
"Kak Reno, Kakak udah pulang?" tanya Raina terkejut.
"Ngintip-ngintip kayak maling, ngapain kamu tadi?" tanya Reno heran.
Bukannya menjawab Raina langsung kabur ke kamarnya.
Angel yang mendengar suara yang tidak asing ditelinganya langsung mengakhiri teleponnya dengan Riri.
"Sayang..." panggil Reno saat masuk ke dalam kamar sambil merentangkan tangan.
"Akhirnya kamu pulang, aku kangen" ucap Angel seraya bangun dari tidurnya dan bergegas menghampiri suaminya. Mereka berpelukan mesra.
"Aku juga kangen banget, bela-belain pulang biar bisa ketemu istri tercinta" ucap Reno menimpali
"Handphone nya mati ya?"tanya Angel.
"Iya, habis daya, Aku mau mandi dulu ya" kata Reno lalu melepas pelukannya.
"Kamu udah makan?" tanya Angel saat Reno sudah masuk ke dalam kamar mandi.
"Sudah tadi" kata Reno sedikit berteriak karena pintu sudah ditutup.
Angel menyiapkan baju untuk suaminya dan meletakkannya di atas tempat tidur.
15 menit menunggu Reno sudah selesai dengan handuk di pinggang
Angel menghampiri suaminya sambilmenyerahkan pakaian yang tadi dia siapkan
"Aku lapar pengen makan" Kata Reno sambil menerima pakaian tersebut.
"Aku siapin dulu ya" Baru Angel mau keluar tangannya sudah dipegang Reno.
"Pengen makan kamu maksudnya"ucap Reno dan langsung saja dia bertindak membenamkan bibirnya di bibir ranum Angel.
Me lu mat nya dengan penuh tuntutan, bibir mungil Angel yang sudah membuatnya begitu candu.
Dan adengan 21++ pun terjadi.
Reno memeluk erat tubuh istrinya yang polos, entah sudah sesi keberapa pergumulan mesra mereka terjadi. Angel pun sudah terlelap dalam pelukan suaminya.
Angel tidak bereaksi, tidurnya benar-benar lelap.
Entah di menit keberapa perlahan Reno mulai menyusul istrinya ke alam mimpi.
Pagi menjelang, Angel terjaga lebih dahulu, pandangan pertama yang dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih tidur lelap. Perlahan dia melepas pelukan suaminya, bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan membuat sarapan.
Sudah rutinitasnya setiap pagi membuat sarapan untuk seluruh keluarga.
Sampai dapur Angel sudah bersiap dengan peralatannya, entah kenapa dia ingin sekali makan sop daging, mumpung masih pagi dan waktunya cukup dia mulai mengeluarkan kemampuannya dalam memasak.
.
Tak berapa lama Mira datang menghampiri.
"Kamu masak apa sayang?"tanya Mira lembut seperti biasa.
"Aku lagi pengen banget makan sop daging bu, ibu mau aku masakin apa?"jawab Angel.
"Ibu juga sudah lama gak makan sop, wanginya harum sekali ibu jadi gak sabar pengen nyobain sopnya".
"Semoga cocok sama selera ibu" kata Angel sambil tersenyum.
"Pasti cocok, masakn kamu selalu enak, dulu waktu awal-awal ibu nikah, ibu sama sekali gak bisa masak, neneknya Reno waktu itu cerewet sekali, dia sering marah-marahin ibu karena gak bisa masak, akhirnya ibu bertekad belajar masak" curhat Mira mengenang masa lalu.
Angel hanya tersenyum menimpali sesi curhat mertuanya, yang dia tau ibu mertuanya tidak memerlukan jawaban, hanya perlu teman curhat.
"Untungnya ayahnya Reno mau nerima ibu yang tidak bisa masak, ibu jadi merasa ada yang jaga dari mertua galak" lanjut Mira.
Angel terkekeh mendengar curhatan mertuanya.
"Sejak itu ibu bertekad, akan menjadikan menantu sebagai anak, kalau salah akan ibu beri tahu seperti menasehati anak ibu sendiri, Jadi kamu jangan sungkan-sungkan sama ibu ya, Anggap Ibu seperti ibu kandungmu sendiri".
Angel terharu mendengar penuturan mertuanya. Lama tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, sekarang dia dapatkan dari Mira sang Ibu Mertua yang sangat pengertian.
BERSAMBUNG... ❤