MY ANGEL

MY ANGEL
Cemburu



Reno tidak mengajak istrinya masuk ke bathtub tetapi meletakkan dengan pelan di atas kasur.


"Boleh ya?" tanya Reno yang sudah diselimuti kabut hasrat.


Angel pun mengangguk.


Tidak membuang waktu lama dia langsung mencium bibir ranum istrinya dengan rakus.


Me lu mat dan menyelami isinya dengan begitu menuntut.


Angel membuka sedikit mulutnya membiarkan lidah Reno mulai bergerilya dan mengekplor setiap inci sesuatu yang sudah membuatnya candu itu.


Pelan ciuman itu mulai turun ke leher jenjang yang putih mulus milik Angel.


Reno memberi banyak tanda kemerahan disana dengan tangan yang sudah tidak bisa dikondisikan.


Dengan sekejap pakaian keduanya sudah terbang entah kemana.


Reno mulai bermain di benda kenyal dan kembar milik Angel.


Sisi kiri di remas dengan seduktif sedangkan yang kanan di kulum dengan sangat intens.


Suara ******* pun lolos dari bibir Angel sehingga gairah sang suami semakin membuncah.


Tidak mau mengulur waktu penyatuan itu pun terjadi, Reno melakukannya dengan pelan agar istrinya yang sedang hamil merasa nyaman.


Angel pun tidak tinggal diam, dia mulai mengambil alih permainan dengan berada di atas Reno.


Memberikan sentuhan-sentuhan liar yang membuat mereka sama-sama terbang ke langit ke tujuh.


Saling mendayuh dan men de sah hingga kelautan nirwana menggapai surga dunia.


Berbagai gaya mereka lakukan sampai mencapai puncak asmara yang diinginkan.


Mereka berpelukan mesra setelah adengan romantis itu baru saja selesai.


Setelahnya Reno mencium kening Angel lama, mengucapkan kata cinta dan terima kasih berkali-kali sampai Angel geli mendengarnya.


Dengan masih polos dan saling memeluk, entah di menit keberapa mereka sama-sama menyambangi dunia mimpi.


Jam masih menunjukkan pukul 3 sore mereka bahkan melewatkan makan siang karena asyik bergumul dengan selimut.


Suara nyaring dari ponsel Reno memaksa bangun kedua pasangan yang masih terbuai di alam mimpi itu.


Dengan mata yang masih terpejam Reno mencari-cari ponselnya yang tadi diletakkan di atas nakas.


Reno mengangkat telepon itu tanpa melihat siapa nama yang menelpon.


Terdengar salam diseberang.


"Iya halo" jawab Reno dengan suara serak karena masih mengumpulkan kesadaran.


"Kopernya sudah saya letakkan di depan ya pak" kata orang di seberang sana yang ternyata adalah Emil, arsitek di kantor Reno.


"Terima kasih ya Emil, maaf merepotkan"ucap Reno sungkan.


"Sama-sama pak" sahut Emil.


Telepon pun ditutup.


Angel sudah terjaga tetapi masih enggan membuka mata.


"Sayang, ayo bangun kita belum makan siang lho, kasian dede bayinya" ucap Reno membangunkan istrinya sambil membelai rambutnya penuh cinta.


Pelan-pelan dia membuka mata , pemandangan suaminya yang menatapnya penuh cinta dilihatnya pertama kali.


Angel tersenyum sangat manis.


"Aku pengen makan Ikan bakar" rengek Angel sambil menggoyang lengan suaminya pelan.


"Di dekat sini gak ada restoran yang jual Ikan bakar, kita harus ke kota X perlu waktu 1 jam sayang" ucap Reno apa adanya.


"Gak apa-apa, sambil ganjal perut kita bisa makan roti dulu, kamu kan janji mau ajak aku dinner tadi"rengek Angel manja sekali.


"Iya iya, apasih yang enggak buat kamu, ayo siap-siap dulu" ucap Reno mengiyakan ajakan Istrinya.


Setelah siap mereka pun berangkat ke kota X yang terkenal dengan Ikan bakarnya.


Banyak restoran yang menyajikan Ikan bakar di kota tersebut. Angel memilih Restoran B untuk dinner mereka kali ini, selain Ikan bakarnyanya yang sedap dan sambalnya yang enak, viewnya juga sangat indah.


1 jam 30 menit akhirnya mereka sampai di restoran B.


Entah kebetulan atau bagaimana mereka bertemu dengan pasangan Vino dan Lani serta Melody.


Angel jadi ingat pertemuan terakhirnya dengan Melody yang kurang mengenakkan, tetapi dia tetap memperlihatkan senyumnya karena tidak ingin merusak suasana.


Reno menggenggam tangan Angel erat.


Vino bangkit dari duduknya menyalami pengantin baru secara bergantian.


"Ayo gabung sama kami" tawar Vino.


"Maaf kak, kebetulan kami sudah reservasi di meja lain" jawab Reno beralasan.


Padahal dia belum melakukan reservasi.


"Yah sayang banget" sekarang Lani yang menjawab.


Sedangkan Melody hanya tersenyum masam.


"Lain kali ya Lan" kata Angel sambil tersenyum manis kemudian mereka berpisah.


Angel dan Reno duduk di meja yang jaraknya sangat jauh dari tempat Vino, bahkan mereka tak terlihat karena tertutup beberapa gazebo.


Setelah makanan mereka datang Angel mulai menyantap Ikan bakarnya dengan lahap.


Reno yang memperhatikan itu pun tersenyum kecil, sudah lama dia tidak melihat Angel makan dengan lahap seperti ini.


Bertemu Melody ternyata tidak merubah suasana hatinya.


"Enak sayang?" tanya Reno di sela-sela makan mereka.


"Enak banget, udah lama banget aku pengen makan Ikan bakar disini, tapi karena lumayan jauh agak malas juga kalau harus jauh-jauh kesini" jawab Angel.


"Kalau masih satu pulau gini gak jauh sayang... kalau kamu mau apa-apa lagi jangan sungkan ya, aku akan jadi suami dan papa yang siaga buat kalian" ucap Reno sambil tersenyum. Senyum yang dari dulu mampu membuat dada Angel bergetar hebat.


"Terima kasih sayang" sahut Angel sambil ikut tersenyum.


Mereka saling menatap dan melemparkan senyuman seolah dunia milik mereka berdua, pemandangan itu pun dilihat Melody yang kebetulan akan ke toilet.


Dadanya bergemuruh menahan cemburu melihat pria yang dia cintai bersama wanita lain.


BERSAMBUNG 😘