
terdengar sayup-sayup suara rintihan kesakitan dan tembakan membangunkan fara yg sedang tertidur lelap.
**dooor
akkkh
dooor
akkkhh**
ada ribut-ribut apa di luar sana?
ia bangun dan langsung berjalan untuk meraih handle pintu.namun semakin lama semakin kencang suara jerit kesakitan dari luar sana membuatnya menciut.keringat dingin pun membasahi dahinya takut akan kejadian buruk di luar sana yg mengeringan.mengingat roberth yg sudah 1 minggu pergi perjalanan bisnis tak ada kabar membuatnya takut membuka pintu.
bagaimana ini??roberth juga belum pulang.apa aku ke kamar jessie saja yaa
dengan mengumpulkan keberanian ia membuka pintu bingung itulah di pikirannya sekarang karena rumah begitu gelap gulita.
tadi aku dengar suara orang menjerit apa cuma mimpi ya??haduh
fara pun berjalan sambil meraba tembok karena takut tersandung saat berjalan.tak jauh dari tempat ia mendengar suara orang berbincang.
penjagaan di mansion ini kan ketat.apakah itu maling,besar juga nyalinya berurusan dengan pria yg sudah terdengar kejam.
"apakah sudah kau bereskan semua?'' tanya sang wanita
" ya...hanya tinggal fara saja di kamarnya,apa kita akan menghabisinya juga??dia kan hamil anak mu.dan satu lagi aku tak menemukan si tua jacob"
"ya bunuh saja perempuan itu,aku sudah cukup bersabar selama 5 tahun ini bersamanya tapi tak kunjung menemukan file penting ayah"
karna penasan ia mengintip dari celah pintu.
jesseline.gilaaa apa maksudnya tadi ia mau membunuhku.
"dan soal jacob aku sudah membereskannya kau fikir jika ada dia semua bisa berjalan mudah??setelah ini bakar semua jangan sampai ada yg tersisa.aku yakin dia menyimpannya disini jika mansion ini terbakar boooom semua bukti lenyap" tambah jessie
lalu mereka tertawa bersama
ha ha ha
mendengar kata bakar fara pun mulai ketakutan ia berjalan mundur tapi kakinya seakan menginjak sesuatu.tapi apa?
"ly...sa".ucapnya lirih
sabahat yg selama ini menemaninya berbagi kisah suka dan duka terduduk di lantai sambil memegangi dadanya.ia menarik tangan fara agar mendekat.
"cepat sembunyi...ini kunci mansion, cepat!!!" tampak dadanya yg naik turun ia berucap
"siapa yg melakukan ini,ayo kau harus ikut denganku aku tak akan meninggalkanmu" air matanya pun tak bisa di bendung lagi.melihat sahabatnya seperti ini hatinya tersayat.
"jess...jesseline.dengar....jaga diri dan anak ini dia keturunan jullius,pergilah ke taman belakang ada vas berbentuk ikan koi,lalu pintu rahasia menuju hutan akan terbuka. berlindunglah disana''.
" tapi..."
belum selesai ia berkata lysa memejamkan kedua matanya.dengan cepat fara meraba hidung dan menekan nadi di pergelangan tangannya.namun tak ada tanda kehidupan di sana.
TAP TAP TAP
suara derap langkah kaki mendekat ia pun lari secepat kilat.menuruti lysa menuju taman belakang.matanya terbelalak seakan tubuhnya tak memijak tanah melihat para pelayan dan juga bodyguard terkulai lemas sudah tak berdaya bahkan ada yg anggota tubuhnya sudah tak menyatu dengan raganya.
ia mengerjap mata berkalai-kali berharap ini mimpi namun tetap sama,pikirannya pun terhenti saat merasakan pergerakan janin dalam perutnya.
"mom akan melindungi mu"
ujarnya untuk penyemangat diri,cukup sudah bersedih ia harus kuat orang lemah akan selalu tertindas.dalam hati ia merapalkan doa agar bisa melewatinya.
**DUARRRR
KREKKK
DRUARRR**
terdengar suara letupan api dan langsung di susul kobaran api yg menyala dari dalam rumah membuat fara berlari kecil menuju pintu yg di maksud lysa tadi.di tutupnya pintu itu lalu menguncinya dari dalam.ia berlari sekuat tenaga hingga tak terasa kakinya sudah melangkah ke dalam hutan.
karena letih berlari ia pun duduk di di bawah pohon sambil mengusap perutnya ia mengingat ucapan paman jacob yg terngiang dalam benaknya.
"*kau mengemban beban berat,kuatlah !! kami di sini semua sudah turun temurun mengabdi pada keluarga jullius.sanjung pengabdian kami dengan menjaga keturunan keluarga ini sekalipun dengan nyawa mu"
"kau gadis istimewa,jadikanlah pengalaman pahit dalam hidup mu menjadi lentera mu menuju kebahagiaan"
"kau harus bersikap seperti batu karang ,agar kau tak mudah tersapu ombak"
"persiapkan mental baja mu agar kau tak menjadi serpihan debu jika sudah sampai pada waktunya*"
dan masih banyak lagi kata paman jacob untuknya seolah kejadian ini sudah bisa ia perkirakan.
"hiks hiks hiks.....paman jack apa ini yg kau maksud aku harus jadi batu karang"
menengadahkan tangan nya ke atas seolah akan ada jawaban
sambil mengingat ucapan paman jacob ia menangis tersedu sambil menutup muka dengan kedua telapak tangan nya.
"ssssst sudah jangan menangis lagi".
tegur seseorang dari arah belakang
fara pun menegang dan reflek memeluk perut buncitnya,lalu menoleh.
"ka....kau????"
siapakah itu???
tunggu kelanjutannya
love,
MARWAH HASAN