MY ANGEL

MY ANGEL
Tamu tak di undang



“Freya…, apa kabar?” Bu Mira menghampiri wanita yang baru saja datang yang ternyata bernama Freya.


“Baik Tante, Tante apa kabar? Maaf kemarin tidak sempat datang” Kata Freya sambil memeluk Bu Mira.


“Tante juga baik, ayo masuk” ajak Mira kemudian.


Bu Mira mengajak Freya ke ruang tamu, sedangkan Raina kembali ke kamarnya untuk mandi. Reno dan Angel yang masih di dapur juga menyusul ke ruang tamu untuk menyambut tamu yang baru saja datang.


“Hai Ren, apa kabar?” Sapa Freya sambil mengulurkan tangannya.


Reno pun menjabat tangan Freya, “Kabar baik, kenalin ini istri aku” Jawab Reno sambil memperkenalkan Angel.


Angel mengulurkan tangannya dan dengan segera Freya menyambut uluran tangan tersebut


“Angel”


“Aku Freya, teman kecil nya Reno, Sepertinya kita pernah ketemu, tapi dimana ya?” ucap Freya tampak mengingat-ingat.


Deg. Angel langsung mengingat siapa lawan bicaranya. Dia adalah Freya Wijaya teman Angel saat di Bangku SMP dan SMA. Bukan teman tapi rival tepatnya.


Freya tersenyum miring.


“Maaf ya gak bisa lama-lama, aku cuma mau kasi kado ini” Kata Freya sambil menyerahkan sebuah paperbag untuk Reno.


“Kenapa buru-buru, kan sudah lama tidak ketemu?” Tanya Bu Mira.


“Iya tante, aku mau kerja, aku pamit ya tante” ucap Fraya.


“Terima kasih ya kadonya Fre” Kata Reno basa-basi, sedangkan Angel hanya tersenyum.


Bu Mira pun kemudian mengantar Freya ke depan, sedangkan Angel kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi.


Reno masih diruang tamu, sedang menerima telepon dari Bayu rekan kerjanya.


10 Menit kemudian sarapan simple ala Angel telah siap. Dengan cekatan dia menghidangkannya di meja makan dibantu oleh Bu Mira.


“Sayang, sepertinya kita harus pulang sekarang, ada sedikit masalah di proyek” Kata Reno saat kembali dari ruang tamu.


“Ibu mau ikut kami apa mau disini dulu bu?” tanya Reno pada ibunya.


.


.


“Sayang, menurut kamu Freya itu gimana?” tanya Angel pada Reno. Mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Reno tersenyum, dia sudah GR mengira istrinya cemburu, “Kenapa nanya gitu? Kamu cemburu?”.


“Hah? siapa yang cemburu? kamu ini ada-ada saja”jawab Angel heran. Bisa-bisanya Reno mengira dirinya cemburu.


“Terus ngapain nanya Freya kalau gak cemburu?”tanya Reno penasaran.


“Pengen tahu aja gimana pendapat kamu tentang dia, soalnya kan kata dia kalian teman kecil”


“Biasa aja, aku gak terlalu dekat juga sama dia, sekedar kenal aja, gak mungkin kamu nanya kalau gak ada sesuatu kan?” tanya Reno yang masih belum puas dengan jawaban Angel.


“Dia itu teman ku dari SMP, dulu dia gendut kan? makanya aku sempat gak ngenalin”.


“Oh ya? aku gak tahu dia dulu sekolah dimana, kita tidak pernah satu sekolah” jawab Reno apa adanya.


“Dia ketua kelas, anaknya pinter, di sayang guru-guru, kalau aku kan biasa-biasa aja kalau"ucap Angel pula.


“Jangan bilang dia yang dulu ngata-ngatain kamu menang tampang aja?”tebak Reno.


Angel mengangguk, “Yap 100 buat kamu sayang” jawab Angel terkekeh.


Reno mengelus kepala Angel pelan, “Kasian banget sih kamu, dari dulu kena bully terus”


“Resiko punya wajah cantik” kata Angel sambil cekikikan.


Reno tergelak mendengar jawaban Angel, tumben istrinya narsis seperti itu.


“Dulu mungkin aku akan terpuruk kalau di bully seperti itu, sekarang mungkin aku udah kebal, gak bakalan aku mau ditindas kayak gitu lagi”


“Ini baru istriku”ucap Reno sambil mengelus rambut istrinya dengan sayang.


Bersambung...