
"Jadi yang dia bilang gebetan waktu ini adik aku sendiri? dia nganggap aku sahabat apa nggak? bener-bener tu anak " Reno menggerutu kemudian dengan cepat menghubungi sahabatnya tersebut.
"Halo" terdengar suara sapaan disebrang sana.
"Pokoknya besok kita harus ketemu"ucap Reno tegas.
Tit, telepon langsung ditutup Reno.
Angel memukul lengan suaminya pelan, "Kok udah ditutup sih? udah tau dari tadi nelepon Raina susah banget, telepon lagi sana" kesal Angel.
Belum sempat Reno menelpon Rio kembali, yang bersangkutan sudah menelpon balik.
"Adik Aku mana?" tanpa salam Reno sudah menodong Rio dengan pertanyaan.
"Lho, bukannya udah pulang dari tadi? Jam 6 udah aku balikin pulang kok" jawab Rio apa adanya.
"Jam 6 apaan, Aku makan malam jam 7 tadi belum pulang dia"protes Reno pula.
"Suer, Ren, Aku sendiri yang anterin depan rumah Kamu" Aku Rio.
"Terus kemana adik Ku jam segini belum sampai rumah?"tuntut Reno.
"Kamu jangan bercanda ,Ren"ucap Rio yang mulai khawatir.
"Aku kagak bercanda, aku serius" sahut Reno cepat.
"Pantesan Aku teleponin dari tadi gak diangkat, Aku jadi khawatir nih bro" curhat Rio semakin cemas.
"Sana cari adik Aku sampai ketemu, tanggung jawab kamu, Kamu apain adik Aku sampai minggat?" tuduh Reno.
"Aku gak apa-apain, Ya kali Aku berani, punya Kakak Galak kayak Kamu, ya udah Aku mau nyari belahan jiwa Aku dulu".
Tit. kini Rio yang buru-buru menutup teleponnya.
Angel menatap suaminya yang nampak kesal, menunggu kelanjutan kabar dari Raina.
"Rio katanya tadi sudah nganter Raina pulang, tadi bener kamu gak liat dia di kamar?"tanya Reno pada istrinya.
Angel mengangguk, "Iya, Aku sekarang ke kamarnya lagi ya" ucap Angel.
Reno pun mengangguk.
Angel bangkit dari tempat tidur dan segera menuju ke kamar Raina.
Tak berapa lama Angel sudah kembali. Raut wajahnya tidak bisa di tebak.
"Sekarang dia sudah tidur di kamarnya" kata Angel heran, "Kapan dia masuknya ?"tanya Angel terheran.
"Besok aja kita tanyain dia langsung, sekarang waktunya kita tidur" Reno menarik tangan Angel hingga jatuh kepelukannya.
Angel memeluk erat tubuh suaminya, menghirup aroma yang sudah membuatnya candu.
Reno tak mau kalah, dia mencium puncak kepala istinya dengan penuh cinta.
"Besok kamu libur sekali lagi ya" pinta Reno sambil mengelus rambut Angel yang sudah kembali hitam.
"Kenapa?" Kata Angel sambil mendongakkan kepalanya.
Reno tidak menjawab tetapi malah mencuri kecup bibir istrinya. Me lu mat nya penuh ga i rah, Angel pun membalas tak kalah pa nas dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
Sedanngkan di tempat lain , Rio sedang pusing tujuh keliling mencari pujaan hati yang tidak tau entah dimana.
.
"Kemarin kamu kemana? kok tidak ikut makan malam?" tanya Reno pada sang adik. Mereka sekeluarga sedang sarapan bersama.
"Kata Rio dia sudag mengantar jam 6" kata Reno lagi.
"Aku ke minimarket depan kak, mendadak tamu bulanan datang, jadi buru-buru kesana karena gak punya stock"ucap Raina beralasan.
"Kakak kemarin sampai jam 10 di ruang keluarga, tapi kamu gak ada pulang juga" ucap Reno membantahkan jawaban Raina.
"Masak dari jam 6 ke Minimarket, jam 7 belum sampai rumah?" imbuhnya.
Reno terus mencerca Raina dengan banyak pertanyaan sedangkan Raina hanya menundukkan kepala.
"Sudah makan dulu, nanti habis sarapan kita bicara lagi" Ibu menengahi.
Mereka pun kembali melanjutkan makan dalam diam. Hanya dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar.
Selesai sarapan Angel membereskan meja makan ditemani ibu mertuanya.
Sedangkan Reno mengajak Raina untuk berbicara di ruang tamu.
"Sekarang jawab pertanyaan kakak dengan jujur, kemana kamu kemarin?" ucap Reno menuntut penjelasan.
BERSAMBUNG ❤