MY ANGEL

MY ANGEL
Guru Cantik



Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa seminggu lagi KKN akan berakhir. Daffa seminggu sekali kunjungan ke Posko untuk meninjau sejauh mana proker sudah berjalan.


Diruangan kelas SD di desa tersebut, Para mahasiswa tampak mengajar Bahasa inggris untuk siswa SD kelas 3 sampai kelas 6. Reno , Riri dan Angel mengajar di kelas 3. Sengaja Reno yang mengatur kelompok belajar agar bisa bersama dengan Angel. Mencari kesempatan dalam kesempitan.


“Selamat siang adik-adik semuanya, Perkenalkan nama Kakak adalah Angela Fransiska, kalian bisa panggil kakak dengan sebutan Kak Angel , dan ke dua teman kakak namanya Kak Reno dan Kak Riri” ucap Angel memperkenalkan diri di depan kelas.


“Selamat siang kakak-kakak” jawab murid-murid itu kompak.


“Siang ini kita akan belajar tentang greeting, ada yang tau apa Bahasa indonesianya greeting?” Angel memulai proses belajar mengajarnya. Dia terlihat sangat bersemangat . Diam-diam Reno


terus memperhatikan Angel, senyum kecil terbit di bibirnya melihat begitu cerianya Angel mengajar. Ada desiran aneh mendarat lagi di hatinya. Perasaan yang susah payah dia tutupi demi menjaga persaaan Melody pacarnya.


Selesai mengajar mereka kembali ke posko dengan berjalan kaki karena jarak antara posko dan SD tersebut tidak terlalu jauh. Angel dan Reno berjalan berdua saja karena Riri memilih untuk tetap tinggal di sekolah menunggui Shanty yang masih mengajar di kelas 6.


‘’Kamu duluan aja ya Njel, anterin ya Ren, Aku ada perlu sama Shanty” jelas Riri. Angel yang tidak enak berduaan dengan Reno memilih untuk tetap tinggal saja sambil menunggu Riri, tapi Riri menolak karena ada hal penting yang akan dibahas dengan Shanty. Karena kalah berdebat akhirnya Angel mengalah dan disini lah mereka sekarang, dalam perjalanan ke posko berdua saja dengan berjalan kaki.


Tidak ada yang memulai percakapan. Angel maupun Reno sama-sama diam. Kemudian karena merasa canggung akhirnya Angel memulai percakapan.


“Reno makasi ya waktu itu, kalau gak ada kamu gak tau deh nasib saya malam itu?” ucap Angel memulai pembicaraan.


“Maksudnya?” Tanya Reno pura-pura lupa. Padahal bersusah payah dia menutupi rasa senangnya karena Angel ternyata mengingat dirinya. Padahal kejadian itu sudah lama berlalu.


“Kamu gak inget ya sama saya? Ya ampun saya GR banget ternyata, kirain kamu masih inget sama saya” kata Angel sambil tertawa. Dia menertawakan kebodohannya sendiri.


“Beberapa bulan lalu kamu pernah nolongin saya pas ban motor saya pecah, sekali lagi makasih ya” ucap Angel sambil tersenyum dan senyum tersebut tertular pada Reno. Senyum manis yang membuat Reno diabetes.


Reno pura-pura mengingat, “oooo…. Kamu cewek itu, aku ingat sekarang” Benar-benar pintar acting, padahal sendirinya tidak pernah lupa dengan Angel, “iya sama-sama Angel” ucap Reno kemudian.


“Sudah mau sebulan kita KKN, baru kali ini kita sempat ngobrol berdua ya, baru sekarang juga saya sempat ngucapin terima kasih sama kamu” ucap Angel kembali tersenyum. Angel yang tidak tersenyum saja sudah membuat Reno berdebar-debar. Apalagi yang tersenyum seperti sekarang. Bisa kolap si Reno.


“Kamu terlalu banyak penggemarnya, aku gak berani dekat-dekat takut dikeroyok fans kamu” Jawab Reno bercanda, dia tertawa kecil saat mengatakan itu.


“Jangan bilang gitu Reno, saya gak punya fans kok, mereka semua teman saya” ucap Angel dengan senyum kecut.


Dia masih menggunakan Bahasa formal ketika berbicara dengan Reno.


Memang ini kali pertama mereka bicara berdua saja .


“Kenapa? Bukannya bagus punya banyak fans?” Tanya Reno yang terkejut melihat ekspresi Angel yang seperti tidak suka dikatakan memiliki banyak penggemar. Padahal biasanya cewek-cewek akan berlomba untuk mendapatkan fans.


Angel menghela nafas, “Panjang ceritanya, dan gak mungkin saya bisa ceritain ke kamu, saya gak mau ngulang luka, intinya dulu saya pernah dibilang cuma menang tampang aja. Apalagi ada beberapa orang yang terang-terangan mengungkapkan perasaan sama saya” jelas Angel.


“Gak apa-apa, santai aja” jawab Angel tersenyum, “ Oh iya, yang waktu di parkir pas pembekalan KKN, saya liat kamu sama cewek, itu Melody kan?” Tanya Angel mengalihkan pembicaraan.


“Kamu kenal Melody?’’ Tanya balik Reno.


“Belum pernah kenalan sih , cuma Eve sering cerita kalau dia punya temen pinter banget nyanyi namanya Melody, beberapa kali juga Melody jemput Eve pas kami ada jadwal di club music” jelas Angel.


“Kamu juga suka nyanyi ya?” bukannya menjawab pertanyaan Angel, Reno malah mengajukan pertanyaan lain pada Angel.


“Suka banget, dari kecil saya suka nyanyi” jawab Angel bersemangat. Rupanya Reno sengaja mengalihkan pembicaraan supaya tidak membahas tentang Melody. Dia bingung kalau nanti Angel bertanya siapa Melody. Padahal dia seharusnya tidak perlu menjelaskan atau berfikir Angel akan cemburu karena mereka tidak ada hubungan apa-apa.


“Pantesan sering aku liat sama Pak Daffa ternyata kamu salah satu anak asuhnya di club music” ucap Reno dengan nada yang dia buat agar tidak terdengar kalau dia sedang cemburu.


“Pasti kamu juga bakalan nanya saya punya hubungan apa sama Pak Daffa ya?” tebak Angel.


Reno mengerjitkan alis , “ Berarti sudah sering ada yang nanya?” ucap Reno terkejut.


Angel mengangguk ,”sampai bosan jawabnya, dijelasin kayak apa aja mereka gak percaya” jelas Angel. Angel menganggap kedekatannya dengan Daffa biasa saja, tapi sebagian orang menganggap itu tidak wajar. Padahal Daffa sudah bertunangan dan akan segera menikah. Tapi again orang tetap akan keukeuh dengan pendiriannya tanpa peduli apa yang sebenarnya terjadi.


“Habisnya kayak orang pacaran,kemana-mana berdua”ungkap Reni berdasarkan apa yang dia amati.


“Kita juga sekarang berdua, emang kita pacaran?” Tanya Angel yang seketika membuat Reno membulatkan matanya.


Reno kehabisan kata-kata, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Angel.


“Gak bisa jawab kan?” Angel langsung tertawa melihat expresi Reno , “ Mungkin nanti kalau Pak Daffa udah nikah baru saya berhenti digosipin “ lanjut Angel.


“Kalau nikahnya sama kamu?’’goda Reno.


‘’Ya gak mungkin lah, orang pak Daffa udah punya tunangan kok, saya juga kenal sama tunangannya’’ jelas Angel sesuai fakta di lapangan.


“Baguslah” jawab Reno tanpa sadar.


“Maksudnya?” Tanya Angel tak mengerti.


“Ya bagus, kalau pak Daffa udah punya tunangan, jadi bentar lagi mereka nikah, terus gak ada yang gosipin kamu lagi” jelas Reno.


Angel pun menganggukkan kepalanya. Angel sampai lupa dengan pertanyaannya tadi. Padahal dia sudah ingin menanyakan tentang Melody. Angel tau Melody memiliki suara yang bagus tapi kenapa dia menolak tawaran Daffa yang mengundangnya untuk ikut bergabung di club music.


Bersambung...