
Mobil Reno sudah berhenti di depan Rumah Angel, sebelum turun Angel mengecup pipi Reno sekilas dan buru-buru turun dari mobil.
Reno tersenyum melihat tingkah Angel yang malu-malu, kemudian menyusul Angel masuk kerumahnya.
Angel masuk ke rumah diikuti Reno yang mengekor di belakang sambil menenteng 1 slice cheese cake pesanan sang Kakak Ipar yang tengah hamil muda, akhirnya setelah penantian 3 tahun lamanya, Melia diberi kepercayaan menjadi seorang Ibu.
Angel mengambil cake tersebut dan membawanya ke dapur. Sedangkan Reno menemui Andre sang calon kakak ipar untuk meminta restu meminang Angel.
Orang tua Angel sudah lama meninggal karena kecelakaan mobil, tepatnya saat Angel masih duduk di bangku SMA. Setelah kejadian tragis itu, Angel bergantung pada kakak satu-satunya yaitu Andre. Susah senang mereka hadapi berdua, sampai akhirnya Andre memutuskan untuk menikah dengan Melia, wanita yang selalu mendukungnya dalam keadaan susah dan senang. Walaupun sifat Melia sangat pencemburu, tapi Andre sangat menyukai itu.
Saat ini Andre dan Reno sudah duduk berhadapan diruang kerja Andre.
Andre mengernyitkan kening bingung karena tiba-tiba Reno duduk di depannya dengan tampang serius.
“Maaf kak mengganggu waktu kakak, ada yang aku bicarakan” katanya to the point.
“Kamu mau melamar adik saya ya?” tebak Andre tepat sasaran.
Reno menelan kasar salivanya, ternyata dengan mudah Andre tau maksud kedatangannya.
Belum sempat Reno menjawab Andre sudah lebih dulu bersuara, “ Kalau saya... asal Angel sudah setuju, saya pasti setuju” katanya seraya tersenyum.
Wajah serius Reno langsung berubah sumringah. Dia langsung menyalami sang calon kakak ipar, “Makasih Kak, aku akan berusaha membahagiakan Angel” ucap Reno semangat.
“Saya yakin kamu bisa makanya saya tidak perlu berpikir panjang untuk menerima lamaran ini, kamu atur saja semuanya” ucap Andre pula.
.
Pulang dari rumah Angel, Reno langsung membicarakan niat baiknya untuk menikah kepada Mira Sang Ibu. Tentu saja Mira sangat antusias.
Reno merupakan anak laki-laki satu-satunya, semenjak Ayahnya meninggal karena sakit 7 tahun silam, Reno sudah membantu sang Ibu untuk mencari nafkah.
Mira tentu sangat bangga atas keberhasilan putranya, perjuangan dan kerja keras Reno sudah membuahkan hasil. Sekarang waktunya bagi Reno untuk membangun rumah tangga, menemukan kebahagiaannya.
Selama ini Reno selalu mendahului kepentingan keluarga dari pada kepentingannya sendiri. Semenjak manjalin kasih dengan Angel terlihat jelas perubahan dari Reno, dia semakin hangat dan penuh cinta.
Tidak ada alasan lagi untuk menunda pernikahan. Lrbih cepat lebih baik.
Setelah melakukan pertemuan keluarga. Disepakati lah 2 bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan secara sederhana di kampung halaman Ibu Reno di Kota D.
Reno dan Angel sedang duduk di teras rumah Angel saling berpegangan tangan.
“2 bulan lagi kita nikah ya , Ren?” tanya Angel sambil menatap lekat manik hitam milik Reno.
“Kamu mau di cepetin?” jawab Reno dengan pertanyaan, dia mengerlingkan matanya menggoda Angel.
Angel mencebikkan bibirnya, “Itu sih maunya kamu”goda Angel pula.
Reno terkekeh, “Memang kamu gak mau nikah sama aku?” tanya Reno sambil memegang kedua pundak Angel, meminta Angel menatap dirinya.
Angel tidak menjawab tetapi langsung memeluk tubuh Reno erat.
“Aku anggap pelukan ini artinya kamu mau pernikahan kita dipercepat ya” jawab Reno sambil membalas pelukan Angel.
Angel memukul dada Reno pelan , “Apa kita bisa menjalani kehidupan baru sebagai suami istri? tanggung jawabnya besar”cicit Angel pelan. Dia takut tidak bisa menjadi istri yang diharapkan Reno.
Reno melerai pelukan Angel, menangkup kedua pipi Angel , pelan dia mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibir Angel sekilas.
“Aku mencintaimu, aku rasa aku gak tahan kalau kita tidak segera menikah” kata Reno kemudian mencium bibir ranum Angel lagi, me lu mat nya dengan penuh kasih sayang, pelan Angel membalas ciuman tersebut. Ciuman pertama mereka yang penuh cinta.
Bersambung...