
Akhirnya hari bahagia yang dinanti telah tiba. Upacara pernikahan yang sederhana di kediaman Ibu Reno di Kota D sudah berjalan dengan lancar. Walaupun pernikahan ini terkesan sederhana tapi tidak mengurangi makna dari pernikahan itu sendiri.
Tampak undangan yang hadir yaitu ke 3 sahabat baik Reno serta Maria istri dari Andi dan putri kecil mereka yang berumur 4 bulan, teman-teman semasa KKN terlihat Riri , Sky, Shanty dan beberapa teman lain dan pasangan baru yang sebentar lagi akan menikah, siapa lagi kalau bukan Lani dan Vino.
Pihak Keluarga Reno juga banyak yang hadir sedangkan dari Pihak Angel hanya sang Kakak dan Istrinya. Setelah mengucapkan janji suci pernikahan, Reno dan Angel Resmi menjadi suami istri. Para undangan mulai memberikan ucapan selamat, menaiki podium dan menyalami sang pengantin baru yang terlihat mesra tidak mau jauh-jauh.
Tangan Reno terus saja memeluk pinggang istrinya ketika sudah tidak ada tamu yang naik ke podium.
Ehem! Suara deheman dari Pak Bayu partner kerja Reno yang berniat mengucapkan selamat, dibelakangnya mengekor beberapa karyawan yang juga menyempatkan hadir di acara penting sang Boss.
Reno sontak melepas pelukannya kemudian menyalami Pak Bayu, tidak ada gurat Malu di wajahnya, malah sangat bangga walaupun ketahuan sedang memeluk istrinya, berbeda dengan Angel yang terlihat malu.
“Nanti lanjutkan di kamar ya” goda Bayu sambil menepuk pundak Reno , tidak lupa disertai dengan tawanya yang keras.
“Kalau itu tidak usah diingatkan pak, jawabannya sudah pasti” jawab Reno tak mau kalah.
Lagi-lagi Angel dibuat malu oleh sang suami
.
.
Di sebuah meja, berkumpul Anjas, Rio dan Keluarga kecil Andi. Mereka menoleh ke arah Reno dan Angel yang nampak mesra di atas podium.
“Bertahun-tahun memendam perasaan , akhirnya mereka menikah juga, jodoh memang tidak kemana” Kata Rio sambil mengaduk-aduk minumannya.
“Aku masih ingat waktu kita berempat ke perpustakaan cuma buat anterin Reno ngeliat Angel, Konyol banget gak sih?" ucap Angel mengenang masa lalu. Anjas sudah sangat ikhlas wanita yang dia cintai menikah dengan sahabat baiknya.
“San kami juga sempat naksir si Angel” kata Andi menepuk pundak Anjas sambil terkekeh.
“Woiii, aku kan cuma asal ceplos aja waktu itu”elak Anjas. Padahal itu memang benar adanya.
“Iya , iya percaya” kata Andi masih dengan tawanya.
Anjas melipat tangan di dada , “kalau Reno tau bisa-bisa aku digorok” ucap Anjas pura-pura merajut. Tapi jujur dia sangat takut bagaimana reasi Reno kalau tau dirinya menyukai Angel.
Glek .
“Nampus aku” batin Anjas.
Reno menekan bahu Anjas, “Apa?” tanyanya tegas.
Anjas mengelus-elus tangan Reno yang masih bersarang di pundaknya
“Gak ada apa-apa, Andi ngarang” bohon Anjas.
Reno kemudian beralih menatap Andi, belum sempat Andi menjawab Reno sudah di panggil Angel.
“Sayang, ada teman kakak yang mau bertemu"ucap Angel seraya menari pelan tangan Reno
“Aky tunggu ya penjelasannya” Kata Reno sebelum meninggalkan teman-temannya itu.
“Dasar kamu Ndi, gara-gara kamu si pencemburu itu marah, apa aku bilang nanti?” kata Anjas setelah Reno menghilang
Andi hanya mengedikkan bahu sedangkan Rio tertawa Lepas.
Tapi tawanya langsung surut ketika melihat Raina sedang berbincang dengan seorang pria
“Siapa pria itu?” batinnya.
Rainan adik Reno duduk di meja tidak jauh dari tempat Rio, pas satu garis dengannya.
Terlihat obrolan seru antara Raina dengan seorang pria yang belum diketahui siapa, sesekali Riana tertawa dan menepuk lengan pria tersebut. Terkihat mesra di mata Ruo.
Rio meremas tangannya, Cemburu itu lah yang ia rasakan. Sudah beberapa kali dia berusaha mendekati Raina, tapi tidak pernah ditanggapi, itu juga alasan Rio masih betah menjomblo ,karena cintanya tidak kunjung terbalas.
Bersambung ...