
Suara bel rumah yang cukup nyaring terdengar saat Angel baru saja selesai mandi. Waktu menunjukkan pukul 6 sore waktu setempat. Pulang kerja tadi Angel langsung mandi karena ingin maraton drama korea.
Dirumah saat ini sepi, Kakaknya masih di kantor sedangkan kakak iparnya sedang ke supermarket. Angel dengam cepat memakai pakaian rumahan untuk membuka pintu karena tamunya seperti tidak sabaran.
Dengan rambut masih masah Angel sedikit berlari untuk membuka pintu.
Ceklek.
Pintu utama di buka.
Bak di film film, angin tiba-tiba bertiup saat Angel membuka pintu. Telah berdia seorang pria tinggi yang memiliki kulit sawo matang dengan satu buket bunga mawar merah di tangannya.
Pria itu adalah Reno, kekasih hati seorang Angel.
"Untukmu" ucap Reno sambil menyerahkan buket bunga itu pada Angel.
Angel masih membeku ditempatnya, dia tidak menyangka orang yang sangat dia cintai kini berdiri di depannya.
"Untukmu" ulang Reno karena Angel masih diam di tempat.
Setelah kesadaran Angel pulih dia pun menerima buket bunga tersebut. Dia cium aroma wangi dari bunga mawar merah itu.
"Makasi ya sayang" ucap Angel sambil menghadiahi ciuman di pipi Reno.
Reno tersenyum mendapatkan hadiah special dari Angel.
"Sama-sama. Aku gak diajak masuk nih?" ucap Reno pula.
Angel tertawa kecil, menertawakan kebodohannya.
"Ayo masuk" ajak Angel kemudian sambil menarik lengan Reno menuju ruang keluarga.
"Kok gak bilang mau kesini?" tanya Angel pula.
"Kejutan" jawab Reno sambil mengacak rambut Angel yang masih lembab itu.
"Kebetulan kamu kesini, rumah sepi. Temani aku nonton ya" ucap Angel sambil tersenyum.
Reno pun menganggukkan kepalanya. Angel dengan segera ke dapur untuk mengambil amunusi yang digunakan untuk menonton drama korea yang sudah dia rencanakan.
"Tunggu ya, aku mau keringkan rambut dulu" ucap Angel setelah membawakan Reno kue dan juga minuman.
"Iya sayang" jawab Reno tersenyum. Tanpa canggung Reno langsung memutar drama yang sudah Angel siapkan di atas meja.
Tak berapa lama Angel sudah kembali dengan pakaian yang lebih sopan. Sweater berwarna pink dan celana tidur berwarna putih. Rambutnya sudah di gelung asal tapi tetap saja dia terlihat cantik.
Reno menepuk tempat disebelahnya agar Angel duduk disana. Dengan senang hati Angel pun duduk disana dan mulai menonton drakor dengan lengan Reno merangkul bahu Angel untuk mendekat padanya.
"Oh iya yank, aku diundang pak Vino ke pembukaan cafenya. Boleh kan?" tanya Angel meminta izin.
"Boleh, asal aku ikut" jawab Reno tak terbantahkan.
...
Beberapa hari kemudian.
Reno dan Angel baru saja sampai di lokasi pembukaan Cafe baru Vino.
“Kamu masuk dulu ya, aku mau cari parkir dulu, rame banget sampai gak ada tempat”ucap Reno sambil celingak celinguk mencari tempat parkir.
“ Iyaa sayangku” jawab Angel lalu keluar dari mobil sedangkan Reno berusaha mencari tempat parkir.
Sampai di dalam cafe, Angel sudah disambut oleh Vino dan Melody.
“Selamat datang Siska, akhirnya datang juga dari tadi aku nungguin kamu” ucap Vino lalu menjabat tangan Angel.
“Selamat ya atas cafe barunya” ucap Angel sambil menerima uluran tangan Vino.
“Oh iya, kenalkan ini adik aku, namanya Melody” ucap Vino memperkenalkan Melody pada Angel. Ini kali pertama Angel berada sedekat ini dengan Melody.
"Dia memang cantik" puji keduanya dalam hati.
Melody menjabat tangan Angel dan mereka pun saling berkenalan. Dalam hati Melody merasa pernah bertemu dengan Angel tapi dia tidak ingat dimana.
"Rasanya tidak asing, tapi siapa?" batin Melody.
“Ternyata Siska cantik sekali, senang berkenalan dengan mu" ucap Melody basa basi.
"Kamu juga sangat cantik" balas Angel dengan tersenyum.
Melody pun tertawa kecil.
"Ya sudah , selamat menikmati acara ya. Aku ke belakang dulu" ucap Melody kemudian berpamitan pada Vino juga.
“Siska kamu sendiri saja?” tanya Vino karena melihat Angel datang seorang diri “ Ayo kita duduk di sana” ucap Vino sambil menunjuk sebuah meja dengan lokasi strategis dengan lampu-lampu yang indah.
“Saya sama Reno pak, tadi dia masih nyari parkir agak susah karena ramai” jawab Angel sambil tersenyum. Mendengar itu membuat raut wajah Vino langsung berubah. Dia terkejut sekaligus sedih, ternyata benar dugaannya selama ini.
“Kalian pacaran?” tanya Vino penasaran.
Angel mengangguk sebagai jawaban.
"Iya pak" jawab Angel lagi-lagi tersenyum.
“Sejak kapan?" tanya Vino yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.
“Baru beberapa bulan ini pak” jawab Angel kemudian.
“Oh…” Vino hanya ber oh ria, “Kamu disini dulu ya, aku mau sambut undangan yang lain” ucap Vino kemudian meninggalkan Angel disana. Dia merasa ada yang sesak mendengar secara langsung kalau Angel dan Reno ternyata memang benar memiliki hubungan.
Tak berapa lama Reno akhirnya datang dan duduk di samping Angel kemudian mengusap lembut kepala Angel dengan sayang.
"Susah ya nyari parkir?" tanya Angel pada kekasih hatinya itu.
"Iya, ternyata undangannya banyak banget" jawab Reno sambil mengelus pipi Angel yang hari ini terlihat begitu cantik.
Dress berwarna putih, rambut di gerai indah juga riasan tipis di wajahnya. Bukan hanya menurut Reno, orang lain pun akan setuju kalau Angel memang sangat cantik.
Sepasang kekasih yang sedang dimabuk kasmaran itu tidak menyadari kalau sejak tadi Melody memperhatikan gerak-gerik mereka.
“Ren... Ternyata Siska itu pacarmu? Aku ingat sekarang dimana pernah bertemu dengannya." ucap Melody dalam hati. Ada rasa kecewa dalam hatinya melihat Reno bersama wanita lain.
Apalagi selama ini dia tidak pernah diperlakukan seperti itu
"Reno bahkan tidak pernah menatapku penuh cinta seperti itu" gumannya pula.
Vino yang menyadari perubahan wajah adiknya kemudian menghampiri Melody.
“Are you okay?”tanya Vino khawatir.
Melody mengangguk , “Dulu saat kami pacaran, dia tidak pernah sebahagia itu kak” ekor mata Melody menunjuk ke arah Reno, “Mereka terlihat saling mencintai” lanjutnya.
"Kamu pasti bisa" ucap Vino menguatkan Melody padahal dia sendiri pun merasakan patah hati yang begitu dalam. Selama ini dia menunggu momen yang pas untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi ternyata kini Angel telah dimiliki orang lain.
Beberapa saat kemudian acara launching pun dimulai, Vino naik ke atas panggung kemudian mengucapkan terima kasih atas semua undangan yang telah datang. Tak lupa dia juga meminta maaf bila acaranya kurang berkenan di hati para tamu undangan.
Selesai memberikan sambutan acara kemudian di ambil alih oleh MC.
MC kemudian meminta undangan untuk bertepuk tangan karena sebentar lagi Melody akan mempersembahkan lagu untuk menghibur semua yang ada disana.
Tepuk tangan pun menggema saat Melody mulai naik ke atas panggung.
Melihat Melody di atas sana membuat Angel melirik ke arah Reno,
“Kenapa sayang?” Reno yang menyadari kegelisahan Angel pun bertanys.
“Mantan kamu mau nyayi” jawab Angel pelan nyaris tak terdengar.
Reno menggenggam tangan Angel, “ Angel, percayalah dia hanya masa lalu” ucap Reno menjelaskan.
Mendengar pernyataan Reno membuat Angel bisa sedikit bernafas lega. Dia pun kemudian tersenyum pada Reno.
Tanpa di duga Reno malah mencium puncak kepala Angel , “Aku mencintaimu” ucapnya terdengar indah di telinga Angel.
Angel kembali menyunggingkan senyumnya.
“Aku juga mencintaimu” balas Angel.
Di atas panggunt, Melody kemudian memulai penampilan nya. Dia menyanyikan lagu dari tulus, hati-hati di jalan.
Suaranya yang merdu mampu membius undangan yang hadir.
Perjalanan membawamu….
Bertemu denganku…..
Ku bertemu kamu….
Sepertimu yang ku cari….
Konon aku juga…
Seperti yang kau cari…
Ku kira kita asam dan garam….
Dan kita bertemu di belanga…
Kisah yang ternyata tak seindah itu….
Ku kira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Kukira takkan ada kendala
Ku kira ini 'kan mudah
Kau aku jadi kita
Kasih sayangmu membekas
Redam kini sudah
Pijar istimewa
Entah apa maksud dunia
Tentang ujung cerita
Kita tak bersama
Semoga rindu ini menghilang
Konon katanya waktu sembuhkan
Akan adakah lagi yang sepertimu?
Ku kira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Ku kira takkan ada kendala
Ku kira ini 'kan mudah
Kau aku jadi kita
Kau melanjutkan perjalananmu
Ku melanjutkan perjalananku
Ku kira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Ku kira takkan ada kendala
Ku kira ini 'kan mudah
Kau aku jadi kita
Ku kira kita akan bersama
Hati-hati di jalan….
Lagi-lagi Angel melirik ke arah Reno karena lagu tersebut seolah mengungkapkan bagaimana perasaan Melody pada Reno.
Siapa sangka Reno bahkan tidak mendengarkan lagu yang dinyanyikan Melody sama sekali, dia malah asyik memandangi wajah Angel yang malam ini begitu menggemaskan karena Angel terlihat sangat cemburu.
“Kok liatin aku kayak gitu?’’ tanya Angel malu-malu.
“Kamu malu-malu gini makin gemesin” ucap Reno sambil mecubit gemas pipi Angel.
Bersambung..