
Seharian ini Rio bertamu di rumah sahabatnya. Bermain game dan melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan ketika masih kuliah dulu.
Sampai makan malam tiba, Raina belum juga pulang kerumah.
"Ayo dimakan Rio, jangan sungkan" Kata Mira ibunda Reno.
"Iya bu terima kasih, Raina kok belum pulang ya bu?"tanya Rio.
"Sudah biasa seperti ini, apalagi akhir bulan bisa sampai jam 1 malam baru pulang" jelas Mira.
Rio manggut manggut, seharian menanti sang pujaan hati tapi hingga kini tak kunjung pulang
Usai makan malam, Rio menunggu kedatangan Raina di ruang TV ditemani Reno sedangkan Angel dan Mira kembali ke kamar untuk beristirahat.
Rencana besok Angel akan mulai bekerja kembali, walaupun sebenarnya Reno belum ikhlas memberikan istrinya bekerja, tapi mau bagaimana lagi, Angel terus merengek minta bekerja kembali.
Dokter juga mengatakan kondisi Angel baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Jam 9 Malam akhirnya Raina sampai dirumah.
Dia berjalan gontai memasuki ruang keluarga ,masih belum sadar kalau disana ada 2 orang yang menunggu kedatangannya.
Capek dan penat akibat pekerjaan menyebabkan dia tidak konsentrasi.
"Baru pulang kamu?" Kata Reno mengagetkan adiknya.
Raina tidak menengok ke arah Reno pandangannya fokus menatap layar HP, entah apa yang dia lihat.
Mungkin menunggu pesan dari Rio yang tidak kunjung dia terima.
"Iya, lembur kak" jawab Raina masih fokus dengan Ponselnya.
"Liat apa sih sayang?" kini Rio yang bertanya.
Seketika Raina langsung menoleh ke arah suara tersebut.
Rio tersenyum manis ke arah Raina.
"Kak Rio, sejak kapan kakak disitu?" tanya Raina kaget.
Rio bangkit dan menghampiri Raina yang masih tampak kaget.
Sedangkan Reno membiarkan mereka berdua berbicara dengan langsung ke kamar menemui Angel sang istri.
Rio langsung memeluk adik sahabatnya itu.
"Lama banget sih pulangnya, aku dari siang disini nungguin kamu" ucap Rio setengah merengek.
"Aku lembur kak, kakak gak bilang kalau mau kesini" ucap Raina beralasan.
"Habis chat aku dari kemarin di read aja, jadinya aku kesini , untung Reno gak kerja...kamu masih marah?"tanya Rio pula.
"Kok pertanyaan aku gak di jawab? kamu masih marah sama aku?" tuntut Rio.
Raina menggeleng, "Nggak kak, aku gak marah".
Rio membelai rambut Raina dengan sayang.
"Maafin aku ya, aku sayang banget sama kamu"ucap Rio penuh mohon.
Raina pun mengangguk, "Iya kak".
"Jawabnya singkat-singkat banget, kan bentar lagi jadi tante" goda Rio.
"Kak Angel Hamil?" tanya Raina kaget.
"Iya, proyeknya kenceng, baru aja nikah udah jadi" jawab Rio sambil terkekeh, "Kamu udah makan?".
"Belum kak, kerjaan banyak banget" jawab Raina.
"Mandi dulu terus makan ya, aku tunggu di ruang makan" kata Rio seraya melepas melukannya.
"Iya, aku ke kamar dulu ya kak"pamit Raina.
.
.
Sedangkan di kamarnya Reno dan Angel sedang saling memeluk, Angel semakin manja saja tidak mau dilepas.
"Peluk dulu sebentar aja sampai aku tidur" mohon Angel.
"Aku ke toilet aja bentar, mau cuci muka sama gosok gigi"pinta Reno.
"Nanti aja , tunggu aku tidur dulu" rengek Angel manja.
Mau tidak mau Reno pun menuruti keinginan istrinya, dibelainya rambut Angel dengan penuh kasih sayang.
Entah di menit keberapa akhirnya Angel pun terlelap.
Pelan-pelan Reno melepas pelukannya.
Tenggorokannya terasa kering, dia pun berniat mengambil air dingin di dapur.
Sampai di dapur dia mendapati Rio dan Raina sedang saling memeluk.
Ehem.
Reno berdehem mengangetkan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta tersebut.
BERSAMBUNG ❤