
Malam penutupan KKN telah tiba, Angel mempersembahkan sebuah lagu didampingi Daffa sebagai akustiknya. Penampilannya sangat memukau. Banyak yang berdecak kagum, mereka terlihat sangat serasi. Reno tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Angel, suaranya yang merdu mampu membius yang hadir disana.
Angel menyanyikan lagu hasil request teman-temannya .
Lagu dari Banda Neira yang berjudul Sampai Jadi Debu.
Badai Tuan telah berlalu.
Salahkah ku menuntut mesra?.
Tiap pagi menjelang.
Kau di sampingku.
Ku aman ada bersamamu.
Selamanya.
Sampai kita tua.
Sampai jadi debu.
Ku di liang yang satu.
Ku di sebelahmu.
Badai Puan telah berlalu.
Salahkah ku menuntut mesra?.
Tiap taufan menyerang.
Kau di sampingku.
Kau aman ada bersamaku.
Selamanya.
Sampai kita tua.
Sampai jadi debu.
Ku di liang yang satu.
Ku di sebelahmu.
Walau ini terdengar sedih tapi semua orang menikmatinya. Apalagi Angel terlihat begitu menghayati.
Ini pertama kalinya Reno mendengar Angel bernyanyi, senyum terukir jelas di bibirnya.
Tapi... mendadak senyum itu surut ketika di akhir acara Daffa membelai lembut puncak kepala Angel. Banyak yang berbisik bisik membicarakan Angel, mereka menebak-nebak hubungan antara dosen muda itu dengan dirinya.
Rasanya tidak wajar se orang dosen memperlakukan mahasiswinya seperti itu. Bagaimana anak didiknya tidak berpikiran macam-macam bila dosennya berperilaku tidak wajar seperti itu?.
Mungkin Daffa menganggap itu hanya ungkapan bahagianya karena Angel bernyanyi dengan sangat bagus. Tapi bagaimana pendapat anak-anak yang lain? Tidak mungkin mereka berpikiran sama.
Disini sudah jelas Angel lah yang dirugikan. Dia menjadi korban pembulian mahasiswi terutama yang menaruh hati pada doseb muda itu.
“Kamu liat sendiri kan gimana perhatiannya pak Daffa sama Angel? Masih aja gak ngaku kalau pacaran, munafik gak sih?’’ terdengar beberapa anak cewek membicarakan Angel.
“Pak daffa itu udah punya tunangan, gak mungkin lah mereka pacaran” ucap Riri berusaha membela temannya. Terlihat adu mulut antara Riri dan cewek tadi.
Angel yang baru saja selesai bernyanyi langsung menghampiri Riri yang terlihat sedang perang mulut itu.
“Aku gak terima, masak kamu dibilang godain pak Daffa?” keluh Riri yang benar-benar tak terima sahabatnya difitnah seperti itu.
“Udah biarin aja ri, gak usah diladeni” ucap Angel seraya menarik tangan Riri menjauh dari tempat itu. Dia tidak mau malam perpisahan menjadi ajang berdebat. Apalagi ini malam terakhir mereka disini.
“Kamu liat sendiri kan? temen kamu aja gak bisa jelasin gimana hubungan dia sama pak Daffa, gak usah kamu sok sok-an belain temen” ucap cewek itu masih saja tidak bisa menjaga mulutnya.
“Njel, kamu gak boleh kayak gini, kamu harus jelasin” protea Riri . Dia pun berusaha membujuk Angel untuk membalas kata-kata cewek tadi. Angel menghela nafas kemudian meninggalkan Riri disana.
“Kamu liat kan gimana temen kamu yg kamu belain itu? Kabur” ucap cewek itu sambil tersenyum miring.
“Angel gak kayak gitu” Protes Riri. Dia kembali melawan cewek itu dan adu mulut itu pun kembali terjadi.
Beberapa saat kemudian Angel datang bersama Daffa. Angel meminta Daffa untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya hubungan mereka. Daffa tidak menyangka kalau perhatiannya kepada Angel akan disalah artikan oleh orang lain. Dia meminta maaf kepada Angel di depan cewek-cewek itu dan meminta mereka untuk berhenti mengganggu Angel. Dia juga menegaskan kalau mereka tidak ada hubungan apa-apa. Cewek yang ternyata bernama Mella tersebut kemudian meminta maaf kepada Angel.
Semoga saja Mella benar-benar merenungi kesalahannya. Bukan hanya karena Daffa yang menegur lantas dengan cepat dia meminta maaf dan selanjutnya akan kembali melakukan kesalahan yang sama.
Banyak kasus-kasus pembulian yang terjadi seperti itu sekarang, bahkan presiden pun tak sedikit yang kena hujat. Dan bila pelakunya tertangkap mereka akan minta maaf sambil menangis dan selanjutnya akan mengulangi kesalahan yang sama.
...
“Angel saya benar-benar minta maaf, saya tidak tau kalau kamu akan dirundung seperti tadi” ucap Daffa sendu. Mereka bertiga (Angel, Riri dan Daffa) berdiri di depan mobil Daffa, malam ini juga Daffa akan kembali ke kota. Kini Daffa menyesali perbuatannya. Dia sama sekali tidak berpikir sejauh itu. Daffa menganggap apa yang dia lakukan adalah hal yang wajar. Maklum dia lama tinggal di luar negeri.
“Gak apa-apa pak, semoga setelah ini mereka berhenti membully saya. Makanya pak, pamerin dong tunangannya di sosmed, biar penggemar bapak tau kalau Pak Daffa sudah punya tunangan" ucap Angel.
“Sekali lagi saya minta maaf, tau gitu tadi saya gak usah kesini aja” sesal Daffa.
“Gak apa-apa Pak Daffa, saya udah biasa, ini si Riri aja seneng banget ladenin yang kayak begituan” ucap Angel sambil menyenggol lengan Riri yang masih terlihat sebal.
“Habisnya aku gak seneng mereka jelek-jelekin kamu kayak gitu” sungut Riri tak terima.
“Ya sudah, anggap saja ini sebagai pelajaran, saya balik dulu ya, kalian berdua istirahat besok hati-hati pulangnya” ucap Daffa sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Angel dan Riri kembali ke posko setelah mobil Daffa meninggalkan lokasi.
....
Pagi menyapa, mereka sudah bersiap-siap meninggalkan posko menuju rumah masing-masing.
Sebelum pulang mereka berpamitan dengan aparat desa dan masyarakat sekitar. Banyak kenangan selama sebulan ini yang mereka alami, banyak suka dan duka tapi tidak mengurangi makna dari kegiatan ini.
Setelah berpamitan Reno mengumpulkan teman-temannya untuk berdoa bersama.
Saat itu Angel kembali dirundung teman-temannya. Dia sudah benar tidak tahan dikata-katai. Air matanya jatuh bercucuran. Bagaimana tidak?, sudah dijelaskan kemarin langsung oleh Daffa kalau mereka tidak ada hubungan apa-apa, tetapi sekarang dia kembali dikata-katai. Yang membuat Angel sakit hati adalah kata-kata Mella yang mengatakan kalau dia adalah pelacur. Se suka itu kah Mella dengan Daffa sampai kata-kata kotor itu bisa keluar dari mulutnya?.
“d
Dasar pelacur, cewek penggoda” bisik mella ditelinga Angel.
Angel benar-benar tidak tahan, belum acara doa bersama dimulai Angel sudah berlari meninggalkan lokasi.
Reno yang baru akan memimpin doa kaget melihat Angel berlari sambil menangis, dia yang tidak tau menau kenapa Angel menangis kemudian menyusul Angel.
“Angel kamu kenapa?’’tanya Reno khawatir. Dia pun berhasil meraih tangan Angel tapi buru-buru di tepis Angel.
“Maaf Ren, saya harus pergi” ucap Angel sambil berlari meninggalkan Reno.
“Angel ! Kamu gak bisa pergi karena acara belum selesai” Bentak Reno tanpa sadar tapi Angel tidak peduli dan sudah pergi mengendarai motornya.
Riri yang menyusul kemudian menghampiri Reno lalu menceritakan apa yang terjadi. Reno mengusap wajahnya kasar, menyesal sudah membentak Angel tadi.
Bersambung...