MY ANGEL

MY ANGEL
Flasback



Flashback beberapa tahun lalu.


Pertengkaran antara Vino dan Melody terjadi hampir setiap hari. Tidak ada yang mengalah diantara mereka berdua. Hal-hal yang kecil pun bisa dijadikan sumber pertengkaran. Seperti sekarang, hanya karena gelas kesayangan milik Melody dipakai Vino sudah membuatnya mengamuk. Apalagi akhir-akhir ini mereka hanya tinggal berdua, orang tua mereka sedang ada urusan pekerjaan di luar kota.


“Kakak gak tau kalau itu gelas kamu, besok-besok taruh aja di kamar kamu biar gak ada yang pakai” ucap Vino yang sangat kesal karena Melody mempermasalahkan hal kecil seperti itu. Vino bahkan sedikit berteriak saat mengatakannya.


“Bilang aja kakak sengaja kan?” tanya Melody tak kalah kencang dari Vino. Apapun yang berhubungan dengan Vino memang mrmbuat Melody selalu kesal.


Dia pun tidak tau kenapa, asal melihat wajah Vino tiba-tiba saja rasa marahnya datang seketika.


Vino meraup wajahnya kasar, malas berdebat dengan Melody yang tak akan ada ujungnya. Melody masih saja mengata-ngatai kakaknya sampai Vino sudah tak terlihat lagi. Vino kabur ke dalam kamar daripada mendengarkan makian dari Melody yang itu-itu saja.


Melody memang selalu galak kalau bersama dengannya, sedangkan kalau dengan Reno bisa berubah 180 derajat, benar-benar bermuka dua itulah yang ada di benak Vino.


"Kamu memang bermuka dua" batin Vino kesal.


Vino kemudian mempunyai ide untuk menghubungi pacar adiknya itu, berharap Melody berhenti marah-marah kalau Reno datang. Dengan cerita yang dilebih-lebihkan oleh Vino, akhirnya Reno mau datang ke rumah mereka.


“Reno, kamu kesini? tumben?” tanya Melody yang keheranan melihat sang pacar tiba-tiba datang ke rumahnya.


“Katanya kamu sakit ya? tadi kak Vino nelpon aku” jawab Reno.


“Dasar kak Vino, kamu dikerjai, memang kayak gitu kebiasaaannya bikin jengkel orang” kesal Melody dalam hati.


“Kamu kenapa?” tanya Reno memulai percapakan diantara mereka berdua.


Melody yang memang masih kesal menceritakan semua kekesalannya terhadap sang kakak tiri. Reno hanya mendengarkan tanpa mencela.


Setelah Melody puas mengungkapkan isi hatinya, Reno kemudian menasehati pacarnya tersebut.


“Tidak baik kalau kamu terus seperti ini, mulailah membuka hati dengan kakakmu itu, dia sayang sama kamu, bisa kan kamu lakuin itu demi aku?” pinta Reno sungguh-sungguh. Reno berpikir antara Melody dan Vino sudah terlalu banyak kesalahpahaman.


Melody hanya manggut-manggut tanda setuju


Vino yang mengintip dari balik tembok mengulum senyum, ternyata keputusannya sangat tepat untuk memanggil Reno kerumahnya. Hanya Reno sang pawang untuk si adik kesayangannya itu.


Fashback off.


Vino tersenyum, mengingat kenangannya dengan sang adik. Kalau bukan karena Reno yang sering menasehati Melody mungkin sampai sekarang mereka masih seperti anjing dan kucing.


Awal mula Melody membenci Vino adalah karena Vino melarangnya ikut bernyanyi dengan sang Papa kandung. Vino melakukan itu untuk melindungi adik tirinya karena saat papa Melody sedang bertemu dengan pacar barunya di restoran X, tanpa sengaja Vino mendengar mereka membicarakan Melody yang akan dipaksa ikut jejak Ayahnya tersebut untuk menjadi penyanyi dan penghasilannya akan dipergunakan oleh papanya untuk membayar hutang-hutangnya. Vino tentu tak terima adiknya diperlalukan seperti itu, dia takut kalau dia bilang kenyataannya nanti Melody tidak akan mempercayainya. Keputusan yang keliru ternyata. Tapi lambat laun akhirnya Melody tau juga niat dari papanya.


Sejak saat itu hubungannya semakin baik dengan Vino, apalagi dibumbui dengan nasehat-nasehat dari Reno yang meminta Melody untuk lebih manis kepada Vino.


Bersambung ...