MY ANGEL

MY ANGEL
Pertunangan



Lani mencerna perkataan Vino. dalam hati terdalam dia senang, sangat senang. karena dari awal memang dia menaruh hati pada sang boss, tapi dia tahan karena hati itu sudah terpaut untuk yang lain. tapi akal sehatnya tidak bisa menerima begitu saja, dia takut hanya dijadikan pelampiasan saja. tidak ada yang bisa menyalahkan pemikiran Lani, karena dia sendiri yang menjadi teman curhat Vino, bagaimana pria itu menyukai sahabatnya sendiri. tapi hati orang siapa yang tau, bisa saja hati yang sudah terpaut kita berbelok.


Selepas makan malam dengan Vino. Lani langsung menghubungi sahabatnya. dia kemudian menceritakan semua yang terjadi. Angel tentu saja sangat senang mendengarnya. dia meminta sahabatnya untuk mendengarkan kata hatinya. tentu saja kata hati Lani adalah menerima ungkapan perasaan Vino. tapi tetap saja dia masih meragu. lagi Angel memberi tahu bahwa cinta bisa tumbuh karena terbiasa, dan tidak ada yang tau akan kepada siapa dia berlabuh


hari demi hari berlalu, rasa canggung benar terasa antara Lani dan Vino. tentu itu membuat mereka tidak nyaman. Vino kemudian memanggil Lani keruangannya, dia ingin menyelesaikan semuanya, apapun jawaban Lani akan dia terima.


baru saja Lani masuk ke dalam ruangan tersebut, Vino langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Lani. Vino menarik tangan Lani dan menuntunnya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.Lani tampak gugup tidak berani menatap sang boss


“Lani, apa kamu merasa, sejak aku mengungkapkan perasaan ku padamu, kita menjadi sangat canggung?”


Lani diam tidak berani menjawab


Vino menghela nafas, “aku menyukaimu, tidakkah kamu merasakan itu?”


Lani benar-benar bingung, dia tidak tau harus bilang apa


“aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pendamping hidupku?” tanya Vino to the point


Lani menatap Vino tak percaya, Vino memintanya menjadi pendamping hidup


“jawab Lani” pinta Vino kembali


Lani sedang berdebat dengan hati dan logikanya. kemudian dia menarik nafas panjang dan menganggukkan kepala . Vino terperangah, dengan reflek memeluk Lani


Lani membalas pelukan tersebut, membenamkan kepalanya di da da Vino, mendengar dengan jelas debaran jantung Vino yang berdetak keras.


Tak Menunggu lama, satu bulan kemudian mereka mengadakan pertunangan sederhana di resort milik Andre. Vino menyewa Resort tersebut untuk acara pertungannya dengan Lani. Lani benar-benar terlihat cantik di acara tersebut. Angel yang datang dengan Reno langsung memeluk sahabatnya tersebut. akhirnya sahabatnya itu bertunangan juga. nampak jelas binar kebahagiaan di wajah Lani.


selesai acara Angel dan Reno pun pamit pulang, diperjalanan mereka mampir ke Toko kue untuk Kakak Ipar Angel yang sedang ngidam


“sayang, apa kamu gak mau menyusul sahabatmu itu?” tanya Reno saat mereka sedang memilih - milih kue


“prrtt…” Angel tidak bisa menahan tawanya, “kamu ngelamar aku? kok gak romantis banget sih” tanyanya sambil terkekeh


Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , “maaf ya, aku memang tidak bisa romantis, tapi aku janji akan bahagiain kamu” katanya sungguh-sungguh


Angel mengelus lengan Reno dengan sayang, “aku gak mau tunangan”


deg. wajah Reno langsung berubah murung


“tapi aku mau langsung nikah aja” kata Angel lagi


Senyum Reno langsung terbit, dirangkulnya sang kekasih erat. Angel melepas pelukan itu pelan


“jangan disini gak enak diliatin orang” katanya seraya tersenyum