MY ANGEL

MY ANGEL
Bertemu Melody



Beberapa hari kemudian di sebuah restoran, Angel dan Reno sedang makan siang, mereka baru saja mengunjungi lokasi proyek bersama Andre. Tapi Andre sudah kembali duluan karena sudah ada janji yang tidak bisa diwakilkan dengan rekan bisnisnya. Andre memang pengusaha yang cukup sukses dengan berbagai bidang usaha yang dia miliki.


Sepeninggalan Andre, tinggallah Reno dan Angel berdua menyantap makanan mereka dalam sunyi. Baik Reno maupun Angel sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Angel” kata Reno memecah kesunyian, “Bolehkah aku tetap memanggilmu Angel?” tanya Reno sambil menatap dalam mata Angel.


Ditatap seperti itu membuat Angel deg degan luar biasa, tapi dia berusaha biasa-biasa saja.


“Terserah bapak saja” jawab Angel berusaha cuek dan kembali meneruskan makannya. Reno yang melihat itu menjadi menghela nafas dengan berat.


“Aku suka dengan nama Angel”guman Reno yang masih bisa didengar oleh Angel.


“Hah?” kata Angel terkejut,


“Maksud ku namamu bagus” jawab Reno sambil tersenyum.


“Bapak boleh manggil saya apa saja pak” kata Angel kemudian.


“Baguslah karena Angel sudah terukir dihatiku” kata Reno dalam hati kemudian melanjutkan makannya.


“Reno “ sapa seorang perempuan yang tiba-tiba menghampiri mereka, “ Aku kira benar ucapan ibu kalau kamu terpuruk setelah kita berpisah, tapi nyatanya kamu sudah ada pengganti aku? Ucap Melody dengan sinis. Reno berdiri, dia benar-benar kesal dengan kata-kata Melody barusan. Seolah-olah dialah yang mengakhiri hubungan mereka.


“Jaga bicaramu ya mel, Angel adalah rekan kerjaku. Dan lagi jangan kamu dengarkan ucapan ibu, karena aku tidak pernah terpuruk setelah berpisah dari mu” ucap Reno tegas.


Melody yang mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat dia sangat kesal pada Reno. Dia pun kemudian meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun.


“Pak Reno maafkan saya ya, harusnya tadi saya langsung ikut dengan kak Andre, sekali lagi saya minta maaf pak” ucap Angel yang merasa tidak enak hati .


Reno pun kembali duduk. Dia pandangi wajah Angel yang nampak merasa bersalah.


“Kamu tidak salah Angel, kamu tidak perlu minta maaf, Aku dan melody cuma masa lalu, malah aku lega sudah berpisah dari nya. Malah aku yang meminta maaf atas kata-katanya barusan. Jangan diambil hati ya ucapan Melody tadi." ucap Reno yang tentu saja tidak enak hati atas kata-kata tidak berdasar dari Melody.


“Iya pak saya tidak apa-apa. Tapi kenapa bapak putus kalau harus terpuruk setelah berpisah pak?” ucap Angel yang menyalah artikan perkataan Melody barusan.


“Jangan kamu dengarkan dia, Ibu juga ngapain sampai menghubungi Melody. Padahal sudah aku katakan kalau aku hanya lelah bekerja" sesal Reno. Dia tidak menyangka Ibunya sampai menghubungi Melody.


“Mungkin ibu bapak mengkhawatirkan bapak” ucap Angel.


Reno tersenyum, “Tapi aku tidak pernah terpuruk setelah putus dari Nelody, aku frustasi karena perempuan yang aku cintai menikah dengan orang lain” ucap Reno jujur.


“Jadi bapak menyukai orang lain? Bukan Melody?” tanya Angel terkejut.


Angel heran kenapa Reno malah berhubungan lama dengan Melody tapi dia menyukai orang lain. Bukankah itu menyakitkan untuk Melody?.


“Tapi dia tidak tau kalau aku suka sama dia, bodoh sekali kan? Semua sudah terlambat” ucap Reno murung.


Ternyata Reno sangat menyukai gadis itu. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran pria. Batin Angel.


“Sabar ya pak, mungkin dia bukan jodoh bapak” ucap Angel mencoba menenangkan Reno, “Saya doakan semoga bapak segera dapat jodoh yang terbaik” imbuh Angel sambil memperlihatkan senyum termanisnya kepada Reno.


“Kamu jangan senyum seperti itu Angel, kamu bisa bikin aku diabetes” ucap Reno terkekeh.


“Bapak gombal, baru aja bilang patah hati sekarang gombalin saya”ucap Angel sambil geleng-geleng kepala.


“Hahaha… “ mendengar itu dari Angel membuat Reno tertawa lepas. Angel memperhatikan Reno yang tertawa. Perasaan yang sekian lama dia tutupi semakin menjadi-jadi. Berusaha bersikap cuek supaya tidak kembali jatuh hati kepada Reno. Tapi semakin hari perasaannya semakin dalam. Apalagi dalam proyek ini mereka selalu bersama.


“Angel, apa suami kamu tidak marah kalau kamu kerja sampai malam seperti ini?” tanya Reno. Mereka baru saja sampai di depan rumah Angel setelah seharian meninjau lokasi pembangunan agar sesuai yang diharapkan. Karen lokasinya jauh jadi ketika malan menyapa mereka baru selesai.


“Suami saya orang yang paling pengertian pak, terima kasih tumpangannya ya pak, maaf merepotkan” ucap Angel kemudian turun dari mobil Reno.


Mendengar Angel membanggakan suaminya membuat Angel kembali merasakan sakit hati.


"Ya Tuhan, semoga aku bisa menjalani ini semua" ucap Reno dalam hati.


Reno menunggu sampai Angel masuk ke rumahnya baru kemudian meninggalkan rumah tersebut.


Di dalam rumah Angel sudah disambut Andre sang kakak di ruang TV.


“Reno gak disuruh mampir?” tanya Andre dengan senyum mengejek, “Kenapa kamu bilang sudah menikah?” goda Andre pulam


“Kakak tau dari mana?’’ tanya Angel dan duduk di sebelah Andre. Dia tidak pernah membicarakan Reno pada kakaknya tapi kenapa kakaknya bisa tau? Begitulah kurang lebih isi hati Angel.


“Dia yang bilang sendiri, masak dia ngira kamu istri kakak? hahahaha’’ ucap Andre yang tak bisa menahan tawanya.


“Masak sih? “ Angel tak mempercayai ucapan kakaknya.


Andre terus saja tertawa. Dia heran kenapa Reno yang pintar berubah jadi bodoh ketika berurusan dengan Angel.


Bisa-bisanya dia dikibulin. Itulah isi hati Andre.


‘’Udah dong ketawanya” kesal Angel karena Andre masih saja tertawa.


“Sepertinya dulu kalian pernah dekat ya?’’ tebak Andre menaik turunkan alihnya, mengintrogasi sang adik.


"Kalau gak dekat mana mungkin Reno yang sudah beberapa kali kerjasama sama kakak sangat professional tidak pernah menanyakan urusan pribadi, malah mengintrogasi kakak tentang mu. Pasti ada apa-apa kan?" tanya Andre pula.


“Kami gak pernah dekat kak. Kita cuma beberapa kali bertemu dan pernah satu kelompok saat KKN. Hanya saja Reno memang orang baik, sering bantuin aku” jelas Angel apa adanya. Tapi raut wajah Angel mengiratkan kalau dia memang menaruh hati pada Reno dan tentu saja Andre bisa membacanya.


“Kamu suka ya sama Reno? jujur sama kakak” tuntut Andre.


Angel bingung harus menjawab apa , dia hanya diam tak menjawab.


“Jangan terlalu keras sama diri mu sayang, kamu berhak bahagia” ucap Andre sambil memegang kedua bahu adiknya.


"Kamu segalanya buat kakak, kakak akan selalu menjaga kamu” imbuhnya.


Angel tidak bisa berkata-kata. Yang Angel lakukan adalah memeluk kakaknya dan menangis dalam pelukan Andre.


Tanpa Angel menjawab Andre sudag tau jawabannya.


Dia elus-elus punggung adiknya.


"Jangan bohongi Reno terlalu lama, dia akan marah bila tau kamu berbohong" ucap Andre memperingatkan adiknya.


Angel hanya diam tak bisa menjawab lagi.


Bersambung...