
"Apa kabar kak?" Reno baru saja memasuki ruangan Andre, karena kesibukan dia jarang mampir ke kantor Kakak Iparnya itu.
"Baik Ren, kamu tumben kesini?" tanya Andre bangkit dari kursi kebesarannya kemudian duduk di sofa
Reno pun mengikuti kakak iparnya itu untuk duduk di sofa.
"Angel tugas keluar ya kak? kebetulan aku lagi ninjau proyek deket sini sekalian mampir" tanya Reno karena istrinya tidak ada di tempat.
"Iya, dia lagi pengajuan proposal ke klien, gimana kerjaan kamu lancar?" tanya Andre.
"Lancar kak, Sebenarnya aku kesini mau minta tolong sama kakak , nanti Angel jangan dikasi kerjaan terlalu berat, aku sudah minta dia cuti dulu sementara tapi dia katanya pengen kerja"ucap Reno meminta ijin.
"Mentang-mentang pengantin baru pengennya berduaan aja ya? sampai minta Angel cuti segala" ledek Andre.
"Lho...Kakak belum tahu kalau Angel lagi hamil?"tanya Reno terkejut.
"Apa? Angel hamil? dia gak ada bilang apa-apa sama Kakak" kata Andre sangat terkejut.
Reno pun mengangguk, "Iya kak, yang beberapa hari lalu sempat gak enak badan ternyata Angel lagi ngidam"jelas Reno pula.
"Wah...selamat ya,Ren. Lancar jaya proyeknya cepet banget udah jadi" kata Andre seraya tertawa.
"Hehehe, makasi kak" jawab Reno malu sebenarnya.
.
.
Beberapa hari berlalu, kehamilan Angel sama seperti kehamilan pada umumnya, kadang muntah-muntah di pagi hari kadang juga tidak. Bahkan siang harinya dia bisa beraktifitas seperti biasa.
Tidak ada ngidam yang berarti yang ingin ini dan itu. Kehamilannya sungguh diluar ekspektasi Angel, dia mengira akan seharian di kasur dan mengusahkan suaminya dengan berbagai keiingan yang tidak masuk akal. Tetapi ternyata tidak demikian, dia bahkan seperti biasa tidak ada yang terlalu diinginkan.
Mungkin anak di dalam perut tidak mau merepotkan Ayahnya.
Hanya satu yang berubah, setiap malam Angel harus dipeluk suami, entah keiinginan si jabang bayi atau memang keiinginan sang ibu. Entahlah.
Seperti hari ini Angel sedang tidur memunggungi suaminya dengan Reno yang memeluk dari belakang. Deru Nafas Reno terasa jelas di ceruk lehernya.
Dan satu lagi yang berubah, Angel menjadi malas bangun pagi seolah malas untuk beraktifitas, tetapi setelah selesai Mandi dia akan kembali bersemangat.
Reno yang tidak ingin membuat istrinya merasa tidak enak kepada Mira akhirnya mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah.
Angel baru saja selesai memakai pakaian kerjanya kemudian mulai memakai make up tipis seperti biasa, Reno yang masih bergelung dibawah selimut memperhatikan istrinya yang sedang bersolek.
Pantulan Reno terlihat jelas di cermin meja rias, hingga Angel kemudian menoleh ke arah suaminya.
"Kenapa lihatin aku kayak gitu sayang?" tanya Angel seraya tersenyum.
"Kamu cantik banget, aku jadi cemas"jawan Reno menggombal.
"Cemas kenapa?" tanya Angel bingung.
"Nanti banyak orang yang naksir kamu, kamu itu hanya milikku sayang" jawab Reno apa adanya.
Angel tertawa kecil.
"Memangnya kenapa kalau banyak yang naksir aku? memangnya aku bakalan berpaling dari kamu? kamu gak percaya sama aku?"tanya Angel beruntun.
"Percaya, tentu saja percaya, hanya saja ada perasaan takut untuk kehilangan"jawab Reno.
Angel bangkit kemudian menghampiri suaminya, duduk di tepi ranjang dan mengelus pipi Reno dengan sayang.
"Aku hanya milik kamu, jadi jangan pernah takut"
Reno mengangguk kemudian menarik Angel sehingga istrinya ikut berbaring dengannya.
"Baju aku kusut nanti sayang, ayo bangun memangnya kamu nggak kerja?"tanya Angel pula.
Reno bergeming, bukannya bangun dia malah mencium bibir Angel dengan rakus.
"Sudah lama aku berpuasa, kita tanya ke dokter ya boleh apa enggak kamu aku masukin?" bisik Reno saat ciuman itu berakhir.
BERSAMBUNG ❤