
"Maaf ibu ganggu" kata Ibu sedikit berteriak.
Ibu meletakkan minuman racikannya di atas meja dan segera keluar.
"Aduhh... malu sama ibu sayang" kata Angel menutup matanya dengan tangan.
"Ngapain malu kita kan suami istri, ibu juga pernah muda" jawab Reno santai.
"Tetep aja malu sayang"balas Angel.
"Gak apa-apa , Ibu pasti maklum kok"ucap Reno sambil mengelus rambut Angel dengan sayang.
Angel mengelus dada nya menetralkan degup jantungnya yang ketahuan bermesraan oleh mertua.
"Aku ambilin kamu minumnya dulu ya, biar enakan" Angel hendak bangun tapi Reno melarangnya.
"Jangan, gini aja dulu, aku pengen meluk kamu, jarang-jarang kita bisa berduaan gini"ucap Reno yang semakin mengeratkan pelukannya.
Angel mengalah, membiarkan saja kelakuan suaminya yang hari ini sangat manja.
"Masih sakit kepalanya?"tanya Angel pula.
"Masih, tapi gak seperti tadi, kan udah ada kamu obatnya" Kata Reno kemudian mencium bibir istrinya.
Angel sontak kaget dengan serangan mendadak suaminya, tapi dia tidak melawan tidak juga membalas.
Menyadari tidak ada balasan, Reno kemudian menggigit bibir bawah istrinya, sehingga tanpa sadar Angel membuka mulutnya, dengan insting yang dimilikinya Reno mulai memasukkan lidahnya, menyusuri setiap inci kepunyaan istrinya yang sudah menjadi candu.
Serangan bertubi dari suaminya membuat Angel pun membalas tak kalah panas.
Mereka terkekeh setelah ciuman pa nas itu berakhir.
"Gimana sih, masak sakit-sakit mesyum?"protes Angel masih dengan tertawa kecil.
"Gak papa mesum sama istri sendiri" Kata Reno mempererat pelukannya.
"Sekarang minum dulu ya, nanti dingin gak enak".
Reno pun mengangguk tanda setuju.
Angel mengambilkan minuman yang dibuatkan mertuanya tadi dan langsung memberikan kepada Reno.
"Makasi sayangku" Kata Reno sambil mencuri kecup di pipi istrinya.
.
.
Angel sedang menyiapkan makan malam dengan Mira sang Mertua. Kali ini Angel memasak Ikan mujair goreng lengkap dengan sambal terasi serta tumis kangkung. Request dari Suami yang lagi sakit, maunya yang pedes-pedes padahal tenggorokannya lagi sakit. Angel juga membuat perkedel jagung untuk dirinya sendiri, karena entah kenapa dari tadi siang sudah membayangkan perkedel untuk makan malamnya.
Selesai memasak , Angel menghidangkan hasil masakannya di meja makan.
"Kamu panggil Reno ya, biar Ibu yang panggil Raina"ucap Mira.
"Raina bukannya belum pulang bu?"
"Raina belum pulang?" tanya balik Ibu.
"Iya, tadi aku sempet ke kamarnya, tapi dia tidak ada"jawab Angel apa adanya.
"Coba ibu telepon dulu kalau gitu"ucap Mira kemudian.
"Iya bu, aku panggil Reno dulu"ucap Angel kemudian memanggil suaminya di kamar untuk makan malam bersama.
Reno memakan makan malamnya dengan sangat lahap, seolah belum makan berhari-hari. Mira sampai heran dibuatnya, karena tidak biasanya Reno seperti itu, apalagi sedang sakit.
"Kamu makannya pelan-pelan aja Ren, nanti tersedak" Kata Mira mengingatkan.
Sedangkan Angel sedang tidak nafsu makan, hanya sesekali memasukkan perkedel ke mulutnya, tadi siang benar-benar ingin makan perkedel, tapi sekarang sama sekali tidak ingin makan.
Hal itu pun tak luput dari penglihatan Mira.
"Angel, kamu kok makannya kayak gak berselera gitu? kangkungnya enak, biasanya kan kamu suka kangkung".
"Lagi gak pengen makan bu, padahal tadi pengen banget makan perkedel".
"Bisa jadi kamu ketularan Reno, udah sakit main meluk-meluk istri, nanti ibu buatkan minuman hangat buatmu ya" ledek Mira pada Reno.
"Makasi ya bu" kata Angel sambil tersenyum. Malu tepatnya.
"Aku kan sakit kepala bu, mana bisa nular" protes Reno tidak terima.
"Sakit kepala emang gak nular, tapi sakit tenggorokan itu bisa jadi karena virus" kata Mira lagi.
Reno hanya manggut-manggut tanda mengerti.
"Lagian sakit tenggorokan tapi minta dibuatin sambel, ada-ada aja kamu Ren, kayak orang ngidam".
Hening.
"Apa Angel lagi isi?" tanya Mira kemudian.
"Bu, jangan aneh-aneh, baru sebulan nikah masak sudah jadi" Kata Reno yang menganggap omongan ibunya tidak masuk akal.
.
.
"Kamu jangan dengerin omongan Ibu ya, sudah gak sabaran punya cucu"
Mereka berdua sudah saling memeluk di atas ranjang, Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan terlelap.
"Sayang, Raina sudah pulang belum ya?" Angel jadi teringat adik iparnya yang tidak ikut makan malam, "Aku mau liat dia dulu di kamarnya ya".
"Chat aja dia" Reno mengambil Ponsel di atas nakas memberikannya kepada Angel.
Angel menerima ponsel tersebut kemudian menghubungi Raina via telepon.
3 kali panggilan tidak juga diangkat.
"Apa telepon Rio aja ya?" tanya Angel pada diri sendiri..
Reno mengerjitkan kening bingung, "Rio?"
"Iya, tadi pagi aku anterin dia ke kantornya Rio".
Reno merubah posisinya menjadi duduk bersandar di tempat tidur, Angel pun mengikuti.
"Sepertinya aku butuh penjelasan" tegas Reno, dia merasa istrinya main rahasia-rahasiaan dengannya. Wajahnya sudah berubah serius.
Angel yang menyadari perubahan raut wajah suaminya hanya bisa menelan salivanya kasar.
glek.
"Maaf sayang, aku belum sempat cerita, jadi intinya Rio itu sudah lama naksir Raina".
Reno semakin heran.
"Kamu yang sahabatnya aja tidak tahu kan?" tanya Angel pula.
Bersambung...