
Kemampuan melobi Reno memang tidak usah diragukan lagi. Banyak perusahaan besar yang tertarik untuk bekerja sama dengan Reno. Sayangnya itu semua tidak bisa dilakukan sendiri, dia harus punya team yang juga solid, banyak proyek yang terpaksa mereka tolak karena belum mempunyai team yang mumpuni.
Saat ini Reno sedang menikmati makan siangnya seorang diri di sebuah restoran tak jauh dari kantornya.
Tiba tiba ponselnya bergetar.
Drt drt drt
Reno kemudian menerima panggilan tersebut
Terdengar salam dari seberang. Reno pun terlibat percakapan yang sangat serius dengan si penelpon.
“Apa?’’ ucap Reno terkejut, “ Baik saya sekarang kesana” ucap Reno kemudiam buru-buru meninggalkan restoran tersebut.
Ternyata itu panggilan dari Bayu rekan kerjanya. Ada masalah di Proyek yang baru saja mereka garap.
Ada permainan dari mandor yang diajak kerjasama. Upah dari buruh yang sudah dianggarkan ternyata tak dibayarkan. Hal tersebut mengakibatkan proyek terbengkalai karena tukang melakukan aksi mogok kerja padahal proyek ini harusnya selesai 1 bulan lagi. Kepala Reno mendadak pecah rasanya. Sampai di lokasi Reno langsung menghampiri Bayu.
“Bagaimana bisa seperti ini pak?” tanya Reno dengan menahan emosi.
“Maaf Reno, saya tidak tau kalau pak Edi akan seperti ini” jawab Bayu penuh penyesalan.
“Dari awal kan saya sudah ingatkan Bapak kalau Pak edi sudah sering melakukan hal seperti ini, tapi Bapak bersikeras menggunakan Pak Edi sebagai mandor” ucap Reno mengungkapkan kekesalannya.
“Iya saya tau saya salah, tapi ini sudah terlanjur terjadi” kata Bayu mulai terpancing emosi.
Reno menghela nafasnya kasar, “Bagaimana caranya kita mendapatkan tukang lain dalam waktu dekat, apa tidak ada solusi pak?” ucap Reno mulai memelankan intonasinya. Dia sadar ini diluar keinginan Bayu, “Kalau kita harus membayar lagi biaya tukang, anggaran kita tidak memungkinkan”ucap Reno pula.
Bayu nampak berpikir, “Pak Edi sendiri sudah siap diproses hukum, katanya dia tidak bisa mengganti uang tersebut, sedangkan kalau kita proses, selain akan keluar biaya, uang kita yang sudah dipakai tidak akan kembali” kata Bayu Pasrah.
Reno mengacak rambutnya frustasi. Dia benar-benar bingung harus berbuat apa. karena masih dalam tahap awal mereka tidak terlalu banyak mencari margin keuntungan karena sekalian untuk mempromosikan usaha mereka. Kalau seperti ini kejadiannya bukan mendapatkan untung tapi buntung yang di dapat.
.
.
Reno berjalan gontai memasuki rumahnya. pikirannya benar-benar kalut. Membuka usaha sendiri lebih menguras otak dan emosi daripada bekerja di perusahaan orang.
tok tok tok
Pintu rumah dia ketuk pelan.
Ceklek, terdengar suara pintu dibuka.
Raina adiknya Reno yang membuka pintu.
“Kenapa kak? kusut amat?” tanya sang adik yang heran melihat wajah tak bersahabat kakaknya.
“Gak apa-apa” jawab Reno seraya memasuki rumah.
Sampai di ruang tengah betapa terkejutnya dia ternyata disana ada Angel dan Ubunya sedang menonton TV. Seketika lesu Reno langsung hilang. Dia segera menghampiri sang kekasih.
“Kamu kesini kok gak bilang?” tanya nya sambil mengelus kepala Angel penuh sayang.
Angel yang tidak menyadari kedatangan Reno sontak terkejut, “Baru datang salam dulu dong sayang” tegur Angel halus.
Reno terkekeh kemudian menyalami sang Ibu, setelahnya duduk di sebelah Angel.
“Kamu mandi dulu sana, bau” perintah sang Ibu kepada Reno.
“Ia iya , bu boss” kata Reno. Reno mengacak Rambut Angel kemudian menuju ke kamarnya untuk mandi kilat.
15 menit kemudian dia sudah kembali ke ruang tengah.
“Ibu dimana sayang?” tanya Reno kepada Angel karena sampai di sana Ibunya sudah tidak ada.
“Tadi ada yang nyari di depan yang, kamu udah makan?”tanya Angel pula.
Reno menggeleng.
“Belum, ayo makan bareng” ajak Reno yang mengira Angel belum makan.
“Aku tadi udah makan sama Ibu dan Raina, maaf gak nungguin kamu soalnya sudah laper"jawab Angel sambil sengir.
Reno menepuk-nepuk kepala Angel pelan, “ Tega kamu ya...Kalau gitu, ayo temani aku makan” ucap Reno pura-pura merajuk.
Angel hanya terkekeh saja kemudian menarik tangan Reno menuju ruang makan. Angel melayani Reno sudah seperti melayani suami, melihat itu senyum Reno seketika menjadi terbit dan dia bisa melupakan sejenak masalahnya di kantor.
Selesai makan mereka kembali menonton TV. ibu dan Raina juga disana.
“Tadi aja mukanya ditekuk baru sampai rumah, sekarang baru ngeliat kak Angel udah berubah lagi, uekk jijik” kata Raina mengejek kakaknya.
“Kamu kenapa Ren, ada masalah?” tanya Mira khawatir.
Angel pun memandang Reno meminta jawaban.
“Mandor di proyek korupsiin uang pekerjanya bu” jawab Reno akhirnya, “mereka jadi mogok kerja” lanjutnya.
“ Ya Tuhan, terus gimana sekarang nak?” tanya Mira khawatir.
Reno memijit kepalanya, “Aku juga masih bingung bu” jawab Reno apa adanya.
Mira mengelus lengan anaknya, “ Berdoa sama yang di atas nak, tidak mungkin Tuhan kasih cobaan diluar kemampuan umat-Nya” ucap Mira memberi saran.
Reno mengangguk menyetujui ucapan ibunya.
Angel menatap Reno sendu, merasa kasihan dengan apa yang sang kekasih alami.
Jam sudah menunjukkan pukul 8, Reno kemudian mengantar Angel pulang.
Mereka masuk ke dalam mobil Reno
“Tadi kesini sama siapa yang?” tanya Reno sambil memakai seat beltnya, “Kenapa gak bilang mau kesini?” tanya Reno pula.
“Tadi ketemu Raina di depan Kantor, terus diajakin kesini sama dia, mau hubungi kamu tapi handphone ku habis batre hehehe”jawab Angel apa adanya.
“Sekarang masih mati ponselnya? nanti Kak Andre nyariin” ucap Reno.
“Tenang sayang, tadi udah di charge kok, aku udah kabari kak Andre juga” jawab Angel menenangkan.
Reno tersenyum kemudian mulai menjalankan mobilnya, tak lupa menyalakan music.
Angel melirik ke arah Reno, “kamu gak apa-apa kan sayang? mungkin ada yang bisa aku bantu?”ucap Angel yang paham apa yang kini Reno rasakan.
Reno mengelus puncuk kepala Angel dengan sayang, “Makasih sayang, asal kamu sudah ada disisi aku, itu sudah sangat membantu, membantu aku lebih waras” katanya sambil terkekeh.
“Aku serius sayang, aku siap bantu kamu” ucap Angel dengan wajah serius.
“Terima kasih sayang” kata Reno tersenyum sambil menggenggam erat tangan Angel.
Dia sangat bahagia memiliki pasanfan seperti Angel. Rasanya hidupnya terasa begitu sempurna semenjak menjalin hubungan dengan Angel.
Bersambung...