MY ANGEL

MY ANGEL
Tidak tau kenapa



Angel dan Reno terus mengobrol hingga tanpa sadar mereka sudah sampai di depan Posko.


Melihat Reno dan Angel yang berduaan membuat Sky gemas dan langsung menghampiri mereka.


“Berduaan aja, yang lain mana?’’ Tanya Sky sewot.


“Udah mencar, ada juga yang masih disana” jawab Reno cuek. Dia sebenarnya paham kalau Sky menaruh hati pada Angel dan merasa cemburu karena Reno dan Angel malah jalan berdua. Berulang kali sebenarnya Sky mencari kesempatan untuk mengobrol dengan Angel, tapi selalu saja Reno berusaha menghalangi. Tapi untung saja baik Sky maupun Angel tidak sadar akan hal itu. Mereka tidak curiga kalau Reno juga sedang cemburu karena setau mereka Reno sudah memiliki kekasih yang begitu cantik.


“asyiknya dua-dua an” ucap Sky mengungkapkan kekesalannya. Dia seolah tak terima melihat Angel dan Reno berduaan , “Habis ini anterin aku ya njel, kita cari keperluan untuk malam keakraban” mohon Sky mencari kesempatan dalam kesempitan.


“Gak boleh” ucap Reno keras tanpa sadar.


Angel dan Sky sampai menatap heran ke arah Reno, melihat tatapan penuh pertanyaan dari Sky dan Angel membuat Reno meralat ucapannya.


“Maksudnya gak boleh cowok- cewek pergi berdua aja, Pak Daffa udah wanti-wanti waktu ini, paling gak harus bertiga” ucap  Reno menutupi kecanggungannya.


“Tadi kamu berdua aja?” protes Sky yang masih tak terima dengan ucapan Reno. Sky masih mencari cara agar diijinkan berdua dengan Angel.


“Beda lah bro,” Reno menepuk pundak Sky , ‘’Tadi kan kami pulang mengajar,  deket dan jalan kaki pula. Kalau kamu kan mau pergi berdua membeli peralatan. Jadi aku harus tegas kalau itu tidak boleh” ucap Reno.


“Iya-iya aku ngalah , dari pada kena tegur pak ketua galak” balas Sky sambil memonyongkan bibirnya. Kesempatan berdua dengan Angel lenyap sudah. Itu yang ada di pikiran Sky.


“Gimana kalau kita bertiga aja?’’ tawar Reno. Sky tampak berfikir kemudian mengiyakan.


“Kenapa gak ada yang Tanya ke saya? Saya bisa apa nggak?” Angel buka suara, “Saya sama Riri mau lanjut proker ke anak-anak disekitar sini, ngajarin cara sikat gigi yang benar dan pembagian pasta gigi gratis” ucap Angel dan tanpa mendengar jawaban Sky maupun Reno langsung saja meninggalkan kedua pemuda tersebut menuju lokasi proker selanjutnya.


Reno dan Sky saling berpandangan. Mereka malah berdebat padahal belum mendengar jawaban Angel yang mau atau tidak.


 


Mereka berdua pun kompak tertawa. Sky lalu berjalan menyusul Angel , dia akan membantu Angel di proker selanjutnya berhubung Riri belum menampakkan batang hidungnya.


Saat sedang menyiapkan sikat gigi dan pritilannya, Riri dan Shanty pun tiba. Mereka berempat kemudian mulai melanjutkan proker mereka.


Anak-anak sudah dikumpulkan di depan posko. Mulai dari usia 7 sampai dengan 12 tahun. Riri yang memang calon dokter gigi mulai mempraktekkan cara menyikat gigi yang benar di depan semua anak-anak kecil itu. Angel , Shanty dan Sky kemudian membagikan sikat gigi dan pasta gigi satu persatu. Reno yang baru datang kemudian mengabadikan proker tersebut. Selain sebagai bahan laporan, Reno juga mengambil foto Angel sebagai koleksi pribadinya.


 


Dalam hati Reno mengutuki tingkahnya, tanpa sadar dia sudah bermain hati. Walau dia tidak menduakan Melody tapi hatinya sudah terpaut untuk gadis lain dan tentu saja itu sudah sangat salah.


“Maafkan aku, Mel” batin Reno. Dia sangat merasa bersalah karena belum bisa melupakan Angel dari hati dan pikirannya. Sebulan KKN bersama membuat Reno semakin tidak bisa melupakan.



 


Sabtu telah tiba, seperti biasa sorenya mahasiswa diizinkan meninggalkan posko, kebanyakan dari mereka sudah mempunyai agenda bertemu pacar, sahabat atau keluaga masing-masing.


Baru saja Reno akan pulang bersama Sky, tapi tiba-tiba saja dari arah belakang Melody sudah memelukknya. Angel yang berada didekat sana juga melihat pasangan tersebut. Reno yang terkejut sontak melepaskan pelukan Melody “Jangan begini mel, ini ditempat umum” tegur Reno. Percaya tidak percaya dia dan Melody memang tidak melakukan sentuhan fisik saat berpacaran. Reno tidak pernah berniat untuk mencium Melody walau beberapa kali Melody dengan sengaja mencium pipi Reno. Tapi Reno tidak pernah membalasnya seperti kebanyakan pria lain. Reno tidak mau berpacaran dan menambah dosa bila melakukan hal lebih. Berpegangan tangan pun dia sangat jarang. Melody hanya nyengir saja menerima pelokan dari Reno.


“Jemput kamu, ayo kita pulang bareng” ajak Melody yang sudah menarik tangan Reno dengan paksa.


“Kenapa gak bilang dulu kalau mau kesini? Kan jauh dari sana kesini?” lagi-lagi Reno menegur kelakuan Melody.


“Kok kamu kayak gak suka kalau aku jemput?’’protes Melody.


“Mulai lagi kan? Aku cuma gak suka kamu peluk-peluk aku di depan umum kayak tadi, gak baik Mel”ucap Reno mengungkapkan isi hatinya.


“Iya iya bosku, kita jalan dulu ya baru pulang, kan udah lama kita gak kencan” ucap Melody mengalah.


Reno mengangguk sebagai jawaban.


Mereka pun berjalan menuju mobil Mobil Melody yang terparkir tidak jauh dari posko. Melody menyerahkan kunci mobilnya dan meminta Reno untuk menyetir. Reno menerima kunci itu dan membuka pintu mobil. Mereka berdua naik ke dalam mobil dan meninggalkan posko KKN.


Angel hanya menatap nanar kepergian mobil Melody.


“Kenapa perasaanku gak enak gini ya?” Tanya Angel dalam hati. Angel sendiri tidak tau kenapa dia merasa sedih melihat kemesraan Reno dan Melody. Padahal dia sangat tidak berhak untuk itu.


"Woee... bengong aja" teriak Riri mengagetkan Angel, "Liatin siapa sih sampai kayak gitu?"Tanya Riri terheran.


"Gak ada, ayo balik, udah kangen kakak dirumah" ucap Angel berbohong kemudian berlalu meninggalkan Riri.


Riri mengernyitkan kening tampak bingung, "Angel kenapa ya? aneh" gumannya dalam hati, Baru hendak menghampiri Angel ternyata gadis itu sudah melesat pergi entah kemana. Riri mendengus sebal atas sikap sahabatnya itu.


"Kayak orang lagi cemburu, tp cemburu sama siapa? " Riri tampak menerka-nerka kemudian dia melihat Sky yang tampak sedang kesal.


"Kenapa kamu? kesambet?" tanya Riri pada Sky.


"Itu si Reno, mentang-mentang dijemput ceweknya, aku ditinggal, padahal kan aku mau pulang bareng sekalian balikin sound system, emang kebangetan dia" gerutu Sky tersungut sungut


Riri menepuk nepuk pundak Sky, "yang sabar ya bestie" ucapnya sambil menutup mulut cekikikan.


Alhasil Sky tambah kesal dibuatnya.


"Karena kamu udah ketawain aku, sekarang kamu yang bantuin aku angkat ini" printah Sky galak,


Riri mengangkat tangan tanda menyerah, "Sorry bro, aku nyerah kalau angkat-angkat gini, aku panggilin anak yang lain ya"  katanya memberi solusi dan langsung ngacir begitu saja.


"Riri.....!!!!" teriak Sky  kesal karena Riri sudah berhasil kabur.


 


Bersambung...


.