
Ehem.
Reno berdehem mengangetkan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta tersebut.
Langsung saja Raina melepas pelukannya, sedangkan Rio biasa saja tidak ada malu atau apapun.
"Pulang sana, udah mau jam 10, masih ngapel aja Kamu" usir Reno pada sang sahabat.
"Iya iya kakak ipar, bentar lagi Aku pulang" jawab Rio sambil nyengir.
"Nikahin dulu adik Aku, baru panggil Aku kakak ipar".
Rio terkekeh mendengar jawaban Reno.
"Udah lampu hijau sayang, jadi kapan kamu mau kakak lamar?".
Raina memukul pelan lengan Rio. Malu dengan sikap blak blakan Rio.
Reno hanya geleng-geleng kepala, berjalan menuju kulkas mengambil 1 botol air mineral dingin kemudian kembali ke kamar.
"Pulang pulang udah malam" katanya sebelum meninggalkan dua sejoli tersebut.
.
.
Angel sedang menemani Andre meeting dengan klien baru mereka di Restoran X.
"Senang bekerjasama dengan Anda" kata klien tersebut sambil menyalami Andre dan Angel di akhir pertemuan mereka.
"Suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan Pak Alex" kata Andre pula.
"Saya tunggu proposal lanjutannya ya Pak Andre".
"Siap pak, nanti jam 3 asisten saya yang akan mengantarkan langsung ke kantor Bapak".
Mereka pun berpamitan. Angel dan Andre kembali ke kantor untuk melanjutkan proposal yang akan diserahkab kepada Alex jam 3 sore ini.
"Nanti kamu tolong serahkan proposal ini ke Pak Alex ya, kamu bisa kan?" tanya Andre pada sang adik.
"Bisa kak, kirim saja share lokasinya via chat ya" jawab Angel.
Andre belum mengetahui keadaan adiknya yang tengah berbadan dua, Angel belum sempat menceritakan karena dari tadi mereka sangat sibuk, banyak kerjasama baru yang mereka sedang kerjakan.
Andai Andre tahu dia tidak mungkin memberikan banyak perjaan untuk adiknya.
Itu juga salah satu asalan Angel belum bercerita, dia tidak mau di specialkan oleh sang Kakak, dia ingin bekerja seperti rekan-rekannya yang lain.
Setelah selesai dengan pembuatan proposal lanjutan, Angel bergegas ke Kantor Alex dengan mengendarai mobil seorang diri karena Andre masih ada banyak kerjaan lain yang menunggu untuk diselesaikan.
Karena sudah janjian sebelumnya, Angel langsung masuk ke Lantai 10 yang sudah diinfokan oleh asisten Alex.
Sampai diruangan yang dituju dia sudah disambut oleh Mili asisten dari Alex.
"Selamat datang Bu Siska, silahkan duduk" kata Mili ramah.
"Terima kasih bu" Angel duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.
"Tunggu sebentar ya bu, sebentar lagi pak Alex datang, beliau masih ada rapat".
"Tidak masalah bu," jawab Angel seraya tersenyum.
"Ibu sudah lama bekerja dengan Pak Andre?" tanya Mili.
"Tiga tahunan ini bu, ibu sendiri sudah lama bekerja disini?" tanya Angel basa basi.
"Saya baru sekitar 6 bulan bekerja disini, oh iya apakah Pak Andre sudah menikah?" tanya Mili malu-malu.
Oh...jani ini penggemar kakak batin Angel.
"Pak Andre sudah menikah bu, sebentar lagi akan jadi ayah" jawab Angel seraya tersenyum.
"Jangan bilang kalau Bu Siska istrinya?" tebak Mili.
Lah... kok sama kayak Reno ? Angel jadi mengingat bagaiamana suaminya dulu mengira kalau dia adalah istri dari Andre.
"Bukan bu, saya bukan istri dari Pak Andre" jawab Angel pada akhirnya, tapi dia tidak menjelaskan statusnya sebagai adik Andre, rasanya tidak perlu menceritakan masalah pribadi kepada orang yang baru saja ditemui.
"Maaf, soalnya saya lihat hubungan kalian sangat dekat, seperti bukan antara boss dan anak buah".
"Itu karena memang sifat Pak Andre yang seperti itu , bu".
Obrolan mereka terhenti karena Alex memasuki ruangan.
Mereka kemudian kembali membahas tentang kerja sama yang akan mereka lakukan.
Kurang lebih 1 jam pertemuan itu berlangsung, setelah selesai Angel pun undur diri.
"Cantik" guman Alex menantap punggung Angel yang hampir menghilang.
Tapi gumanan itu masih dapat di dengar oleh Mili sang asisten.
"Ternyata si boss bisa juga bilang cantik ke perempuan, biasanya no respon" kata Mili dalam hati.
BERSAMBUNG