
Selesai dari acara Reuni kampus, Vino dan Melody menaiki mobil mereka menuju rumah. Vino tersenyum mengenang pertengkarannya dengan Melody dulu, siapa sangka saat ini mereka benar-benar dekat melebihi saudara kandung. Saling menyayangi dan saling memahami.
“Kakak kenapa dari tadi aku liat senyum terus?” tanya Melody yang heran melihat tingkah kakaknya.
“Gak kenapa-napa, kakak cuma ingat kejadian yang dulu saat kita seperti Tom and Jerry” jawabnya sambil tertawa.
Melody tersenyum, “Kakak harusnya berterima kasih sama Reno”.
Vino mengangguk mengiyakan, “Tapi sekarang dia buat kakak sedih lagi, dia pacaran dengan perempuan yang kakak cintai”.
“Ayolah move on, kakak udah 30 tahun lho, masak masih terus ngarepin Siska?"
“Kamu sendiri belum move on kan?” tanya Vino mengejek.
“Masih belajar kak, tapi melihat dia bahagia aku pun senang”jawab Melody berusaha ikhlas.
Vino mengelus rambut Melody penuh sayang, “Semangat untuk kita” kata Vino menyemangati diri sendiri tepatnya. Mereka berdua kemudian menertawakan kekonyolan masing-masing yang gagal move on.
.
.
Beberapa hari kemudian Angel dan Andre masuk ke kantor Vino karena mereka ada kerjasama kembali.
Walau sudah sering bekerjasama tapi ini pertama kalinya Angel datang ke kantor Vino. Kantor yang lumayan mewah dan besar. Sampai di depan ruangan Vino, mereka sudah disambut oleh sekretaris pribadi Vino.
Angel terkejut bertemu dengan sekretari itu, begitupun sebaliknya. Mereka berdua sama-sama terkejut dan tidak menyangka.
“Lani?” tanya Angel terkejut.
“Angel….” teriak Lani tak kalah terkejut.
“Kamu kerja disini?” tanya Angel kemudian,
“Kalian saling kenal?” kini Andre yang terheran karena keduanya terlihat heboh.
Angel mengangguk, “Temen kuliah aku kak” jawab Angel.
“Ayo silahkan masuk” ajak Lani kemudian.
“Nanti kita harus bicara ya lan” kata Angel sebelum memasuki ruangan Vino dan Lani mengangguk antusias.
.
.
Ya setelah lulus dari kuliah, Angel dan Lani memang jarang bertemu, apalagi setelah lulus S1, Lani melanjutkan kuliah S2 di luar kota, hanya sesekali berkabar, dan saat reuni pun dia tidak kesana.
“Lan, ayo… aku sudah minta ijin sama boss mu” ajak Angel saat baru saja keluar dari ruangan Vino. Vino dan Andre mengekori di belakang mereka.
“Kita pergi ber empat?’’ tanya Lani berbisik , sejujurnya ia tak nyaman pergi dengan si boss
“Nggak, berdua aja” jawab Angel ikut berbisik. Lani pun manggut-manggut merasa lega. Mereka berdua kemudian menuju ke kedai lalapan kaki lima tak jauh kantor Vino. Makanan favorit mereka jaman kuliah dulu
Mereka sama-sama memesan ayam goreng dengan sambal mentah, makanan favorit mereka pun masih sama.
“Kok kamu gak ikut reunian waktu ini? sendirinya ngajakin tapi gak dateng” ucap Angel pura-pura merajuk.
“Malas banget pergi sendiri, aku kan jomlo” jawab Lani.
“Kan sama aku kesananya” jawab Angel pula.
“Aku kira kamu gak kesana, kamu juga gak bilang mau kesana" protes Lani. Malah dia jadinya lebih galak.
“Iya mendadak Reno mau kesana habis jengukin temen” jawab Angel terkekeh.
“Reno?” tanya Lani bingung.
“Ya ampun lupa , Aku belum cerita ya? Reno itu pacar aku, satu kampus sama kita dulu” jawab Angel malu sendiri.
“Malas banget sama kamu, gak inget punya temen, gak pernah cerita-cerita” ucap Lani pura-pura ngambek.
“Sorry, sorry, habisnya kamu ninggalin aku sih keluar kota” jawab Angel memasang wajah sok sedih.
“Jijik aku, sok imut banget muka mu itu” kata Lani sambil mencebik.
Angel terkekeh.
“Sejak kapan kamu kerja sama Pak Vino?” tanya Angel penasaran.
“Sekitar 2 tahun lebih, oh iya, kamu tau gak siska asisten Pak Andre? aku penasaran, seperti apa orang yang bisa bikin boss Aku patah hati?” tanya Lani penasaran.
“Hah? maksud kamu apa? jangan ngarang deh, tau dari mana kamu?” tanya Angel yang sangat terkejut saar ini.
“Aku kan sekretarisnya Pak Vino, Angel. Dia sering curhat ke aku makanya aku penasaran sama orangnya” jawab Lani.
Angel menelan saliva nya kasar, haruskah dia jujur kepada temannya kalau Siska itu adalah dirinya? Angel masih diselimuti kebingungan.
Bersambung..m