati karena Angel padahal belum lama dia putus dari Melody.


“Apa kamu seperti ini karena putus dengan Melody?” tanya sang Ibu pula. Tentu saja Ibunya akan berpikiran seperti itu mengingat Melody dan Reno sudah lama berhubungan.


“Bukan bu, ini tidak ada hubungannya dengan Melody” jawab Reno kemudian meninggalkan ibunya yang masih diliputi kekhawatiran, baru pertama kali dia melihat anaknya seperti orang frustasi. Jiwa keibuannya tak tega melihat anaknya seperti ini.


Tanpa memberi tahu Reno, Mira pun langsung menghubungi Melody perihal ini. Siapa tau saja mereka bisa bersatu kembali. Itulah yang ada dipikiran Mira.


...


Keesokan harinya.


Reno, Angel dan Andre sedang meninjau lokasi proyek mereka.


“Kira-kira berapa lama pembangunan ini bisa rampung pak Reno?” Tanya Andre.


“Sesuai kesepakatan awal, dalam waktu 6 bulan pak, nanti kontraktornya akan saya minta untuk mempercepat prosesnya “ jawab Reno.


“Tidak usah terlalu terburu-buru, yang penting hasilnya sesuai permintaan saya” ucap Andre. Dia tidak mau seperti pengalaman sebelumnya. Andre pernah mencari kontraktor lain dan hasilnya sangat mengecewekan. Semenjak bekerjasama dengan Reno , baru Andre merasa sangat puas.


Drt drt drt Handphone Angel tiba-tiba berbunyi,”Maaf permisi saya angkat telpon dulu” ucap Angel kemudian menjauh untuk mengangkat teleponnya.


“Kak maaf aku harus kembali ke kantor duluan, ada Pak Vino dari The Marvel datang ke Kantor tentang kerjasama kita yang waktu ini” jelas Angel pada Andre saat mengakhiri panggilan teleponnya.


“Iya kamu temui dulu pak Vino, biar kakak disini sama Pak Reno sambil nunggu kontraktornya” jawab Andre.


Angel kemudian permisi dan kembali ke kantornya. Reno dan Andre kemudian menuju ke sebuah ruangan di dekat lokasi pembangunan sambil menunggu kontraktor datang. Mereka berbincang-bincang dengan akrab


“Pak andre, maaf kalau saya kurang sopan, boleh saya bertanya sesuatu?”  Tanya Reno di sela-sela obrolan mereka.


“Silahkan Pak Reno, santai saja” jawab Andre.


“Apakah Angel itu istri bapak? Maaf pak kalau saya lancang” tanya Reno


Andre seketika mengerutkan keningnya ” Angel? Kamu kenal dengan Angel? Maksud saya kenal sebelum proyek ini?" tanya balik Andre. Pasalnya dia mengenalkan Angel dengan nama Siska bukan Angel.


“Iya pak, Angel teman kuliah saya” jawab Reno.


“Ooo… pantas saja, karena sudah lama saya tidak mendengar dia dipanggil dengan Angel, bahkan saya sebagai kakaknya saja dilarang memanggil dia dengan sebutan Angel” jawab Andre.


“Jadi bapak kakaknya Angel, maaf pak saya kira bapak suaminya Angel, karena Angel bilang sudah menikah, jadi saya pikir Angel itu istri bapak, sekali lagi saya minta maaf pak” ucap Reno yang malu sudah menanyakan hal pribadi.


Andre tersenyum “Pasti ada sesuatu antara mereka” batinnya


“Jadi Angel bilang sudah menikah?” tanya Andre pula dan Reno mengangguk sebagai jawaban.


Andre langsung saja tertawa terbahak-bahak yang membuat Reno bingung tentu saja.


“Bapak kenapa pak? “ Reno tampak bingung.


“Saya lucu saja kenapa kamu bisa mengira Angel istri saya?" ucapnya setelah bisa mengendalikan tawanya , “Istri saya itu cemburuan, makanya Angel saya jadikan asisten saya biar gak di terror terus  sama istri saya” kekeh Andre


“Maaf ya pak, saya sudah lancang ikut campur urusan pribadi bapak” ucap Reno sungkan.


“Tidak apa pak Reno santai saja, kamu berarti tau kejadian saat adik saya dirundung teman-temannya kan?” tanya Andre.


“Maaf pak, apa maksud bapak saat KKN?” tanga Reno pula dan Andre mengangguk sebagai jawaban, “Saiya tidak tau pasti pak, karena saat saya tanyakan kepada teman-teman disana gak ada yang mau buka suara”ungkap Reno.


“Angel benar-benar terpuruk, yang jelas sejak saat itu dia tidak mau dipanggil Angel, bahkan orang rumah semua tidak diijinkan memanggil dengan sebutan Angel” curhat Andre.


“Kenapa bisa begitu pak?” tanya Reno penasaran.


“Katanya Angel itu tidak cocok sama dia, Angel itu harusnya seperti bidadari, bukan kecentilan ngerayu dosen, beberapa kali dia diteror sama si Mella itu, saya sampai ke kampus mengadukan kelakuan Mella, saya masih sangat ingat orangnya, tapi Angel meminta untuk tidak diperpanjang” jelas Andre dengan menghela nafas kasar. Andre benar-benar marah dengan pelaku yang membully adiknya itu hingga meninggalkan trauma di hati Angel.


“Saya benar-benar tidak tau kalau sampai seperti itu pak” ucap Reno yang syok baru mengetahui fakta yang terjadi.


“Ya sudah tidak usah dibahas lagi, Angel sudah mengubur kenangan itu dan sejak saat itu juga dia berhenti bernyanyi, sayang sekali padahal dia punya bakat” sesal Andre.


Reno merutuki dirinya yang tidak tau kalau kejadiannya sampai seperti itu, dia merasa gagal menjadi seorang ketua.


Sibuk dengan penyesalannya hingga kedatangan kontraktor menyadarkannya dari lamunan dan mereka pun kembali membahas pembangunan proyek yang sudah direncanakan.


Bersambung...