
Setelah selesai mandi, Angel menghampiri Reno di ruang keluarga. Angel berjalan malu-malu karena sikapnya yang kekanak-kanakan itu. Dia menangis semalaman hingga jam 6 pagi, dan baru bisa tidur jam 7 pagi, alhasil matanya benar-benar bengkak.
Angel kemudian duduk disamping Reno tidak berani menatap Reno.
“Maaf ya, padahal kamu baru balik dari luar kota, pasti capek. Tapi malah langsung kesini” ucap Angel masih dengan menundukkan kepala.
Reno mengangkat dagu Angel, memintanya untuk menatap dirinya.
“Jangan seperti ini lagi ya, kalau ada apa-apa langsung bilang” ucap Reno.
Angel mengangguk.
"Maaf" ucap Angel sekali lagi.
Reno mengelus rambut Angel dengan gemas.
"Iya tidak apa-apa. Itu artinya kamu beneran cinta sama aku" balas Reno dengan tertawa kecil. Walau sudah hampir 3 bulan berpacaran tapi Reno masih belum percaya kalau bidadari yang selama ini dia kagumi telah menjadi kekasihnya.
"Cinta banget lah" ucap Angel sambil memeluk lengan Reno dengan sayang.
Reno sangat gemas melihat tingkah manja Angel. Dia kemudian menghadiahi ciuman gemas di puncak kepala kekasihnya itu.
“Kamu sudah makan?” tanya Angel karena dia baru teringat kalau Reno baru saja datang dari Bali.
“Aku sudah makan di bandara tadi, kamu makan dulu ya, ini sudah hampir jam 11 udah mau jam makan siang” ucap Reno penuh perhatian.
Mendengar begitu perhatiannya Reno membuat Angel kembali merasa bersalah. Padahal jarak dari Bali ke kotanya cukup jauh.
“Sayang maaf ya, aku kekanak-kanakan” ucap Angel penuh penyesalan. Dia kembali memeluk Reno dan Reno pun membalas pelukan Angel.
“Iya sayang, aku juga salah, harusnya kemarin aku bilang kalau ketemu dia, ngomong-ngomong kamu tau dari mana?” tanya Reno.
Masih dalam pelukan Reno, Angel menjawab, “ di TV, aku nonton live nya kemarin” jawab Angel. Dia masih ingat kemarin bagaimana dia begitu terkejutnya saat lampu menyorot Melody dan disebelahnya ada Reno. Manusiawi memang rasa cemburu itu. Cemburu itu juga kan tanda cinta.
Reno mengelus punggung Angel , “Maaf ya sudah buat kamu sedih, tapi aku juga senang dan masih tidak percaya kalau ternyata kamu bisa cemburu juga” Kata Reno sambil tertawa kecil.
Angel melepas pelukannya, kemudian memukul lengan Reno pelan, “Aku gak suka cemburu, rasanya gak enak” ucap Angel jujur.
Cemburu itu memang menguras hati dan Angel tidak menyukainya. Angel pun berjanji kedepannya akan percaya dengan Reno sepenuhnya. Tidak mungkin Reno bermain dibelakangnya. Sebuah hubungan perlu kepercayaan bukan?.
Reno kembali memeluk Angel, “Sabtu depan ikut ya? Aku mau ketemu Andi dan yang lainnya, kamu juga belum kenalan sama mereka kan?” ucap Reno yang memang karena kesibukan belum sempat berkumpul lagi dengan teman-temannya.
Angel pun menganggukkan kepala tanda setuju. Dia juga ingin kenal dengan teman-teman Reno yang dijuluki F4 oleh Lani dulu.
...
Hari Sabtu pun tiba, sesuai rencana Reno akan mengajak Angel untuk bertemu sahabatnya.
Seperti biasa Reno menjemput Angel di depan rumahnya. Kali ini Angel sudah siap dengan pakaian simpelnya.
Top putih berbentuk sabrina, Highwaist cullote berwarna coklat dan heels hitam. Rambutnya di gerai cantik dan tidak lupa dia memakai jam tangan dan tas mini berwarna coklat yang senada dengan celana yang dia pakai.
Lagi-lagi Reno terpesona melihat penampilan Angel. Angel yang memakai baju putih semakin terlihat seperti bidadari di mata Reno.
"Kamu cantik banget" puji Reno tulus.
"Itu karena kamu cinta sama aku" balas Angel dengan senyum manisnya.
Reno tertasa kecil.
"Tentu saja , aku selalu cinta sama kamu" ucap Reno kemudian menghadiahi ciuman di pipi Angel.
"Terima kasih sayang, aku juga cinta banget sama kamu" ucap Angel yang juga menghadiahi kecupan di pipi Reno.
Reno kembali terkekeh.
Angel pun mengangguk mantap. Mobil Reno kemudian melaju menuju lokasi janjiannya dengan Andi.
15 menit kemudian mereka sudah sampai di lokasi.
Reno dan Angel berjalan bersama dengan Angel merangkul lengan Reno. Mereka memang terlihat sangat serasi.
Dari pintu masuk Reno sudah melihat ketiga temannya duduk di pojokan. Reno pun menuntun Angel untuk menemui teman-temannya.
Saat sudah sampai di sana, Reno langsung mengenalkan Angel kepada Andi, Anjas dan Rio.
“Hai bidadari” sapa Anjas. Dia terkekeh dengan julukan yang diberikan untuk Angel.
Reno pun menyenggol lengan Anjas karena dari dulu Anjas sudah terkenal suka cari sensasi.
“Jangan godain cewek aku” ucap Reno ketus.
“Galak amat” balas Anjas sambil mencebikkan bibirnya.
Reno menarik kursi untuk Angel kemudian untuk dirinya juga.
Anjas kemudian mengajak Angel berbicara “Kamu tau gak Angel, pacarmu ini dulu pengagum rahasiamu, selalu nungguin kamu di perpustakaan” ucap Anjas sambil terkekeh.
"Benarkah?" tanya Angel pura-pura terkejut. Padahal dia sudah mendengar ceritanya secara langsung dari Reno.
"Hu um, dia pengagum beratmu" jawab Anjas.
"Tapi setidaknya Reno berhasil mendapatkan gadis yang dia kagumi, gak kayak kamu" ucap Rio menggoda Anjas.
Anjas memberikan tatapan tajam pada Rio. Memang antara Rio dan Anjas ibarat anjing dan kucing, bila bersama selalu bertengkar.
Hem.
Tiba-tiba saja Andi berdehem.
Seketika menghentikan perdebatan Anjas dengan Rio.
“Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan dengan kalian semua” ucap Andi dengan nada serius.
Semua orang pun hening menunggu kelanjutan dari pernyataan Andi. Mengingat Andi adalah Mr serius, jarang bicara, jadi sekali bicara pasti penting.
“3 bulan lagi aku akan menikah” lanjutnya.
“Hah?” sontak ketiga temannya shock mendengar pernyataan Andi. Apalagi dia pernah berikrar untuk menikah di usia 30 tahun.
“Kenapa mendadak sekali? bukannya kamu bilang mau nikah umur 30? Kan yang mau nikah muda itu aku" tanya Anjas masih tidak percaya dengan ucapan Andi.
“Serius kamu mau nikah?” kini giliran Rio yang bertanya. Hampir semuanya tidak percaya kalau Andi akan menikah secepat ini.
Reno dan Angel hanya saling pandang. Mereka pun tidak berani berkomentar macam-macam. Yang jelas mereka mendoakan yang terbaik untuk Andi.
Andi menghela napas panjang , “Aku dijodohin” jelas Andi mengungkapkan fakta. Sebenarnya dia belum siap untuk menikah. Walau sudah bekerja tapi masih banyak pertimbangan yang harus dia ambil sebelum menikah.
“Sama siapa?” tanya Anjas penasaran.
“Masih saudara jauh Ibu, doain ya semoga acaranya berjalan lancar” ucap Andi memohon doa pada semuanya.
Mereka tidak bisa bicara apa, hanya mendoakan yang terbaik untuk sang sahabat.
Jodoh , Rezeki dan maut memang ada di tangan Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Seperti Anjas yang ingin menikah muda sedangkan Andi yang belum kepikiran menikah malah dibalikkan oleh Tuhan.
Bersambung....❤