MY ANGEL

MY ANGEL
Bosan



"Sebulan lagi baru kita kontrol sayang, sabar ya nunggu sebulan" jawab Angel ikut berbisik seperti suaminya.


Reno tersenyum miring, "kenapa harus nunggu sebulan, sekarang aja kita ke dokternya?"ucap Reno memberi solusi.


"Masak cuma nanyain gitu aja ke dokter? malu dong sayang"protes Angel.


"Ngapain malu? gak ada yang namanya malu-malu, malu bertanya sesat di jalan"ucap Reno pula.


"Ya terserah kamu saja" Angel malas berdebat dengan suaminya yang punya sejuta jawaban, maklumlah kerjaannya melobi klien setiap hari.


Reno masih memeluk istrinya erat, padahal Angel sudah siap berangkat kerja.


"Sayang, aku ada ketemu klien sekarang, kamu memangnya gak kerja?" Angel membujuk suaminya agar diizinkan berangkat ke kantor.


Bukannya menjawab Reno malah mencium seluruh wajah Angel dengan gemas sampai Angel kegelian.


"Udah dong sayang, nanti aku telat" rengek Angel manja.


"Tunggu 15 menit aja, nanti aku yang anter"putus Reno tak mau dibantah.


"Aku masih bisa ke kantor sendiri sayang, lagian kan jauh harus bolak-balik"Angel masih terus membujuk suaminya.


"Aku langsung ninjau proyek deket situ, aman kok, tunggu ya"ucap Reno pula.


Reno langsung melesat ke kamar mandi sedangkan Angel merapikan kembali penampilannya yang acak-acakan akibat ulah suaminya itu.


30 menit kemudian mereka segera berangkat kerja. Angel ada janji temu dengan Alex jam 10.00 pagi di restoran X sedangkan sekarang sudah menunjukkan pukul 09.30.


Reno mengendarai mobilnya dengan sedikit cepat tetapi tetap memperhatikan kesehatan istrinya yang sedang hamil.


Jam 10 kurang 5 menit mereka tiba di lokasi.


"Aku tunggu disini ya, nanti setelah kamu bertemu klien aku langsung anter ke kantor"ucap Reno.


Angel hanya mengangguk karena tidak mau sampai terlambat. Dengan cepat dia mencium pipi Reno dan keluar dari mobil dengan tergesa.


"Hati-hati Angel" teriak Reno karena Angel sudah menjauh.


Dia gemas sendiri dengan Angel yang seolah lupa dengan kondisinya yang sedang berbadan dua.


.


.


Reno melirik jam di pergelangan tangannya, sudah hampir 45 menit dan Angel belum juga selesai, dia kemudian menyusul istrinya itu.


Reno duduk di meja di sebelah tempat Angel yang sedang sibuk berdiskusi.


Angel memungggunginya, istrinya itu tidak tahu kalau suaminya menyusul sampai ke dalam restoran.


Reno memperhatikan istrinya yang sangat serius menjelaskan, dia tersenyum kecil melihat semangat Angel dalam bekerja. Perhatiannya lalu beralih pada Klien Angel yang juga menatap lekat kepada Angel. Sekali lihat saja Reno sudah tahu bahwa Klien tersebut memandang Angel dengan kagum.


Tapi dia bersyukur karena Angel tidak pernah menghiraukan para klien yang pernah menaruh hati padanya, sebut saja Alan, Vino dan sekarang Alex atau mungkin klien-klien lain yang Reno tidak tahu.


Reno beruntung bisa meluluhkan hati Angel, padahal yang mendekati istrinya itu adalah orang-orang yang sukses.


Sambil menunggu Angel bekerja, Reno memesan makanan karena tadi tidak sempat sarapan.


Tak lama pesanannya datang, Reno menyantap sarapannya sambil memperhatikan istrinya.


"Bu Siska, bagaimana perasaannya selama bekerja dengan Pak Andre?" tanya Alex disela-sela diskusi mereka, "Pasti banyak yang ingin lebih dekat dengan Bu Siska, mengingat Pak Andre mempunyai banyak Klien".


Angel tidak mengerti arah pembicaraan Alex, "Maksudnya bagaimana ya pak? Saya kurang paham".


Alex tersenyum kecil, "Selama bekerja dengan Pak Andre pasti banyak sekali klien yang mendekati Bu siska ya, apa ibu sudah menikah?"


"Saya tidak pernah mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan pak, jadi hubungan saya dengan klien hanya sebatas pekerjaan saja"jawab Angel sambil tersenyum.


Angel kemudian menunjukkan cincinnya" Saya sudah menikah pak jalan 3 bulan" katanya seraya tersenyum.


Raut wajah Alex langsung berubah, dia mengira Angel masih single sama seperti dirinya, tapi dengan cepat menetralkan kembali raut mukanya seperti semua.


"Wah selamat ya bu, pengantin baru" kata Alex seraya mengulurkan tangannya.


"Terima kasih pak" kata Angel seraya menyambut uluran tangan tersebut.


Reno yang melihat pemandangan itu pun sedikit merasa panas, tetapi dia tahu tidak boleh terlalu posesif, berjabatan tangan saat berdiskusi adalah hal yang wajar.


"Selain rekan kerja, pasti banyak juga yang langsung suka pada pandangan pertama saat melihatmu" ucap Alex pula.


Angel mengernyitkan kening bingung.


"Dibelakangmu ada pria yang terus memperhatikan kita" kata Alex pula.


Angel sontak membalikkan tubuhnya dan melihat sang suami sedang memperhatikannya lekat.


Angel tersenyum dan melambai ke arah Reno.


Reno pun membalas lambaian itu.


"Itu suami saya Pak" kata Angel sambil tersenyum.


Alex tampak kaget.


" Pantas saja dari tadi tatapannya menusuk dan tidak bersahabat" kata Alex dalam hati.


.


.


"Kamu kenapa?" tanya Angel saat sudah berada di dalam mobil.


Mereka tidak jadi ke kantor Andre tetapi akan ke dokter kandungan untuk berkonsultasi.


" Gak apa-apa, ganteng ya kliennya?" tanya Reno dengan wajah datarnya.


"Kenapa? kamu cemburu?" goda Angel.


"Nggak" jawab Reno cepat.


"Kenapa? biasanya kamu cepat cemburu".


"Bosan" jawab Reno pula.


Jawaban yang membuat tawa Angel menjadi pecah.


BERSAMBUNG 😘