MY ANGEL

MY ANGEL
Mood Booster



Vino sedang berada di sebuah acara peresmian hotel baru milik salah satu rekan bisnisnya. Tema acara saat itu adalah "Dark of the ocean" jadi semua tamu diharapkan mengenakan pakaian serba hitam.


"Lan habis ini saya akan bertemu pak Andre sekalian makan siang. Kalau ada jadwal tunda dulu ya. Aku mau ketemu Siska juga" jelas Vino pada asistennya.


"Iya pak" jawab Asiten Vino patuh.


"Tumben kamu iya-iya saja?" tanya Vino heran.


"Tidak apa-apa pak" jawab Asisten Vino dengan tersenyum tipis.


Senyum yang menyiratkan kesedihan. Biasanya asistennya itu akan sangat bawel tapi dari tadi dia terlihat lebih banyak diam.


"Kamu kenapa? Cerita aja lagi" desak Vino pula.


"Gak apa-apa pak" jawab Asisten Vino tersenyum lagi.


Pasti ada sesuatu. ucap Vino dalam hati.


Selesai acara Vino pun bergegas menemui Andre.


"Apa kabar Pak Andre?" tanya Vino sambil menjabat tangan Andre. Mereka kini sudah berada di ruangan Andre.


"Baik pak Vino, saya rasa kabar bapak juga baik. Terlihat dari wajah Bapak yang nampak sangat berseri-seri" sahut Andre.


Vino pun tertawa kecil. Begitulah mereka akan berbincang-bincang sederhana sebelum memulai obrolan yang lebih serius tentang pekerjaan. Vino sengaja mengulur-ulur waktu pertemuan agar bisa nanti saat jam makan siang mengajak Angel untuk makan bersama.


...


Tepat saat keluar dari ruangan Andre, Vino melihat Angel yang hendak masuk ke ruangannya.


“Siska, kebetulan sekali, ada yang mau aku bicarakan” ucap Vino sambil menahan lengan Angel.


“Tentang apa ya pak? apakah tadi Pak Andre tidak ada di tempat?” tanya Angel heran. Dia pun menatap tangannya yang masih ditahan Vino. Sadar akan kesalahannya dia pun melepas tangannya dan meminta maaf.


“Ayo makan siang bersama, aku mau nunjukin sesuatu sama kamu" ucap Vino penuh harap.


Angel nampak berpikir sejenak, setelah menimang baik buruknya dia pun kemudian menganggukkan kepala menyetujui tawaran Vino.


“Sebentar ya pak saya ambil tas dulu di dalam” ucap Angel.


Vino pun mengangguk dan menunggu Angel di depan ruangannya.


Di dalam ruangannya,  Angel berusaha menghubungi Reno Tapi hingga 3x panggilan tetap tidak diangkat. Tidak menyerah sampai disana Angel kemudian mengirimkan pesan pada  sang kekasih. Dia tidak ingin Reno khawatir.


Sayang aku makan siang dulu dengan Pak Vino ya...


Kamu jangan lupa makan...


Love You...


Tulisnya dan dia tekan tumbol send. Selesai mengirim pesan untuk Reno, Angel kemudian meletakkan ponselnya di tas lalu menghampiri Vino yang masih berdiri di luar.


"Maaf lama ya pak" ucap Angel seraya tersenyum


"Gak apa-apa, ayo keburu habis jam makan siangnya" ucap Vino pula


Angel pun menganggukkan kepalanya.


"Kita makan di Restoran X ya" ucap Vino yang sudah memilih tempat romantis untuk makan siang mereka.


"Maaf pak, sepertinya saya tidak bisa karena jam istirahat saya terbatas. Bagaimana kalau di kantin kantor saja? Makanannya enak dan ersih pak" jawab Angel menolak secara halus.


Mau tidak mau Vino pun menyetujui tawaran Angel dan mereka berdua kemudian berjalanan beriringan menuju kantin.


Saat sampai di kantin, Angel kemudian menawarkan makanan yang paling best seller disana dan Vino pun tanpa pikir panjang langsung saja setuju dengan pilihan Angel.


“Tadi bapak mau bicara apa?” tanya Angel yang teringat dengan kata-kata Vino yang ingin menyampaikan sesuatu.


“Sabtu kamu ada acara ? aku mau undang kamu dan pak Andre ke pembukaan cafe baru, kamu harus hadir ya, nanti alamatnya aku kirim via chat” ucap Vino yang tidak menerima penolakan.


“Wahh… selamat ya pak. Semoga sukses ya pak usahanya" ucap Angel tanpa menjawab iya ataupun tidak.


“Terima kasih, cafe itu aku buat khusus untuk adik tersayang, karena dia suka menyanyi, jadi setiap sabtu aku adakan live music supaya dia bisa menyalurkan hobby nya” terang Vino tanpa diminta.


“Rupaya Bapak sayang adik juga. Pasti adik bapak juga sayang sekali dengan bapak” sahut Angel.


“Dulu kami seperti anjing dan kucing, tapi beberapa tahun belakang kami jadi semakin akur” ucap Vino kembali menceritakan kehidupan pribadinya.


Saat itu juga ponsel Angel berdering. Tertera nama sang pujaan hati disana. Tidak ingin Reno menunggu Angel pun meminta ijin pada Vino untuk mengangkat telepon.


“Maaf pak saya terima telpon dulu” ucap Angel.


“Silahkan” sahut Vino. Angel kemudian bangkit dari duduknya dan menuju tempat yang lumayan aman untuk menerima telpon.


“Halo sayang” sapa Angel saat dia sudah menganggat panggilan Reno.


“Kenapa lama sekali diangkatnya? kamu masih sama Kak Vino?” Tanya Reno beruntun. Dia sudah seperti jaksa penuntut umum yang menanyai tersangka di pengadilan.


“Maaf sayang, tadi nyari lokasi yang aman biar bisa puas nelpon kamu, kamu cemburu?” goda Angel yang sudah sangat paham karakter pujaan hatinya.


“Ya, aku cemburu, susah punya pacar cantik, yang suka banyak” ucap Reno kekanakan sekali.


“Ya ampun, kamu gak percaya sama aku?” tanya Angel pura-pura merajuk.


“Bukannya gak percaya, tapi aku takut kehilangan kamu” jawab Reno apa adanya. Bertahun-tahun dia menanti momen bisa memiliki Angel sehingga dia sangat takut kehilangan.


“Reno sayang, aku bahkan dari dulu gak pernah pacaran, cuma kamu satu-satunya, percayalah” ucap Angel menenangkan. Dan memang begitu adanya. Angel memang tidak pernah berpacaran walau yang mau jadi pacarnya sangat banyak.


“Iya aku percaya, bentar lagi jam makan siang berakhir, jangan lama-lama sama Ka Vino” ucap Reno dengan nada cemburunya.


“Iya sayang, kamu sudah makan?” tanya Angel kemudian.


"Belum, ini baru aja selesai meeting, makanya tadi gak bisa angkat telpon kamu, maaf ya” jawab Reno pula.


“Gak pa-pa sayang, kamu makan dulu gih, aku mau pamitan dulu sama Pak Vino, bye sayang” ucap Angel mengakhiri panggilan teleponnya. Rasanya tidak sopan membuat Vino menunggu terlalu lama.


“Bye sayang, I love You” jawab Reno.


“I Love You Too” balas Angel tak mau kalah.


Angel pun kemudian menutup telponnya.


“Ada-ada aja Reno, masak cemburu sama Pak Vino” ucap Angel tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Angel pun kemudian kembali menghampiri Vino dan langsung pamit karena jam makan siang sudah berakhir.


" Ingat ya datang ke acara launching cafe baru aku" kata Vino dipenghujung perpisahan mereka.


"Saya usahakan ya pak, sekali lagi selamat" ucap Angel lagi-lagi memberi selamat.


Vino tersenyum kemudian mereka pun berpisah menuju kantor masing-masing.


Sepanjang perjalanan Vino tersenyum, bertemu Angel merupakan mood booster baginya, lelah dan penat seketika hilang hanya dengan melihat Angel , apalagi dapat bonus senyumnya.


"Ah... Dia memang menggemaskan" ucap Vino dalam hati.


Bersambung