
Reno membukakan pintu untuk Angel dengan senyum secerah mentari yang boleh dibilang sangat jarang dia perlihatkan. Bukan karena sombong tapi karena kesibukan yang tidak ada habisnya membuat Reno hanya fokus dengan kerjaan semata.
Wanda sekretaris Reno pun merasa heran karena ini pertama kali dia melihat atasannya tersenyum.
"Wanda saya ada urusan sebentar. Kalau ada yang cari saya minta tunggu sebentar ya" ucap Reno pada sekretarisnya.
"Baik pak" jawab Wanda seraya tersenyum.
Wanda kemudian melirik ke arah Angel yang berjalan di belakang Reno. Wajah Angel terlihat kebingungan sedangkan Reno tersenyum lebar.
Wanda pun mengerutkan keningnya.
"Kenapa dengan si boss?" batin Wanda.
Sepanjang perjalanan menuju Cafe banyak rekan kerja Reno yang diam-diam memperhatikan mereka.
Ada beberapa staff wanita yang berbisik-bisik satu sama lain.
"Pacar aku sama siapa itu?" tanya Rekan kerja Reno yang bernama Widya kepada Anna teman satu ruangannya. Ruangan di tempat Reno bekerja memang berdindin kaca jadi semua terlihat dengan jelas.
"Ngaku-ngaku aja kamu" sahut Anna terkekeh.
Sekretaris Reno yang hendak ke toilet tidak sengaja mendengar obrolan mereka. Dia pun ikut bergabung untuk bergosip mumpung atasannya sedang keluar.
"Itu namanya Siska dari Mega Pro , cantik ya? mereka serasi kalau jadian" kata Wanda sengaja memanas manasi mereka berdua.
Widya dan Anna mendengus sebal, sedangkan Wanda Sekretaris Reno hanya cekikikan kemudian kembali ke meja nya.
...
"Kamu suka kopi? Disini kopinya enak” tanya Reno setelah mereka sampai di café.
“Aku gak suka kopi” jawab Angel tersenyum., “Aku milk shake aja ya”ucap Angel setelah melihat menu yang ada disana.
“Ya udah aku pesenin dulu” ucap Reno lalu bangkit dari duduknya menuju tempat pemesanan. Cafe itu memang self order. Tidak lupa Reno mengusap halus puncuk kepala Angel yang tentu saja membuat darah Angel berdesir aneh, perasaan yang baru pertama kali dia rasakan.
Angel pandangi punggung Reno yang kian menjauh. Dia pegang dadanya yang terasa berdegup kencang.
"Kenapa ini?" batin Angel merasa aneh.
Tak berapa lama Reno sudah kembali dengan milk shake dan Americano di tangannya.
“Terima kasih” kata Angel saat Reno memberikan milk shake untuknya, Reno hanya membalas dengan senyuman lalu duduk ditempat semula.
“Tadi aku gak salah dengar kan? Kamu benar menyukaiku?” tanya Reno sambil menatap manik mata hitam milik Angel. Angel menunduk karena merasa sangat malu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Reno.
Pelan-pelan Angel mengangguk sebagai jawaban. Sumpah Angel ingin rasanya bersembunyi saat ini saking malunya.
“Tapi kita masih bisa temenan kan?” tanya Angel tanpa berani menatap ke arah Reno.
“Tidak bisa” jawab Reno tegas.
Angel mendongakkan kepalanya, “Kenapa?” tanya nya lagi dengan sendu. Dia tidak menyangka Reno ternyata tidak mau berteman lagi dengannya.
“Karena aku gak mau cuma sekedar teman, aku ingin diantara kita lebih dari sekedar teman. Karena aku juga mencintaimu” ucap Reno lalu meraih tangan Angel untuk dia genggam, “maukah kau menjadi pacarku?”lanjutnya.
Angel sangat terkejut dengan pernyataan cinta dari Reno. Apa ini nyata? Bukankah dia mencintai orang lain? Begitulah kira-kira isi hati Angel.
"Kamu bercanda kan?" tanya Angel tidak percaya.
"Aku serius Angel. Aku mencintaimu" jawab Reno.
"Bagaimana bisa? Bukankah kamu bilang mencintai orang yang sudah bersuami?" tanya Angel.
Deg.
Angel jadi ingat dengan kebohongannya sendiri yang berkata telah menikah.
Angel sekarang paham kalau orang yang Reno maksud itu adalah dirinya.
Tapi bagaimana bisa? Angel tetap tidak percaya.
Angel menatap mata Reno.
Reno seolah paham arti tatapan itu kemudian mengangguk seraya tersenyum.
"Iya.. Wanita bersuami itu adalah kamu. Apa kamu lupa kalau sudah membongiku tentang suami tak nyatamu itu. Kamu tau gimana sakitnya aku saat tau kamu sudah menikah?" ucap Reno mengungkapkan isi hatinya.
Angel melepas genggaman tangan Reno kemudian menutup mulutnya tidak percaya, dia bahkan sudah berkaca-kaca saat ini .
Reno kembali meraih tangan Angel, dia kemudian menceritakan bagaimana dia dulu sering menunggu Angel di ruang perpustakaan dan bagaimana dia berusaha mencari Angel kala itu.
Angel semakin tidak bisa meredam air matanya, Perasaan bertepuk sebelah tangan yang selama ini dia rasakan ternyata tidak benar adanya. Nyatanya mereka saling mencintai tapi sama-sama tidak mau mengakui perasaan masing-masing.
"Aku mencintaimu Angel, sudah dari sangat lama" ucap Reno pula.
“Jadi bagaimana? Maukah kamu menjadi pacarku?” ucap Reno mengulang pertanyaannya.
Kalau boleh jujur Angel sangat senang saat ini. Tapi apakah ini nyata?.
“Apakah ini mimpi?” tanya Angel lagi, “Aku pasti bermimpi” guman Angel pelan. Angel terlihat seperti orang bodoh ketika berhadapan dengan Reno, begitu juga sebaliknya.
“Kalau ini mimpi, berarti ini adalah mimpiku, karena akulah yang lebih dulu menyukaimu” jawab Reno dengan senyum manisnya.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Angel saat ini? Rasanta dia sedang berlarian dihamparan kebun bunga yang dihinggapi banyak kupu-kupu.
"Tapi..." ucap Angel kemudian. Tapi dengan cepat Reno memotong ucapan Angel.
“Tidak ada penolakan, aku tidak menerima penolakan” tegas Reno, “Kamu adalah milikku” ucap Reno tak terbantahkan.
"Kok gitu?" protes Angel sambil mencebikkan bibirnya.
"Karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau membuang kesempatan yang ada. Kamu mau kan menjadi pacarku?" ucap Reno lagi-lagi tersenyum manis.
"Bisakah aku berpikir dulu? Walau aku juga menyukaimu tapi kamu baru saja putus dari pacarmu. Bagaimana kalau orang mengira kalau aku adalah perusak hubungan kalian?" jawab Angel apa adanya.
Reno dengan tegas menggeleng.
"Aku tidak bisa menunggu lagi. Bertahun-tahun aku menyukaimu Angel. Apa aku tidak bisa sekali-kali menjadi orang egois? Aku juga ingin bahagia" ucap Reno.
Angel terdiam.
"Aku mencintaimu" ucap Reno entah untuk yang keberapa kali.
Benar kata Reno. Apa kita tidak boleh egois sekali saja? Apa kita harus memikirkan perasaan orang lain tapi kita yang sakit?
Angel masih memikirkan baik buruknya hingga dia pun menganggukkan kepalanya.
"Yes..." tanpa sadar Reno bersorak riang.
"Terima kasih Angel" ucap Reno dengan binar bahagia dimatanta yang terlihat begitu nyata.
Angel pun tersenyum sebagai jawaban.
"Kenapa kamu juga bisa menyukaiku?" tanya Reno sambil menatap lekat manik mata Angel.
"A..aku juga tidak tau kenapa" jawab Angel gugup, "Jangan liat aku kayak gitu, aku malu" jawab Angel sambil menundukkan kepalanya.
Reno terkekeh, "Kamu lucu kalau malu-malu kayak gini"ucap Reno sambil kembali mengelus puncak kepala Angel.
Angel tersenyum.
"Kamu sendiri kenapa bisa suka sama aku?" ucap Angel mengajukan pertanyaan yang sama.
Reno tersenyum, "Aku tidak munafik. Saat melihat kamu yang begitu cantik aku sudah jatuh hati padamu. Tapi aku yakin itu bukan alasan utamanya. Ada perasaan yang aneh di dalam hati ku setiap aku melihat kamu, sebisa mungkin aku menyangkalnya, tapi semakin lama semakin dalam, apalagi selama sebulan kita KKN perasaan itu semakin tumbuh, tapi aku sadar tidak bisa menyakiti hati Melody jadi terpaksa aku mengubur perasaanku padamu" jawab Reno.
"Tapi kenapa kamu bisa pacaran dengan Melody kalau kamu tidak suka dengannya?"tuntut Angel.
"Maaf awalnya aku kira perasaanku padamu hanya kagum semata, makanya aku mencoba menjalin hubungan dengan Melody, ternyata keputusannku salah, aku menyakiti dia selama ini" jujur Reno.
"Apa dengan kita pacaran sekarang tidak menyakiti perasaan Melody?" tanya Angel. Walau dia tau Melody lah yang memutuskan hubungannya dengan Reno tapi tetap saja Angel merasa tidak enak karena mereka baru saja berpisah.
Reno menggenggam tangan Angel , "Kami berdua sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan ini, tidak ada kecocokan diantara kami, tidak ada hubungannya dengan mu, apakah selama pacaran dengan Melody aku pernah berselingkuh dengan mu?" tanya Reno pula.
Angel pun menggeleng sebagai jawaban.
"Bahkan yang mengakhiri hubungan kami adalah dia, bukan aku, dan sejak itu aku sadar kalau dari awal aku memang tidak mencintainya" lanjut Reno.
Angel menatap Reno mencari kebohongan dimatanya, tapi tidak ada... Yang terlihat hanyalah ketulusan disana.
Angel tersenyum pun tersenyum sangat manis. Dia masih tidak percaya kalau saat ini antara dirinya sudah lebih dari sekedar teman.
Bersambung...