
rintihan kesakitan dan darah bersimbah di setiap tempat itu akibat dari mereka yg sudah bosan hidup karena berurusan dengannya.biasanya dia jarang turun sendiri namun kali ini sudah melewati batasnya,begitulah pikirnya.
roberth sudah biasa dengan hal ini karena sejak remaja dia sudah di latih oleh ayahnya untuk bertahan hidup di dunia yg penuh kekejaman ini.tak ada pilihan lain selain karena ia adalah penerus tunggal dalam keluarga jullius mau tak mau hal seperti ini harus ia geluti demi beban yg ia pikul mengemban status dan kewajiban keluarga jullius yg turun temurun menjadi penguasa bisnis di negara ini.
"tuan,pengawal A sudah mencarinya. tak akan bisa kabur dari hutan ini."
pedro berucap dan penuh kewaspadaan dengan smith & wesson 500 magnum di tangannya.
*Pistol ini terlihat berbeda dari pistol lainnya di bagian moncongnya yang menjulang lebih panjang daripada pistol pada umumnya. Daya tembak pada pistol ini juga amat mematikan karena memiliki daya menembus dan meledak layaknya pistol Desert Eagle. Karena moncongnya yang panjang, maka akurasi dari pistol ini lebih akurat. Ditambah lagi kecepatan peluru yang terhempas bisa mencapai kecepatan 632 meter per detik, Dengan didesain menggunakan peluru yang sangat besar, pistol ini cocok sekali digunakan untuk berburu di hutan.*
"apa ini ada hubungannya dengan hantu ku???
sambil mata awas pada sekitar.
" belum bisa di pastikan tuan,mereka terlalu bersih"
"aku akan kembali ke villa,kau urus semuanya di sini jangan ada jejak sedikit pun". di balas dengan anggukan oleh pedro
roberth meninggalkan pedro menuju villa sambil minum secangkir teh di dekat perapian.pasti terasa melegakan dari pada berurusan dengan mayat yg sudah berserakan di hutan itu.
**
tiba di villa robert duduk di dekat jendela sambil memandangi pohon dan burung yg berkicauan.sambil memikirkan penghuni hati nya yg mampu membuat nya merasa selalu bahagia.lalu tatapannya beralih ke dinding di mana ada gambar wanita yg sedang tersenyum bahagia mencium bunga.
" sebentar lagi sayang,kita akan hidup bahagia bersama"berkata se akan foto itu adalah nyata.
______________________________________
"wah nyonya muda...kau sedang melamunkannya ya???sampai jam segini kau belum juga sarapan"
lysa sangat cemas karna fara tak menyentuh sarapannya sejak pagi tadi
"entahlah...kepala ku pusing"
lalu menoleh ke arah lysa.wajahnya sangat pucat
"tapi....."
ucapannya terhenti saat suara pintu terbuka.mereka pun kompak menoleh ke arah pintu.lysa pun langsung segera undur diri secara sopan.
"tu...tuan" entah apa yg ada di pikirannya saat ini tak mampu mengeluarkan suara lagi saat roberth mendekat padanya.
"bersiaplah!!!kita akan pergi keluar"
dengan tatapan tajam nya sampai fara tak mampu menatap wajahnya.
lalu pergi begitu saja.
sontak fara menuju lemari yg sudah tertata rapi dengan baju,sepatu,tas,perhiasan,dll yg sudah di sediakan untuknya.pilihannya jatuh pada dress warna biru muda yg sangat cocok pada tubuh mungilnya.tak mau membuat calon suaminya murka segera ia keluar menuju ke mobil yg sudah terparkir di bawah yg sudah ada roberth di dalamnya.
***
"jadi...istri ku sudah menjelaskan semuanya pada mu kan??ingat di mana posisi mu,kebetulan saja kami memungutmu dari lumpur dan mencuci mu lalu meletakkan mu di atas emas".
jika ada sikap manis ku pada mu itu tak lebih dari karena kau ibu anak ku"
tambahnya lagi
beginikah rasanya saat orang lain mengingatkan posisi mu
seperti tetimpa batu hati fara begitu sakit saat orang yg ia cintai mengatakannnya.tanpa ia katakan sudah tahu pasti apa posisinya dalam hidup dan hati pria itu.
kenapa juga aku harus berharap padanya.ingat fara jangan bawa perasaanmu dan kenapa juga aku menjadi sakit hati dengan ucapannya seperti bukan aku saja.begitulah dalam benak fara saat ini
"ya tuan...saya cukup paham akan hal itu dan saya juga sudah mempelajari aturan keluarga anda". ucapnya tegas sambil memandang roberth penuh keyakinan seakan mengatakan bahwa ia bukan wanita yg bisa di tindas.
" ayo,kita pulang sekarang!!"
sambil melihat jam tangannya yg sudah menunjukkan jam 8 malam ia berdiri lalu di susul fara yg langsung berjalan duluan menuju mobil
brugh...
fara terjatuh sebelum membuka pintu mobil roberth pun sigap membawanya masuk dan merogoh ponselnya.
"hubungi edward,bilang padanya datang ke hotel..cepat!!!"
"......."
"bukan aku,tapi fara pingsan saat keluar dari restoran" dengan gugup ia berbicara
"......"
"ya....semoga saja"
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
keesokan hari nya tampak gadis cantik yg sudah di rias beserta gaun yg ia pakai sangat mewah dan anggun padanya.
"ayo cepat turun acara segera di mulai"
ujar MUA lalu berdiri sambil mengangkat ujung gaun.
fara pun berjalan menuju tempat di mana ia akan mengikat janji suci dengan sang mempelai pria.
tak bisa di pungkiri penampilannya membuat setiap mata tersihir akan kecantikan dan aura yg terpancar dari nya.
suara tepuk tangan dari orang yg hadir pun meramaikan suasana pernikahan roberth dan fara.setelah selesai mereka pun menyapa para tamu yg hadir dan roberth tampak sibuk dengan para tamunya,tampak fara pun sudah kelelahan karna melewati hari yg sangat sibuk hari ini.dia bergerak gelisah roberth pun menyadari hal itu menyuruhnya untuk menuju kamar mereka dahulu.
bicara soal jesseline dia menyapa para tamu yg hadir dengan senyum manisnya seolah tak ada rasa sakit karena berbagi suami.orang yg memadangnya pun takjub karena kebesaran hatinya yg rela menukar kebahagiaan dengan orang lain.