MY ANGEL

MY ANGEL
Percayalah



Reno mengantar Angel menuju dimana mobilnya terparkir.


“Besok aku jemput kamu ya, kamu ikut kan ke proyek besok?” tanya Reno saat Angel sudah memasuki mobilnya tapi pintu mobil belum dia tutup. Reno berdiri tepat disebelahnya saat ini. Sekali lihat saja orang pasti tau kalau hubungan mereka bukanlah rekan bisnis.


Anna yang mengambil berkas di mobil pun melihat itu.


“Ya Tuhan sepertinya benar kata Wanda” ucap Anna dalam hati.


“Ada gossip baru” ucapnya kemudian dengan diam-diam mengambil foto Reno dan Angel yang sedang berbincang.


Dengan cepat dia melesat pergi setelah mendapat berkas yang dia dapat.


“Ikut kan?” ulang Reno karena Angel belum menjawab pertanyaannya.


Angel pun mengangguk.


Reno tersenyum lagi. Dia elus rambut Angel dengan sayang.


“Hati-hati di jalan. Nanti kabari kalau sudah sampai kantor ya” pesan Reno pada kekasih barunya itu.


“Iya “ jawab Angel seraya tersenyum.


Inginnya Reno menghadiahi ciuman di puncak kepala Angel tapi mereka belum genap sehari berpacaran, dia tidak mau Angel berpikiran yang tidak-tidak.


Reno menutup pintu mobil Angel dan melambaikan tangan melepas kepergian kekasihnya dengan senyum manis.



Anna berjalan dengan sedikit berlari menuju ruangannya.Terlihat sekali kalau dia sedang terburu-buru.


“Wid..wid lihat ini” kata Anna heboh sendiri.


Widya yang sedang focus dengan pekerjaannya melirik sekilas pada Anna.


“Apaan? Masih sibuk” jawab Widya cuek.


“Lihat dulu” Anna memperlihatkan foto yang berhasil dia ambil tadi.


“Oh My God” pekik Widya keras sekali tanpa sadar. 3 orang pegawai lainnya yang juga ada diruangan yang sama sampai menatap heran padanya.


“Maaf” ucapnya kemudian.


Widya kemudian kembali meraih ponsel Anna.


“Ini beneran?” tanya Widya masih tidak percaya.


Anna pun menganggukkan kepalanya.


“Aku sedih” ucap Widya sendu. Kentara sekali kalau dia sedang patah hati.


Anna menepuk pundaknya.


“Sabar…” ucap Anna menguatkan. Dia sangat tau sahabatnya itu memang sudah menyukai Reno sejak lama. Sayangnya dulu Reno sudah mempunyai pacar jadi Widya masih tau diri. Baru dia merasa senang karena Reno telah putus dari Melody tau-tau saja sekarang dia sudah dekat dengan gadis baru. Cantik pula.


“Kenapa cepat sekali dia dapat pengganti? Apa jangan-jangan Reno putus karena selingkuh?” tebak Widya pula.


“Kayaknya enggak deh. Tapi gak tau juga” jawab Anna terkekeh.


“Tapi yang sekarang pacarnya lebih cantik lagi dari yang duluan” tambah Widya.


“Cantik itu relative. Kamu juga cantik” ucap Anna menghibur Widya.


Walau begitu tetap saja Widya tidak merasa terhibur.


Saat itu juga mereka melihat Reno yang lewat  di depan ruangan mereka dengan tersenyum cerahnya.


“Pasti baru jadian” tebak Anna pula. “Lihat saja senyumnya” lanjutnya.


Widya pun menyetujui perkataan Anna.



Keesokan harinya, sesuai janjinya kemarin Reno menjemput Angel di rumahnya. Saat itu Angel, Andre dan istrinya sedang menikmati sarapan mereka.


Reno menekan bel rumah Angel. Dia akan mengatakan secara langsung pada Andre kalau diantara dirinya dan Angel sedang menjalain hubungan. Reno tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi bila dia dan Angel tidak jujur dengan hubungan mereka.


“Siapa ya pagi-pagi?” tanya Andre mengerutkan keningnya.


“Biar aku yang buka kak” jawab Angel. Dia kemarin tidak sempat memberitahukan hubungannya dengan Reno pada Andre.


“Biar kakak saja” ucap Andre lalu segera bangkit dari duduknya.


Andre segera membuka pintu dan terkejut melihat Reno disana. Dia memang ada janji dengan Reno tapi Andre tidak menyangka Reno sampai menjemput ke rumah.


“Selamat pagi Pak Andre” sapa Reno sambil mengulurkan tangannya.


Andre menerima uluran tangan tersebut.


“Selamat pagi Pak Reno. Ada apa ya pak?” tanya Andre to the point.


“Saya ingin menjemput Angel pak” jawab Reno tersenyum.


Jawaban seperti itu saja sudah membuat Andre langsung paham.


“Jadi kalian sudah pacaran?” tanya Andre pula.


Reno mengangguk, “Sudah pak, saya sekalian minta ijin sama Bapak. Kalau saya serius menjalin hubungan dengan Angel” jawab Reno.


“Kalau begitu jangan panggil saya Bapak lagi. Panggil saja Kak Andre sama seperti Angel” ucap Andre yang membuat Reno sangat senang karena hubungannya dengan Angel bisa diterima Andre dengan baik.


….


Tak terasa sebulan telah berlalu, hubungan antara Angel dan Reno pun semakin mesra. Mereka sering menghabiskan akhir pekan bersama, bahkan bila ada kesempatan sepulang bekerja mereka akan berjalan-jalan.


Seperti hari ini, Reno tidak malu-malu untuk menggandeng tangan Angel ketika mereka sedang meninjau lokasi proyek. Setelah Andre mengetahui hubungan keduanya, dia menyerahkan proyek mega seutuhnya kepada Angel.Dia membebaskan pembangunan proyek sesuai keinginan Angel.


Dt drt drt


Tiba-tiba saja ponsel Angel bergedar. Angel mengambil ponsel yang dia letakkan di dalam tas kemudian melihat siapa yang menghubungi. Terlihat di layar  nama Pak Vino the Marvel yang menghubungi.


“Aku angkat dulu ya Ren” ucap Angel meminta ijin.


Reno pun menganggukkan kepalanya.


“Selamat Siang Pak Vino” sapa Angel saat panggilan itu sudah dia angkat. Terlibat percakapan yang cukup serius antara Angel dan Vino, “baik pak, 10 menit lagi saya sampai” ucap Angel sebelum mengakhiri panggilannya.


“Siapa?” Tanya Reno penasaran.


“Pak Vino, ngajakin ketemuan, aku kesana dulu ya” jawab Angel.


“Aku antar ya, tidak boleh nolak” ucap Reno tegas


Mau tidak mau Angel pun mengiyakan permohonan Reno dan mereka pun bersama-sama menuju ke tempat Vino berada.


10 menit berkendara akhirnya sampai di tempat tujuan.


“Kamu pulang aja ya, nanti aku pulangnya naik taxi aja” ucap Angel sebelum turun dari mobil sang kekasih.


“Aku tunggu aja ya, memangnya lama? Kenapa harus di restoran?” tanya Reno beruntun.


Angel hanya tersenyum dan bukan menjawab pertanyan Reno, “Ya udah kamu tunggu aku ya, gak lama kok “ kata Angel kemudian mengecup pipi Reno sekilas dan buru-buru keluar dari mobil.


Reno mengelus pipinya yang baru saja di cium oleh Angel.


Da da nya langsung berdetak kencang dan senyum lebar yang langsung terbit dari bibirnya


“Awas ya kamu sayang, nanti aku balas ciuman kamu” guman Reno dengan senyum yang terkembang sempurna.


Dia perhatikan punggung kekasihnya yang sudah semakin menjauh.


Reno menunggu Angel di dalam mobil sambil melihat-lihat galeri ponselnya. Banyak foto selama berkencan yang dia ambil. Reno tersenyum memandangi foto-foto itu.


Entah di menit keberapa Reno merasa bosan menunggu karena Angel tak kunjung selesai, Reno kemudian memutuskan untuk menyusul sang kekasih ke dalam Restoran.


Dia duduk di salah satu meja sambil memperhatikan Angel yang sedang berbicara serius dengan seorang pria yang memunggunginya.


Beberapa menit kemudian Angel mengakhiri urusannya dengan Vino.


Mereka berjabat tangan. Melihat itu saja sudah membuat darah Reno mendidih, sisi posesifnya mulai tumbuh.


Angel kemudian menghampiri Reno. Dan betapa terkejutnya dia, ternyata Angel bertemu dengan Vino, kakak tiri dari Melody. Ternyata dunia ini sempit sekali


“Reno?” ucap Vino terkejut kemudian menghampiri Reno dan Angel


“Kalian saling kenal?” Tanya Angel.


Reno mengangguk sedangkan Vino berkata, “Mantan ipar gagal “ sahut Vino terkekeh.


“Ohh… “ Angel menjawab hanya dengan ber oh ria


“Apa kabar Ren?” tanya Vino sambil menjabat tangan Reno.


“Baik kak, kakak apa kabar?” jawab Reno.


“Baik, sudah lama gak ketemu, terakhir pas kamu anterin Melody pulang” ucap Vino dengan terkekeh lagi.


Harus banget ya ngomongin Melody? Entah kenapa Angel merasa cemburu ketika mendengar nama Melody. Padahal itu hanya masa lalu Reno.


Walau Reno pernah berkata tidak pernah mencintai Melody tetap saja antara Reno dan Melody sudah lama berhubungan dan itu membuat Angel jadi tidak nyaman.


Reno yang menyadari perubahan raut wajah sang pacar akhirnya berpamitan dengan Vino.


“Kami balik dulu ya kak” pamit Reno dan Vino pun menganggukkan kepala. Walau dalam hati Vino bertanya-tanya tentang hubungan mereka berdua.



“Sayang kamu kenapa?” tanya Reno karena Angel hanya diam saja dari tadi. Mereka di mobil dalam perjalanan pulang.


“Gak pa pa, cuma gak nyaman aja” jawabnya jujur.


“Percayalah, hanya kamu yang ada disini” ucap Reno seraya menunjuk da da nya sendiri.


“Aku percaya, sangat percaya, tapi entah kenapa tetap saja tidak nyaman” jawab Angel.


“Itu artinya kamu takut kehilangan aku” ucap Reno percaya diri.


Angel mencebikkan bibirnya, “GR banget sih” sahut Angel pula.


“Ha..ha..ha…” Reno senang sekali menggoda pacarnya itu “Percayalah… aku sangat mencintaimu” ucap Reno sambil membelai lembut puncak kepala Angel.


“Aku juga mencintaimu, sangat” sahut Angel dengan tersenyum ke arah sang pujaan hati


 Bersambung...