
Tak banyak kata yang terucap dari mulut Anjas yang biasa berisik setelah mendengar rencana pernikahan Andi sahabatnya.
Dirinya tiba-tiba merasakan rasa yang tidak bisa digambarkan ketika melihat kemesraan Reno dan Angel didepannya.
Tidak ada yang tau bahwa sebenarnya, Anjas juga menaruh hati pada Angel tapi demi menjaga perasaan Reno, dari dulu dia sudah menekan perasaan itu.
Sibuk melamun, tiba-tiba aja ada seorang pria yang datang mendekat.
“Siska?” Sapa Orang tersebut. Kelima orang tersebut sontak melihat ke sumber suara.
“Pak Alam” seru Angel yang langsung berdiri dan menjabat tangan orang tersebut. Angel memang memiliki banyak kenalan semenjak menjadi asisten pribadi Andre.
“Lama tidak bertemu, semakin cantik saja” ucap Alam sambil tersenyum. “Boleh gabung kan?’’ tanya Alam pula dan langsung saja duduk di salah satu kursi yang masih kosong.
Reno hanya menatap tak suka pada pria yang menurutnya tidak sopan karena belum mendapat ijin sudah langsung duduk, sedangkan Andi dan Rio hanya mengulum senyum. Mereka tau kalau sahabatnya itu dalam mode tak suka.
“Dalam rangka apa ini? Reuni ya?” tanya Alam sok akrab.
“Iya pak, temu kangen sudah lama tidak bertemu” jawab Angel.
“Saya gak nyangka ternyata teman-temanmu cowok semua” sahut Alam pula.
"Saya berteman dengan siapa saja pak. Tapi ini kebetulan pacar saya ketemuan sama teman-temannya, jadi saya sekalian pengen kenalan juga" ucap Angel yang seketika membuat Alam tercengang.
Baru saja dia ingin dekat dengan Angel ternyata Angel sudah memiliki pacar.
"Yang mana nih lelaki beruntung yang bisa menjadi pacar kamu, Siska?" tanya Alam sambil memperhatikan keempat pria yang ada di depannya. Ke empatnya mempunyai wajah yang sama-sama tampan tapi memiliki struktur wajah berbeda-beda. Indonesia asli, ke arab-araban, chindo dan blasteran.
Reno si pemilik wajah Indonesia asli, Anjas ke arab-araban, Andi chindo dan Rio blasteran karena nenek dari pihak Ibu merupakan wanita berkebangsaan Belanda.
Kira-kira selera Siska yang seperti apa? Batin Alam.
Dengan percaya diri Reno mengulurkan tangannya.
"Saya Reno, pacarnya Angela Fransiska. Senang berkelan dengan Bapak" ucap Reno memperkenalkan dirinya.
Reno bahkan sampai menyebutkan nama lengkap Angel.
Rio yang mendengar itu sebenarnya ingin tertawa tapi dia tahan.
“Perkenalkan nama Saya Alam rekan bisnis Siska” ucap Alam memperkenalkan diri. Alam pun juga berkenalan dengan Rio, Anjas dan Andi.
"Oh...ternyata ini pacarnya Siska. Ganteng sih..Tapi aku juga gak kalah ganteng" ucap Alam dalam hati. Tingkat kepercayaan dirinya memang sangat tinggi.
Setelah mengobrol cukup lama, Alam kemudian undur diri karena ada urusan mendadak.
"Kerjaan kamu pasti sering bertemu orang baru ya Angel?" tanya Anjas penasaran.
"Iya lumayan, hampir setiap hari kenal orang baru" jawab Angel apa adanya. Memang ada saja orang baru yang dia temui terutama yang ingin bekerjasama dengan Andre.
"Hati-hati ya Angel. Pacar kamu ini cemburuan lho" goda Rio pula.
Andi dan Anjas pun membenarkan ucapan Rio karena terlihat jelas kalau tadi Reno memang terlihat cemburu. Padahal dulu saat masih berpacaran dengan Melody, Reno tidak pernah cemburu.
"Bukannya cemburu, hanya saja tidak suka karena dia kurang sopan" elak Reno.
"Alasan saja" goda Rio pula.
Perhatian Andi kemudian tertuju pada Anjas yang dari tadi terlihat lebih banyak diam , tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa jas? Aku lihat diam aja" tanya Andi heran.
Anjas terkesiap kemudian kembali memunculkan sisi cerianya.
“Aku cukq masih gak terima, kok kamu yang duluan nikah, sedangkan aku calon aja gak ada” ucap Anjas berpura-pura kesal. Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah dia sedang mati-matian menahan rasa sakit hatinya melihat Reno dan Angel yang terlihat saling mencintai itu.
Reno tergelak, begitu juga yang lain, mereka menertawakan sikap kekanakan Anjas. Mereka tidak tau saja kalau Anjas hanya berpura-pura saja.
“Makanya cari pacar” kata Rio sambil menepuk lengan Anjas.
“Maling teriak maling ya? Lah kamu sendiri masih jomblo” balas Anjas tak mau kalah.
Andi, Reno dan Angel pun kembali tertawa mendengar berdebatan Anjas dan Rio.
Mereka memang selalu bagai tom and jerry bila bertemu seperti itu, tapi akan saling merindukan bila salah satunya tidak ada.
"Kita lihat siapa yang lebih dulu nikah" tantang Anjas pula.
"Gak usah taruhan gitu, mending serius nyari pacar dulu" kata Reno menengahi.
"Mentang-mentang udah punya pacar" ucap Anjas kesal. Kesal pada banyak hal bukan hanya karena perkataan Reno tapi juga kesal pada diri sendiri yang bisa-bisanya menyukai pacar teman sendiri.
Reno hanya geleng-geleng kepala menanggapi, tak habis pikir dengan sikap Anjas yang kekanakan.
"Sebenarnya aku sudah punya gebetan, tapi kayaknya susah, dia gak menganggap aku ada, boro-boro bisa nikah, jadian aja kayaknya tinggal kenangan" curhat Rio sendu.
"Siapa orangnya?" tanya Anjas penasaran.
"Iya siapa orangnya?" tanya Andi juga penasaran.
Sedangkan Reno hanya menunggu saja sampai Rio mau bercerita.
"Nanti aja ya , aku belum siap untuk cerita" jawab Rio sedikit frustasi.
Bersambung...