
"Oke aku jujur kak, kemarin sehabis diantar Kak Rio, aku ngumpet di gazebo belakang, sengaja supaya gak ada yang tahu kalau aku udah dirumah"ucap Raina menjelaskan.
"Kenapa? ada apa?" tanya Reno pula.
"Gak sengaja aku buka dashboard mobil Kak Rio, disana ada hadiah pemberian cewek lain kak, dia masih nyimpan hadiah orang lain, padahal kami baru aja jadian" ucap Raina mengungkapkan rasa kecewanya.
Reno menghela nafas panjang, "Lain kali jangan kayak gini ya, kamu kayak anak kecil aja, bicarakan baik-baik sama Rio, Kakak kenal baik dengannya, dia gak mungkin ngecewain kamu, asal kamu bilang aja apa mau kamu, Kakak gak mau denger ada masalah kayak gini lagi" Tegas Reno.
"Iya kak, Maaf" ucap Raina yang memang sangat patuh dengan Kakaknya.
"Sekarang telepon Rio, dia panik nyariin kamu dari kemarin" perintah Reno pula.
"Iya kak, Maaf" Hanya itu yang bisa Raina ucapkan.
.
.
Reno memijat pelipisnya yang terasa pening. Baru saja Bayu mengabarkan kalau ada kendala dengan klien yang belum puas dengan rancangan yang sudah disiapkan.
Angel pun memutuskan untuk libur bekerja menemani suaminya yang sedang rebahan di sofa ruang tamu.
"Itu sudah rancangan ke 5, tetapi masih ditolak, pertama kali ketemu klien yang susah ditebak maunya apa" curhat Reno pada istrinya.
Reno merubah posisi berbaring dipangkuan istrinya.
"Gimana kalau kamu undang kliennya ke Kantor? ajak bertemu dengan arsiteknya, biar bisa dirubah langsung bagian mana yang akan direvisi, jadi lebih efisien dari pada harus bolak-balik seperti itu" usul Angel.
"Sepertinya susah, karena dia sangat sibuk, sekarang saja untuk bertemu harus buat janji seminggu sebelumnya" jelas Reno.
"Atau arsiteknya yang kesana kalau memang dia sibuk" saran Angel pula.
"Kalau itu sudah, tapi ya gitu, waktu bertemu terbatas, yang buat tambah susah adalah sekarang dia minta tambahan rooftop setelah dibuat design baru dia bilang gak jadi isi rooftop, ya gitu lah pokoknya cepat berubah alias plin plan" ucap Reno menceritakan bagaimana ribetnya klien terbarunya.
"Sabar ya sayang, pasti ada jalan keluarnya" ucap Angel berusaha menenangkan suaminya.
"Makasih sayang, dari yang aku dengar Ibu Winia memang begitu orangnya, tidak fokus dan plin plan, sekarang ingin A besok B, jadi kita harus benar-benar sabar" lanjut Reno
"Kemungkinan besok aku sendiri yang akan kesana langsung, Diyo sudah angkat tangan menghandle Bu Winia" ucap Reno.
"Sekarang istirahat dulu supaya besok bisa fokus kerja ya" kata Angel sambil mengelus rambut Reno dipangkuannya.
"Makan siang diluar yuk, aku pengen bakso" ucao Reno tiba-tiba.
Angel mengerutkan kening, tumben-tumbennya Reno pengen bakso, biasanya setiap di ajak makan bakso ada aja alasannya.
"Yakin bakso? biasanya gak mau makan bakso?"tanya Angel terheran.
Reno mengangguk, "Yang di deket kampus kita dulu itu, Kamu inget kan?" ucap Reno pula.
"Emang masih ada? udah lama banget itu yang"tanya Angel ragu.
"Aku pengen makan disana, sambil mengenang masa kuliah saat aku jadi pengagum rahasiamu"
Angel cekikikan, "Ayo..., sudah jam 12 ini".
Mereka pun bergegas menuju kedae bakso yang dimaksud.
45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di lokasi.
"Masih seperti dulu" Kata Reno saat pesanan mereka telah tiba.
"Bukannya kamu gak suka bakso? tiba-tiba pengen makan bakso, jauh-jauh kesini lagi belinya" kata Angel sambil geleng-geleng kepala, dia mulai meracik bakso miliknya, 2 sendok cabe dan sedikit kecap.
"Jangan banyak-banyak gitu isi sambel, kan kamu ngurangi pedas" omel Reno pada istrinya.
"Sekali-kali gak pa-pa" kata Angel sambil nyengir.
"Kalian disini?" tanya seseorang yang baru saja memasuki kedae bakso tersebut.
BERSAMBUNG...