
pria itu memutar tubuhnya agar menghadapnya lalu di susul beberapa orang yg membawa senjata dan tak lupa alat komunikasi di telinganya.sontak fara menyembunyikan tubuhnya dalam dekapan pria itu.
"tenang,mereka anak buah ku"
mencoba menenangkan tubuhnya yg sudah gemetar ketakutan
"kau jahat hiks hiks...kau meninggalkanku sendiri hiks hiks"
tangisannya semakin kencang saat roberth menggendong tubuh mungilnya lau menoleh ke anak buahnya tersebut.
"perkuat pertahanan benteng,jangan sampai ada yg masuk!!!" serunya pada 20 orang yg bertubuh kekar.
****
Villa ini dilengkapi dengan kamar tidur yang luas, kamar mandi dan kolam renang dalam ruangan, gudang anggur, bar, gymnasium, piano, meja biliar, ruang rekreasi,dan banyak lagi
"aku baru tahu di dalam hutan ada villa yg semegah ini"
kekagumannya tak bisa di tutupi matanya melihat ke setiap sisi ruangan lalu fokus pada sebuah figura besar di ruang tengah yg tertutup kain putih.
sepertinya itu photo tapi kenapa harus di tutupi
"kau penasaran??bukalah"
matanya melotot tak percaya akan hal yang di lihatnya.menoleh ke arah robert dengan tatapan penuh tanda tanya.
"kau terkejut??apa kau tak merasakan cinta ku selama 7 tahun ini?"
apa?cinta?.
"apa yg kau bicarakan.ck cinta??bahkan perkataan pedas mu itu mampu meracuni ribuan ikan"
"kemarilah angel"
meraih tangannya agar duduk di sebelahnya.
"jangan panggil aku begitu!!"
sergahnya dengan air mata yg tak terbendung di pelupuk matanya.
"kau bilang cinta tapi kau menikah dengannya,jangan menarik ulur perasaan ku.setelah melahirkan nanti kau akan membuang ku kan??kau berpura baik agar aku menjaga bayi ini.iya kan??"
"jangan bersikap manis padaku,aku menerima tawaran menjadi ibu pengganti hanya untuk masa depan jasson dan jessica agar mereka tak di pandang sebelah mata karena tak punya kuasa dan kekayaan sepertimu"
"kau bicara apa??bayi ini milik kita berdua,kau ibunya dengarkan dulu penjelasan ku"
namun fara tak mau mendengarkan ia pergi ke arah depan villa dan duduk di bangku.
sedangkan roberth frustasi melempar barang yg ada di dekatnya para pelayan dan bodyguard pun hanya menunduk tak menyaksikan kemarahan tuannya.
"akkhhhhh"
***prankkkk
prankkkk***
"aku melakukan ini demi dirimu angel,7 tahun aku menyiksa batin ku untuk melindungi mu"
FLASHBACK 7 TAHUN LALU
****
"wah...ada acara apa paman jack??kenapa semua tampak sibuk apa akan pesta".
"kau tidurlah tak usah ikut menyambut, anak kecil tak baik tidur larut malam" sambil menahan tawa lalu mengusap kepalanya.fara pun mengerucutkan bibirnya karna di ejek oleh paman jack.
"apakah dia baik paman,laki-laki atau perempuan?"
mendapat tatapan tajam fara pun tertawa geli melihat ekspresi paman jack.lalu berlalu ke kamarnya untuk tidur
******
di pagi hari yg cerah di sinilah ia berada menata bunga,mencabuti rumput sambil bersenandung ria.tak menyadari adanya orang memperhatikannya sejak tadi.
"ughhh berat sekali"
mencoba mengangkat pot bunga yg terbuat dari keramik tersebut.menoleh ke belakang ada sepasang kaki mendekat.tanpa melihat wajahnya ia pun mencolek kaki tersebut dan berkata
"bisa tolong bantu aku pindahkan ini,uhhh berat sekali"
sambil mengusap keningnya yg di penuhi keringat.tanpa menjawab ia memindahkannya.
"siapa nama mu?" tanya pria itu tapi fara tetap fokus ke bunga yg ia pegang tanpa melihat wajahnya.
"fara angel"
lalu tampak seseorang mendekat
"tuan muda,sarapan sudah siap" seru paman jacob yg mana membuat fara terasa tersengat.
tuan muda.gawat
"angel,ikut aku!!"
"hah?!saya tuan muda" menunjuk ke arahnya tak percaya.tak menggubris roberth pun berjalan menuju dapur.sedangkan fara hanya masih mematung hingga paman jacob memberi isyarat untuk mengikuti robert.
"mulai hari ini kau yg mempersiapkan makanan ku"
"tapi..."
"kenapa kau tak mau??hmm padahal tadi ada yg menyuruhku mengangkat pot." sontak membuat fara salah tingkah
"eum...ia tuan muda"
sejak hari itu pun fara menyiapkan makanan untuk roberth bahkan sesekali menjahilinya pura-pura sakit tangan agar ia mau menyuapinya.
bahkan di ahir pekan roberth membawanya ke restoran alasannya yg klasik tidak bisa makan jika bukan fara yg menyajikan ke piringnya.
kadang kala ke pasar malam dan juga mengunjungi taman bunga yg tak jauh dari mansion
"heyy tunggu tetap seperti itu,pose yang bagus".
memotret fara yg sedang asyik dengan bunga di tangannya.
tanpa mereka sadari sudah tumbuh benih cinta diantara mereka.sementara fara hanya mengikuti kemauannya tanpa berani mengungkap perasaannya pada tuannya takut akan statusnya kini memandangnya sebelah mata.
jujur dalam hatinya fara merasa nyaman dan aman bila berada di dekatnya.
tak terasa 2 tahun kedekatan mereka membuat keduanya ingin mengutarakan rasa masing-masing hingga tiba dimana mereka tak akrab lagi dan saling menjauh seolah tak pernah dekat.
(sekian dulu ya) besok masih flashback
love
MARWAH HASAN