MY ANGEL

MY ANGEL
Tetap Sahabat



Setelah melahirkan, Angel memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus mengurus keluarga.


Tidak ada penyesalan karena memang itu keputusan yang ingin dia ambil, Reno tidak pernah memaksakan apapun keputusan yang ingin Angel pilih.


Saat  Angel asyik bermain dengan sang Anak, Reno masuk ke dalam kamar mereka dan mencium pipi istrinya itu.


"Baru pulang pa? sudah makan?" tanya Angel sambil tersenyum.


Semenjak Darren lahir, mereka mengubah panggilan menjadi Mama Papa.


"Iya, Papa sudah makan diluar pas kumpul sama anak-anak"


"Ya udah, mandi dulu gih"


Reno kembali mencium pipi Angel dan Darren kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


"Mama, papa jolok belum mandi dah cium cium" kata Darren sambil menghapus pipinya bekas ciuman sang Papa.


Angel tertawa mendengar ocehan sang anak, semakin hari dia tumbuh semakin pintar dan menggemaskan.


Itu juga alasan Angel memilih menjadi ibu rumah tangga, karena tidak ingin melewatkan masa pertumbuhan sang anak


15 Menit Reno sudah selesai dengan ritual mandinya.


Dia menghampiri Angel yang duduk lesehan di atas karpet di kamar mereka.


Kamar yang sudah disulap menjadi tempat bermain sang anak


"Darren ayo kita belajar , hari senin lusa Darren sekolah kan?" kata Reno sambil memangku sang anak.


"Iya pa, Dayen mau belajal tapi besok antelin ke lumah Vita ya" Darren walau baru berumur 4 tahun tetapi sudah pintar bernegosiasi.


Reno mengusap kepala anaknya kemudian mengangguk.


Darren sangat senang kemudian melompat lompat.


Sambil menemani sang anak belajar, Reno menggenggam tangan Angel yang duduk disebelahnya.


"Ma, kalau umpama waktu papa masih jadian dengan Melody dulu, ada yang nyatain cinta sama kamu, apa kamu mau sama orang itu?" tanya Reno tiba-tiba.


"Kamu lupa ya pa, yang ngejar-ngejar mama saat itu banyak, cuma memang mama gak ada niatan pacaran, soalnya hati mama sudah direbut papa" jawab Angel dengan tersenyum jahil.


Reno mencebikkan mulutnya , gemas sendiri dengan jawaban sang istri.


Tapi memang itu kenyataannya, Dari dulu Angel sudah banyak mempunyai penggemar.


"kenapa kamu tiba-tiba nanyain gitu?".


Reno menghela nafas panjang, tidak ingin ada yang ditutup tutupi, dia pun menceritakan kepada Angel kalau Anjas memendam rasa padanya.


Angel terkejut pastinya, tetapi hanya sebentar.


Dia tersenyum kemudian membelai pipi Reno.


"Pa, papa tahu kan kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang? , apapun perasaan dia terhadap mama, tetapi dia bisa memposisikan diri dan tidak pernah berbuat lebih, jadi kenapa papa harus kepikiran?" ucap Angel lembut.


"Papa cuma bingung bagaimana harus bersikap selanjutnya".


"Bersikaplah seperti biasa, tidak akan ada yang berubah karena itu, kalian tetap sahabat".


"Rasanya susah Ma, apalagi alasan dia belum menikah karena dia masih menyukai Mama".


"Itu hanya masalah waktu saja, kalau dia sudah menemukan yang pas, dia pasti akan dengan mudah berpaling, sekarang hanya dia belum nemu yang cocok saja".


"Papa maunya jodohin dia sama tari, admin baru di kantor"


"Kalau menurut Mama sih jangan ya pa, biarkan dia nemuin jodohnya sendiri, sepertinya dia tipe yang gak suka dijodohin".


Reno pun mengangguk setuju.


Dalam hati berdoa semoga Anjas segera mendapatkan jodoh yang bisa membuat dia bahagia.


"Pa, ini benel?" Darren bertanya saat dia selesai menulis yang diperintahkan papa nya.


Reno kembali mengajar sang putra, kegiatan rutin setiap sore yang beberapa tahun ini menjadi kegiatannya setelah memiliki anak.


BERSAMBUNG ❤