MY ANGEL

MY ANGEL
Sendu



Beberapa hari kemudian, sesuai dengan rencanya awal. Reni mengajak ke tiga sahabatnya untuk menginap di Villa K.


Ke 4 sekawan itu sudah berkumpul menikmati akhir pekan setelah seminggu bergelut dengan pekerjaan.


Mereka merilex kan pikiran dengan bernostalgia. Anjas membawa gitar dan mulai bernyanyi, walaupun suaranya pas-pas an tapi dia dengan percaya diri bernyanyi.


“Aku akan mempersembahkan lagu buat sahabat aku yang baru aja menyandang status jomblo “ ucap Anjas yang seketika mengundang tawa ke empat sekawan itu.


“Sialan kamu, akhirnya aku nyusul kalian juga, kita sama-sama jones hahaha” sahut Reno yang sudah tertawa sambil mengeluarkan air mata. Dia pun menghapus sudut matanya yang sudah mengeluarkan air mata bahagia. Putus malah membuat Reno bahagia dan lega.


"Patah hati sampai nangis" goda Anjas pula.


"Sialan kamu, enggak lah" protes Reno mereka pun kembali tertawa.


Anjas mulai melantunkan lagu patah hati untuk Reno. Mereka ber 4 kompak bernyanyi dengan suara sumbang masing-masing. Menyanyi memang bukan keahlian mereka.


“Kalian tau gak kemarin aku ketemu Angel” kata Reno disela-sela obrolan mereka.


“Serius? Terus gimana? Masih cantik ga?” seperti biasa kalau sudah menyangkut Angel , Anjas pasti paling semangat.


“Makin cantik tapi dia kayak gak ingat sama aku. kayaknya dia udah nikah juga’’ jawab Reno.


“Dari mana kamu tau?” tanya Andi penasaran karena biasanya Reno terkenal mengasumsikan sesuatu penurut pikirannya sendiri.


“Ada cincin di jari manisnya, dan kemarin Pak Andre rekan bisnis aku bilang kalau sekarang istrinya minta dia kemana-mana harus sama asisten, panggilan Angel ke Pak Andre juga “kak” bukan “Pak”, mereka kayak bukan boss sama karyawan, jadi aku pikir pasti istrinya Pak Andre itu Angel, yang kemana-mana harus ikut suami” jelas Reno tentu saja dengan asumsinya sendiri.


“Aahhh kamu mah dari dulu sama aja, masak berasumsi sendiri, belum tentu juga kali, makanya kalau suka dari dulu itu sampein, jangan cuma di pendem, gini kan jadinya?” protes Rio yang sebal dengan asumsi sahabatnya itu.


Diam-diam Reno membenarkan ucapan Rio. Dia selalu menyangkal perasaannya pada Angel, tapi sayang sekarang sudah terlambat.


‘‘Terus Melody gimana? Udah gak ada kontak sama sekali? Kalian kan udah lama pacaran” tanya Andi penasaran.


“Kami sama-sama sudah tidak ada kontak lagi, bener-benar sudah berakhir” jawab Reno sesuai fakta. Reno pun sudah beberapa kali melihat Melody mengupload foto kedekatannya dengan pria seprofesi dan itu bisa dia asumsikan kalau Melody pun sudah move on.


“Sabar ya bro” ucap Andi sambil menepuk pundak Reno, “Fokus dulu sama karir, baru 22 tahun, kita masih muda, iya kan? Target aku nikah itu malah di umur 30 tahun” imbuhnya. Dia berusaha menguatkan Reno yang padahal tidak merasakan sakit hati sama sekali.


"Aku tidak apa-apa , jangan khawatir" sahut Reno.


“Kalau aku maunya nikah muda, maksimal 25 tahun lah” sahut Anjas yang tidak setuju dengan Andi yang memilih menikah di usia 30 tahun.


“Emang kamu udah ada calon?’’ goda Andi yang tentu saja sudah tau jawabannya. Anjas bahkan belum pernah berpacaran seumur hidupnya.


“Aku gak pakai pacar-pacaran, tapi langsung nikah” jawab Anjas mantap. Dia memang sangat serius akan itu.


Mereka kembali mengobrol sampai lupa waktu, mengenang kembali masa-masa mereka kuliah dulu.


Kulit kacang sudah berserakan, botol minuman juga sudah berjatuhan. Anjas masih memainkan gitar dan menyanyikan lagu patah hati Wajahnya pun terlihat sedih saat saat melantunkan lagu itu. Disebelahnya Rio sudah terlelap di alam mimpi begitu pula Reno. Sedangkan Andi menatap tak biasa pada Anjas. Entah kenapa Andi merasa kalau Anjas benar-benar merasa patah hati sekarang.


"Kenapa sikapnya jadi aneh?" batin Andi.


.


.


Hari Senin pun tiba. Hari ini Reno akan kembali bertemu Andre untuk kelanjutan bisnis mereka. Reno sudah siap dengan kemeja navi, celana bahan dan sepatu pantofelnya.


Wajahnya yang berkulut sawo matang itu terlihat begitu tampan. Tak sedikit karyawan di kantor Andre sampai memandang 2x ke arah Reno.


Memastikan penglihatan mereka apakah benar ada cowok ganteng yang masuk ke kantor mereka.


Saat masuk Reno yang memang sudah beberapa kali datang ke kantor ini langsung menghampiri reseptionist.


“Selamat pagi, saya sudah ada janji dengan Pak Andre” ucap Reno di depan Resepsionis yang berpenampilan sexy itu.


"Terima kasih ,bu " sahut Reno seraya tersenyum.


Dia pun langsung masuk ke dalam lift menuju ke lantai 4.


Sesampainya di lantai 4, Reno sudah disambut oleh Asisten Andre.


“Selamat pagi pak Reno, silahkan tunggu sebentar di ruang tamu pak Andre masih ada meeting sebentar, mari pak saya antar” ucap Angel sambil tersenyum


Melihat senyum Angel dipagi hari ini membuat debaran jantung Reno menjadi menggila.


Bila diibaratkan mungkin terlihat seperti letupan kembang api saat tahun baru.


Duar...


Duar...


Begitu lah kira-kira bunyinya.


Angel kemudian mengantar Reno ke ruang tamu.


“Silahkan duduk pak” ucap Angel saat sudah sampai diruang tamu, “Saya tinggal dulu sebentar ya pak, mau ambilkan minum” lanjutnya.


Reno mencegat tangan Angel,


“Bisakah kita bicara sebentar?” pinta Reno dengan tatapan memelas.


“Ada apa ya pak?” Tanya Angel kebingungan.


Angel pun kemudian duduk diseberang Reno, mereka duduk berhadapan hanya di halangi meja yang ada di sana.


Reno menghela napas kasar, “ Angel, maafkan aku sudah membentak kamu waktu ini” ucap Reno sungguh-sungguh. Sejak insiden pembulian pada Angel beberapa tahun silam, Reno terus dihantui rasa bersalah karen telah membentak Angel.


Angel mengerutkan keningnya.


“Maksudnya gimana pak? Saya tidak paham” ucap Angel.


“ 3 tahun lalu, waktu kita kkn, maafkan aku sudah membentak kamu” jawab Renno.


“Ooo… ya ampun pak, saya aja sudah lupa, jangan terlalu dipikirkan pak Reno” ucap Angel sambil tersenyum.


“Sekali lagi maaf” Reno kemudian melirik cincin di tangan Angel, “Kamu sudah nikah?”


“Nikah?” Angel kanget mendengar pertanyaan Reno.


Kemudian ekor mata Reno mengarah ke cincin di jari Manis Angel, “ ohh… iya pak, saya sudah nikah” jawabnya kemudian.


Ekspresi wajah Reno langsung berubah sendu dan secepat kilat menetralkan kembali wajahnya, “Selamat ya “ kata Reno memaksa tersenyum.


“Terima kasih pak Reno, Pak Reno sendiri sudah menikah?”


“Kalau aku masih sendiri, belum kepikiran untuk nikah, belum nemu jodohnya” jawab Reno.


“Saya pikir bapak sudah menikah sama Melody?”


“Kami sudah putus,  tidak ada kecocokan” jawab Reno


“Wah sayang sekali padahal kalian serasi sekali, ya sudah pak, saya ambilkan minumnya dulu “ ucap Angel kemudian pamit untuk membuat minuman.


Bersambung...