MY ANGEL

MY ANGEL
Baby A



Ternyata lokasi yang dikirim Angel lumayan jauh, memerlukan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk sampai disana


Akhirnya Reno sampai tepat pukul 6 sore saat matahari sudah mulai terbenam.


Angel turun dari mobil saat melihat mobil Reno mendekat. Senyum Angel seketika mengembang sempurna saat Reno keluar dari mobilnya. Melihat senyum itu membuat darah Reno berdesir hebat.


“Maaf ya sayang, kamu jadi jauh-jauh kesini” ucap Angel yang merasa tak enak hati.


Reno tersenyum kemudian membawa Angel ke dalam pelukannya.


“Jangan pernah sungkan sama aku. Aku kan pacar kamu. Kamu gak apa-apa kan? gak ada yang gangguin bidadari aku kan?” tanya Reno masih dengan memeluk Angel


Angel terkekeh, “gak ada kok, orang lewat juga gak ada, untung masih sore yank. Kalau malam bisa-bisa ada hantu” kata Angel sedikit bercanda.


“Mana ada yang begituan” ucap Reno seraya melerai pelukannya, “ Aku udah panggil bengkel langganan aku, kita tunggu sebentar lagi, habis itu biar mereka yang bawa mobil kamu pulang ya?" ucap Reno menjelaskan.


Angel mengangguk sebagai jawaban, “Makasih ya sayang” ucap Angel sambil memeluk lengan Reno.


Tak berapa lama pegawai bengkel itu tiba, Angel menyerahkan kunci mobilnya. Setelah berbicara ini dan itu dengan pegawai bengkel, Reno kemudian mengajak Angel untuk pulang bersama.


“Biar mereka yang bawa mobil mu pulang, aman kok” ucap Reno yang memang sudah langganan dengan bengkel tersebut.


Angel pun setuju dan mereka kemudian pulang bersama.


“Aku dengar Maria sudah lahiran ya sayang?” tanya Angel dalam perjalanan pulang.


“Iya, kemarin lahiran, anaknya perempuan” jawab Reno sambil fokus menyetir.


Ya setelah beberapa bulan menikah, akhirnya Maria istri dari Andi hamil. Perjodohan sahabat Reno itu sukses karena menghadirkan cinta setelahnya, hingga sang putri lahir kedunia.


“Kamu mau ikut gak hari minggu jengukin mereka?’’ tanya Reno tanpa mengalihkan pandangannya dari kemudi.


Angel mengangguk, “Mau banget, hari minggu juga kan ada reunian kampus kita, kamu sekalian mau datang?” tanya Angel pula.


“Aku kok gak denger ada reuni ya yank?” jawab Reno dengan pertanyaan juga.


“Aku dikasi tau sama Lani, dia kan mantan BEM sayang, kamu mau kesana sekalian? acara nya malam” ucap Angel menjelaskan.


“Kamu mau kesana? Pak Dosen itu kesana gak kira-kira?” Reno balik bertanya dengan ekspresi langsung berubah tak suka.


“Mana aku tau Pak Daffa ikut apa nggak yank, lagian ngapain kamu cemburu sama dia, dia suami orang yang” jawab Angel dengan cekikikan.


“Siapa yang cemburu?”sangkal Reno.


Angel tergelak, Reno kalau dalam mode cemburu memang kekanak-kanankan.


.


.


Hari Minggu telah tiba, Angel, Reno, Anjas dan Rio berkunjung ke rumah Andi untuk menjenguk Putri kecil yang di beri nama Anna


Maria mengangguk kemudian memberikan Baby A kepada Angel


“Kode itu kode, dasar gak peka” ejek Anjas pada Reno.


“Udah cocok itu, sana buru-buru nikah” kini Anjas meledek Angel.


Angel hanya tertawa menanggapi celotehan Anjas, sedangkan Reno hanya geleng-geleng kepala.


Setelah puas menjenguk Baby A, mereka ber 4 kemudian menuju ke cafe lokasi reuni kampus mereka. Andi tidak ikut karena dia menjadi suami sekaligus Ayah siaga, yang membantu istri merawat bayi kecil mereka. Maklum setelah menikah mereka memilih hidup mandiri dengan hanya tinggal berdua bahkan tanpa asisten rumah tangga.


Kedatangan mereka berempat sontak menjadi perhatian teman-teman kampus.


Bagaimana tidak? Angel dan Reno terus bergandengan tangan sampai di meja mereka seolah menunjukkan kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih.


Bisik-bisik tentang hubungan mereka mulai terdengar. Ada yang pro dan ada juga yang kontra. Banyak juga yang menyayangkan putusnya Reno dengan Melody. Mengingat masih ada yang salah paham antara hubungan Angel dan Daffa, Angel dianggap kecentilan dengan dosen muda tersebut. Tapi Angel yang sekarang benar-benar sudah berubah, dia tidak ambil pusing dengan bisik-bisik tidak jelas dibelakangnya. Tidak lagi baper seperti dulu. Apalagi sudah ada Reno yang selalu berada disisinya.


Acara reuni pun dimulai, Live music yang mengundang penyanyi terkenal. Seluruh biaya reuni ditanggung oleh pemilik Yayasan kampus karena acara ini juga sekaligus untuk memperingati Anniversary Yayasan yang ke 50. Para alumni sibuk dengan kegiatan masing-masing, kemudian perhatiannya teralihkan dengan suara magis dari Dosen tampan Daffa, dia tidak sendiri melainkan menggandeng sang istri yang kini hamil besar. Beliau bernyanyi menghibur semua yang ada disana. Di akhir lagunya dia menyampaikan permohonan maaf kepada Angel atas kejadian beberapa tahun silam dan menjelaskan bagaimana sebenarnya yang terjadi.


Dia berharap tidak ada lagi perundungan yang terjadi di kampus.


Reno menggenggam tangan Angel erat, Angel hanya tersenyum simpul. dia benar-benar sudah melupakan kenangan yang dulu, tidak mau lama-lama larut atas kejamnya masa lalu. Mulai menatap masa depan lebih baik lagi. Acara reuni ditutup dengan ucapan terima kasih dari pemilik yayasan, Reno dan yang lainnya sudah lebih dulu meninggalkan acara karena waktu sudah bergulir sangat cepat dan waktunya untuk kembali ke rumah.


Saat mereka sampai di parkir tiba-tiba Vino memanggil mereka.


“Kalian kesini juga, kok gak liat tadi” tanyanya Ramah.


Reno mengangguk , Angel hanya tersenyum, sedangkan Anjas dan Rio mengedikkan bahu bingung karena tidak tau siapa laki-laki di depannya.


“Aku kesini sama Melody, kalian sudah mau balik?” tanya Vino basa basi, sejatinya dia hanya ingin mengobrol dengan Angel.


“Iya kak, sudah malam, aku mau nganterin Angel pulang dulu” Reno yang menjawab.


“Angel?” tanya Vino bingung.


“Pacar aku namanya Angela Fransiska, Aku biasa manggil dia Angel kak” jawab Reno sambil merangkul pundak Angel posesif.


“Ohhh” Vino hanya ber oh ria.


“Kami duluan ya kak” pamit Reno buru-buru.


Vino pun hanya menatap kepergian keempat orang tersebut tanpa mencegah, walaupun hatinya masih ingin berbicara dengan Angel.


“Kak” panggilan Melody memecah lamunan Vino, “Kakak liatin apa?”


“Bukan apa-apa, ayo pulang” ucao Vino sambil menggandeng tangan adiknya menuju mobil mereka.


Bersambung...