MY ANGEL

MY ANGEL
Berpisah



3 tahun kemudian…


Melody yang berprofesi sebagai seorang model sedang melakukan pemotretan di salah satu Villa di kota B.


Sejak lulus kuliah dia sudah aktif di dunia modeling dan membintangi berbagai iklan, video klip bahkan film.


Karirnya semakin bersinar, begitu juga circle pertemanan dan cara pertemanannya yang sangat berubah yang mengakibatkan hubungannya dengan Reno semakin renggang.


Hari ini Reno berencana menjemput Melody di lokasi pemotretan, tapi sampai sana dia begitu terkejut melihat Melody dengan akrabnya merangkul seorang pria, hal itu menyebabkan Reno geram dan menarik lengan Melody dengan paksa.


“Apa yang kamu lakukan Mel?” tanyanya dengan suara yang agak tinggi.


Melody melepas cekalan tangan Reno


“Ren, aku udah gak kuat sama kamu, aku gak bisa pacaran kayak gini, kita putus aja” ucap Melody dengan suara tak kalah tinggi.


“Apa maksud kamu mel?” tanya Reno benar-benar marah.


“Aku gak bisa pacaran sama kamu lagi, kita sudah tidak ada kecocokan, jangan ganggu aku lagi” ucap Melody dengan suara yang kembali meninggi. Reno sudah tidak bisa menahan amarahnya, bukannya menjelaskan Melody malah meminta putus dari nya.


“Oke kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, aku terima” ucap Reno dan langsung pergi dari tempat itu. Melody menatap punggung Reno yang semakin menghilang dengan menahan tangis berusaha tegar


“Kenapa kamu bisa minta putus say?” tanya Rima asisten melody dengan prihatin.


“Kami sudah tidak ada kecocokan, memang sudah seharusnya kami berpisah” jawabnya kemudian memeluk asistennya tersebut.


Bukan tanpa alasan Melody meminta putus dari Reno. Dia merasa kalau hubungannya jalan di tempat. Selama berpacaran Reno tidak pernah menciumnya sekali pun. Melody merasa kalau dia hanya memiliki raga Reno tapi bukan hatinya.


Orang lain malah biasanya bisa sampai melakukan hubungan suami istri saat berpacaran, sedangkan mereka? Berciuman bibir saja tidak pernah. Berulang kali Melody berusaha mencium Reno tapi selalu saja di tolak mentah-mentah.


Alasan Reno adalah tidak mau nanti menjadi dosa. Awalnya Melody bisa menerima alasan itu. Tapi lama kelamaan Melody sadar kalau dari awal tidak ada cinta dari Reno untuknya.


Jadi untuk apa dipertahankan.


.


.


Reno sudah berada di sebuah café sambil menunggu Rio sahabatnya dari jaman kuliah. Dia menangkup wajahnya frustasi, bagaimanapun dia dan Melody sudah lama berpacaran dan malah berakhir seperti ini.


Tak lama Rio pun datang. Dia duduk tepat di depan Reno. Dia perhatikan wajah Reno yang terlihat kusut.


“Kenapa kamu bro? putus?’’ tanya Rio hanya ingin menggoda Reno yang tampak murung. Rio tadi tidak sempat menanyakan alasan Reno ingin bertemu.


“Iya, baru aja gue putus” jawab Reno dengan menghela nafas.


“Serius?”ucap Rio tampak terkejut, “Gak nyangka aku akhirnya kalian putus, padahal adem ayem aja. Bahkan kalian sering LDRan dan tidak ada masalah. Lalu kenapa bisa putus?” tanya Rio.


“Tadi aku liat dia mesra-mesraan sama cowok, bukannya jelasin dia malah minta putus” jawab Reno sambil mengacak-acak rambutnya. Dia tidak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran Melody. Dia yang salah tapi dia yang minta putus.


“Sabar bro, aku gak tau harus bilang apa, tapi aku siap jadi pendengar setia kamu” ucap Rio berusaha menghibur Reno, dia pun menepuk bahu Reno pelan saat mengatakannya.


“Thanks, sorry aku ganggu kerjaan kamu ya” balas Reno. Dia sangat butuh temab curhat kali ini dan Rio yang paling dekat jaraknya dengan lokasi Reno saat ini. Reni, Rio, Anjas dan Andi masih berteman baik dan sering berkumpul bersama.


Semenjak lulus kuliah, Reno tetap bekerja di tempat yang sama. Dia mengabdikan diri dengan semua kemampuan yang dia miliki hingga diangkat menjadi manager. Semoga saja tahun-tahun mendatang bisa naik posisi menjadi direktur bahkan CEO.


“Minggu depan aku dapat voucer menginap di villa K, kita menginap aja ber 4, gimana kamu mau?” tawar Reno, “Kita ajakin yang lain juga" imbuh Reno.


“Dalam rangka apa lo dapat voucher?” tanya Rio.


“Kemarin pas ghatering di kantor hadiahnya voucher villa” jawab Reno.


“Hebat bener pak manager” ucap Rio terkekeh.


“Hebat apaan, kebetulan aja aku yang dapet” sahut Reno.


Mengobrol dengan Rio bahkan dengan mudahnya bisa merubah mood jelek Reno yang baru saja diputuskan oleh pacarnya yang seorang model terkenal.


Mereka pun terlibatlah obrolan seru antara sahabat lama yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.


Setelah lulus kuliah ke 4 sekawan tersebut tetap bekerja di perusahaan mereka dulu saat masih kuliah, mereka sudah sangat nyaman dengan pekerjaannya.


Apalagi Reno sekarang sudah menjadi manager di perusahaan kontruksi tersebut membuatnya semakin sibuk yang mengakibatkan hubungannya dengan Melody semakin renggang.


Apalagi di lubuk hati Reno yang paling dalam masih menyimpan nama Angel yang selalu dia sangkal tapi masih tetap bertahta disana.


"Jangan terlalu dipikirkan, kalau jodoh pasti kembali bersama" ucap Rio sebelum berpisah menuju kendaraan masing-masing.


Entah kenapa Reno malah merasa lega setelah berpisah dari Melody. Sebelumnya dia merasa ada batu besar yang menimpa tubuhnya, tapi sekarang dengan perlahan Reno merasakan kebebasan pada dirinya.


"Mungkin ini sudah yang terbaik untuk kami" ucap Reno bahkan bisa tersenyum.


Rio yang melihat itu tentu merasa kaget.


"Apa jangan-jangan selama ini Reno masih menyukai Angel?" batin Rio.


Selama 3 tahun ini setiap mereka berkumpul Reno pasti pernah saja menanyakan keberadaan Angel.


Reno berkata menyesal membentak Angel, dan setelah kejadian itu Angel benar-benar hilang di telan bumi. Bahkan saat wisuda pun mereka tidak bertemu.


....


Seminggu berlalu, Reno benar-benar menyibukkan diri, melupakan kenangannya bersama Melody, bagaimanapun mereka sudah lama menjalin hubungan.


Tapi mungkin nasib berkata lain, jodoh tidak bisa dipaksakan. Reno juga sadar bahwa tidak baik memaksakan hubungan, dia sendiri masih ragu akan perasaannya terhadap Melody, tidak baik melanjutkan hubungan tanpa perasaan yang jelas karena akan menyakitkan salah satu dari mereka. Putus memang solusi yang terbaik, Selama ini Reno tidak tega meminta putus dari Melody karena takut menyakiti hatinya, tapi tanpa dia sadari dengan cara mereka tetap bersama tapi hati Reno untuk orang lain malah lebih menyakitkan untuk Melody.


"Ternyata seminggu ini aku baik-baik saja. Aku malah merasa lega" batin Reno.


Reno juga sudah menceritakan hubungannya yang telah berakhir pada Ibu dan adiknya.


Ibu Reno dan Melody cukup dekat, beberapa kali Reno kerap mengajak Melody kerumahnya dan mengobrol dengan Ibu serta adiknya.


"Ya ibu tidak bisa bilang apa-apa. Yang terpenting kalian tidak menyesal dengan keputusan yang sudah kalian ambil" itulah pesan Ibu Reno saat dia mengatakan sudah berpisah dengan Melody.


Bersambung ...