MY ANGEL

MY ANGEL
Aku Menyukaimu



Riri menghela nafas panjang.


"Aku menyukai mu, Rio" kata Riri dengan percaya diri, dia menatap mata Rio saat berbicara.


"Hah?" Rio tampak terkejut.


"Aku serius, dari awal aku menyukaimu, saat pertemuan pertama kita di pernikahan Angel" jawab Riri apa adanya.


"Tapi bagaimana bisa? Maaf Riri kalau selama ini aku membuatmu salah paham, tapi aku hanya menganggap mu sebagai teman" aku Rio.


"Apakah tidak ada kesempatan untuk ku?" tanya Riri penuh harap.


Rio menggeleng dengan cepat.


"Aku tidak mau memberikanmu harapan , tapi kenyataannya hatiku sudah diisi orang lain, aku tidak mau kau sama seperti ku". Memang itulah yang Rio rasakan, memberi harapan tanpa kepastian itu sangat menyakitkan dan Rio tidak mau Riri merasakan hal yang sama.


Riri menunduk, air matanya hampir menetes. Tapi dia juga lega, setidaknya dia sudah mengungkapkan perasaannya.


"Maaf kan aku Riri, Kamu Baik , cantik dan karirmu sebagai dokter gigi juga bagus, kamu bisa dapatkan yang jauh lebih baik dari pada aku" ucap Rio merasa bersalah.


Riri tersenyum, tepatnya memaksakan tersenyum.


"Aku ngerti, setidaknya aku udah ngungkapin perasaan ku, aku lega sekarang "jawab Riri jujur.


"Sekali lagi aku minta maaf" Rio sudah kehabisan kata-kata.


"Jangan minta maaf, kamu gak salah apa-apa, kita tidak bisa memaksakan perasaan orang lain" ucap Riri berlapang dada.


"Kamu benar, sama seperti mu, aku pun tidak bisa memaksa keinginan Raina, dia berhak bahagia"ucap Rio menimpali.


"Aku doakan semoga hubunganmu dengan Raina bisa berjalan lancar, dan kalaupun tidak jodoh kamu bisa segera move on , hehehe" ucap Riri berusaha kuat untuk terlihat baik-baik saja.


"Terima kasih Riri, kau baik sekali, aku yakin yang akan menjadi pendamping kamu akan sangat beruntung".


Riri tersenyum tapi dalam hati menangis, tapi senang pernah mengenal pria bernama Rio, Pria yang sangat tegas dan berprinsip.


.


.


Drt drt drt


Ponsel Angel di atas nakas bergetar. Sekarang pukul 10 malam dan Reno belum juga pulang. Bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi.


Segera Angel mengambil ponselnya , berharap sang suami yang menghubungi.


Tertera nama Riri di layar ponsel. Angel mengerutkan kening, tumben sahabatnya itu menghubungi malam-malam begini.


Angel mengangkat telepon tersebut dengan di loudspeaker.


"Angel... hu hu hu..." terdengar tangisan dari Riri.


"Aku patah hati, Rio... Rio ternyata sudah punya gebetan ... huaaa....." jawab Riri sambil menangis kencang.


"Kamu udah ungkapin peraan sama Rio?" tanya Angel menimpali.


"Udah, dengan tegas dia nolak aku, sakit hati aku Angel" jawab Riri.


"Lebih sakit mana dia nerima kamu tapi hati dia buat orang lain?"tanya Angel.


"adua-duanya sakit lah, bukannya ngibur malah ceramahin aku" dengus Riri sebal.


" Sorry...sorry, tapi mau gimana lagi, Rio sudah jatuh cinta sama orang lain" ucap Angel apa adanya.


"Iya, dia bilang namanya Raina, Suami kamu kenal gak sama Raina? mereka kan temenan udah lama" tanya Riri penasaran.


Duhh... gimana  nih, cerita gak ya? batin Angel


"Kok diem sih Angel? Atau jangan-jangan kamu kenal?" tebak Riri.


"Aku emang tau kalau Rio naksir seseorang, tapi baru tadi pagi aku tau orangnya" jawab Angel jujur.


"Siapa ?"tanya Riri penasaran.


"Adik ipar aku, adiknya Reno" jawab Angel.


"Apa?" ucap Riri terkejut.


"Iya adik ipar aku, maaf ya Ri, sebelum terlalu jauh, Kamu lupain deh Rio, udah lama banget dia ngejar-ngejar Raina" saran Angel


"Iya aku tahu kok, aku ikhlas Angel, tapi tetep aja aku sakit hati" ucap Riri mengungkapkan isi hatinya.


"Gimana kalau kamu aku comblangin sama Anjas? dia belum ada gebetan" usul Angel.


"Sorry , bukan tipe aku, badboy kayak Anjas" tolak Riri tegas.


" Gak kok, dia baik, cuma emang agak pecicilan, tapi dia belum pernah pacaran, prinsip dia langsung nikah, hebat kan?" ucap Angel apa adanya.


"Tapi dia bukan tipe aku, Yang kayak Rio tipe idaman aku , cinta pada pandangan pertama, hu hu hu hu " Riri kembali tersedu.


"Sabar sayang, masih banyak bintang di langit" Angel berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Tanpa Angel sadari, Raina yang kebetulan lewat di depan kamar Angel yang sedikit terbuka mendengar percakapan mereka.


Raina memegang da da nya yang bergemuruh. Senang sekaligus bingung. Rio sudah menolak dokter cantik itu karena masih menyukai dirinya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Reno heran.


Raina terkejut karena Reno mengagetkannya.


BERSAMBUNG...