MY ANGEL

MY ANGEL
Nungguin Ya?



Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam, ke empat sekawan itu masih saja mengobrol tidak mengenal waktu


Sampai ponsel Rio bordering dengan kerasnya, panggilan dari Raina sang istri.


“Iya Rain, ini kakak pulang sekarang” Sepertinya Raina masih sedikit kesal karena kejadian Rio mengantar Sari pulang beberapa waktu lalu, “Ini sama kakak kamu kok, mau ngomong?”.


Belum Raina menjawab pertanyaan Rio, Reno sudah mengambil telepon itu.


“Raina” kata Reno memulai obrolan, terdengar sangat menakutkan di telinga Raina.


“Iya kak” jawab Raina gugup.


“Rio masih dirumah masih ngobrol-ngobrol sama kakak, sebentar lagi pulang kok”.


“Iya kak” lagi-lagi Raina hanya bisa menjawab iya.


"Kamu tidur saja duluan ya, Rio gak bakalan berani macam-macam, kakak jaminannya”.


Setelah mengatakan itu dia kemudian menyerahkan kembali handphone itu kepada Rio.


Terdengar Rio kembali berbicara dengan Raina.


“Iya iya” jawab Rio, entah apa lagi yang dikatakan Raina.


Rio pun menutup teleponnya.


“Hebat Kamu Ren, istri Aku langsung nurut, Aku aja yang suaminya kalah” kata Rio cengengesan.


“Iya lah, Aku kan kakaknya kalau Kamu lupa”ucap Reno.


“Ampun suhu” jawab Rio dengan mengatupkan tangan di depan dada.


Mereka ber empatpun kembali tertawa.


Angel yang terbangun karena haus. Dia melihat kesebelah tempat tidurnya, ternyata suaminya masih belum selesai dengan acara kumpul-kumpulnya. Angel beranjak dari tidurnya kemudian menuju dapur, terdengar samar-samar suara tertawa ke empat sekawan itu.


“Ya ampun, sudah jam berapa ini masih saja ngobrol sampai lupa waktu” guman Angel sambil membuka pintu kulkas di depannya.


Diambilnya 1 botol air mineral kemudian kembali kekamar, tak disangka sang suami mengikuti dari belakang.


Reno menutup pintu kemudian menguncinya.


Reno hanya mengangguk sebagai jawaban.


“Mama nungguin papa ya makanya belum tidur?” bisik Reno di telinga istrinya. mereka masih berdiri didekat Kasur dengan Reno yang memeluk dari belakang.


Angel membalik tubuhnya kemudian mencium pipi suaminya sekilas.


“Mama haus jadinya kebangun, ayo tidur” Angel sudah berjalan menuju Kasur tetapi Reno menahan tangannya.


“Pengen ma” rengek Reno manja seperti anak kecil.


Angel tidak menjawab tetapi langsung masuk kedalam selimut.


“Ma …pengen” kata Reno lagi.


Dia ikut bergelut dibawah selimut.


“Siapa suruh ngobrol sampai malam, gak ada jatah malam ini” kata Angel pura-pura merajuk kemudian memunggungi suaminya.


Reno tidak tinggal diam, tidak peduli dengan penolakan sang istri dia terus mengusap usap wajahnya di punggung Angel dengan tangan yang tidak bisa dikondisikan.


Sampai Angel kegelian dibuatnya.


“Jangan rusuh deh Pa, nanti Darren bangun”.


Bukan Reno namanya kalau menyerah begitu saja, diciumnya ceruk leher istrinya sampai Angel menyerah.


Pergulatan panas itu pun terjadi, suara-suara khas percintaan itu pun terdengar.


Belum sempat mencapai surga dunia, tiba-tiba saja Darren bangun dan langsung terduduk, seperti orang mengigau.


Langsung saja Reno dengan cepat menutup tubuh dirinya dan Angel yang sama-sama polos sambil menahan napas tentunya.


Dan dalam hitungan detik Darren kembali tertidur sambil berguman tidak jelas.


Reno dan Angel saling berpandangan kemudian tertawa tanpa suara. Memang ya kalau sudah punya anak ehem ehem itu agak susah, harus punya jurus tersendiri, ehehehe.


“Kayaknya Darren harus dibiasain tidur dikamar sendiri” bisik Reno tepat ditelinga istrinya.


BERSAMBUNG 😍