
Sepulang dari pesta anniversary itu, Reno segera menuju kamar hotelnya untuk beristirahat. Besok pagi dia sudah harus kembali ke kota asal.
"Sudah tidak sabar bertemu kamu sayang" ucap Reno sambil membayangkan wajah Angel.
Pagi datang, Reno sudah berada di bandara ngurah rai denpasar. Dia sudah menghubungi Angel berkali-kali kalau dia sudah berada di bandara dan sebentar lagi akan tiba di rumah. Tapi Angel tidak mengangkat telepnnya juga tidak membalas pesan yang dia kirim.
"Angel kemana ya?" ucap Reno sedikit khawatir. Pesawat sebentar lagi akan terbang jadi Reno mematikan ponselnya sejenak.
...
Saat ini Reno sudah sampai di rumah. Dengan segera dia meletakkan barang-barangnya di dalam kamar. Padahal dia sangat lelah tapi dia merasa ada yang aneh dengan Angel maka dia memutuskan untuk datang langsung ke rumah Angel.
Reno kemudian berpamitan pada Ibunya.
"Baru juga sampai, tidak istirahat dulu?" tanya sang Ibu heran.
"Nanti saja bu" jawab Reno kemudian mencium punggung tangan Ibunya dan langsung bergegas ke rumah Angel.
Ada yang aneh pagi ini , jangankan menjemput di Bandara, Angel bahkan tidak menghubunginya sama sekali.
Reno benar-benar mengabaikan rasa lelahnya, yang penting adalah melihat keadaan Angel secara langsung. Bisa saja dia menghubungi Andre, tapi entah kenapa hati Reno tergerak untuk menemui Angel secara langsung.
Saat tiba di rumah Angel, Reno langsung disambut Andre dan istrinya, Melia.
“Reno, kapan kamu balik?” tanya Andre seraya menjabat tangan Reno, “Angel di kamarnya, kamu langsung aja kesana” ucap Andre yang seolah paham maksud kedatangan Reno.
“Baru aja kak, jam 8 tadi sampai, aku tunggu disini saja ya kak" jawab Reno yanh tidak enak masuk ke kamar seorang gadis. Apalagi mereka belum menikah.
Andre melirik jam tangannya, “Baru jam 9, sampai rumah kamu langsung kesini?” tanyanya heran.
Reno hanya tersenyum kikuk. Memang dia tidak sabaran ingin bertemu Angel padahal tubuhnya perlu istirahat.
“Dayang, kamu panggil Angel kesini ya” pinta Andre pada Melia. Melia pun segera ke kamar Angel.
Melia mengetuk pintu Angel pelan tapi tidak ada jawaban. Mengetuk lagi dan lagi juga tidak ada jawaban. Akhirnya dia mencoba membuka pintu tersebut tapi dikunci.
"Angel..." panggil Melia cukup keras tapi tidak ada sahutan.
Melia kemudian kembali ke ruang tamu, mengabari kalau pintu kamar Angel dikunci dan sudah diketuk tapi tidak ada jawaban.
“Gak biasanya dia kayak gini” guman Andre, “Buka aja pakai kunci cadangan yang" kasian Reno lama nunggu, tumben dia gak bangun jam segini" ucap Andre heran. "Apa dia sakit?" Andre malah jadi khawatir, Reno pun jadi ikut khawatir. Bagaimana kalau benar Angel sedang sakit.
Mereka pun membuka pintu kamar Angel dengan kunci cadangan. Sampai di kamar Angel ternyata Angel masih tidur dengan ditutup selimut tebal. Andre meminta Reno untuk mengecek keadaan adiknya.
Perlahan Reno menghampiri Angel, dia duduk di tepi ranjang. Menyentuh kening Angel memastikan apakah Angel sedang sakit atau tidak.
Ternyata dia tidak demam.
Reno kemudian menoleh ke arah Andre dan memberi tahu kalau Angel tidak sakit.
Dalam hati Andre pun bertanya-tanya, tidak biasanya Angel malas bangun seperti sekarang.
Dia dan istrinya pun kemudian meninggalkan Reno disana.
“Sayang” panggil Reno pelan sambil mengusap rambut Angel, namun Angel tak kunjung bangun. diperhatikannya wajah cantik Angel yang tampak sembab, Reno mengerutkan kening kenapa wanitanya seperti habis menangis?
"Sayang bangun” panggil Reno lagi.
Pelan-pelan akhirnya Angel membuka matanya.
Dia kaget ada Reno disana.
"Ah... pasti aku bermimpi" ucap Angel sambil mengucek-ngucek matanya.
Mendengar itu Reno malah tertawa. Angel sangat lucu karena mengira sedang bermimpi.
Mendengar suara Reno membuat Angel terkejut.
Apa ada mimpi senyata ini? Bukankah semalam Reno bersama Melody? Angel sedang berperang dengan batinnya.
"Sayang..." ucap Reno karena Angel masih terdiam.
“Reno?” tanya Angel yang kini mulai tersadar.
Angel langsung duduk dan memegang pipi Reno dengan kedua tangannya. Saat itu juga tangisnya langsung pecah. Dia bahkan sampai terisak. Angel kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia kembali menumpahkan air matanya. Padahal dia kira air matanya sudah mengering karena semalaman telah menangis.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Reno cemas, “cerita sama aku” lanjutnya sambil mengusap lembut rambut Angel.
“Kamu kenapa gak bilang kalau kemarin pergi dengan Melody?” tanya Angel dengan air mata yang mengalir.
Sejenak Reno terkejut, tapi sedetik kemudian dia langsung tersenyum.
Ternyata Angel bisa cemburu juga.
Reno jemudian membawa Angel kedalam pelukannya. Dalam pelukan Reno Angel kembali menangis tersedu-sedu.
“Jangan menangis lagi sayang...Aku berani sumpah kemarin kita gak sengaja ketemu, kebetulan dia BA nya Pak Rama, percayalah padaku sayang, hanya kamu yang aku cintai, apa perlu aku telpon pak Rama sekarang?” ucap Reno berusaha meyakinkan Angel.
Mendengar jawaban Reno membuatnya sedikit lega.
Angel kemudian menggeleng sebagai jawaban.
“Aku hanya mencintaimu, hanya kamu” ucap Reno kembali meyakinkan Angel tentang perasaannya.
Reno pun kemudian melepas pelukannya. Dia perhatikan wajah kekasihnya yang semakin sembab itu.
“Maafin aku ya,” ucap Reno sambil menghapus air mata Angel.
Angel pun mengangguk kemudian tersenyum.
“Maaf aku sempat tak mempercayaimu” ucap Angel setelah sadar akan kekeliuarannya. Angell kemudian terenyum begitu manis pada Reno.
Senyum manis dengan wajah mata sembab ternyata tetap membuat Angel terlihat cantik.
Reno mengecup kening Angel sejenak.
"Jam berapa kamu kemarin tidur jam segini baru bangun hem?" tanya Reno sambil mengelus rambut Angel dengan penuh kasih sayang.
"Mandi dulu ya, aku tunggu di luar” ucap Reno pula sambil mengecup kening Angel sekali lagi sebelum meninggalkan kamarnya.
Angel pun mengangguk. Angel melepas kepergian Reno dengan senyuman.
Saat Reno sudah keluar, Angel mengusap-usap wajahnya karena sangat malu sekali saat ini.
Harusnya dia bisa mempercayai Reno bukannya berasumsi sendiri dan menangis sampai pagi.
"Malu banget sama Reno" guman Angel pelan.
Dia kemudian bergegas menuju kamar mandi dan berendam sejenak. Angel ingin merelaxkan pikirannya karena jujur kepalanya begitu pening akibat terlalu lama menangis.
"Mungkin karena ini kali pertama aku berpacaran makanya aku jadi kekanakan seperti ini. Harusnya aku langsung tanyakan kepada Reno bukannya menyimpulkan sendiri" Angel kembali mengingat-ingat sikap bodohnya.
"Angel...Angel...bisa bisanya kamu bodoh seperti ini" Angel sampai menghentakkan kakinya saat mengatakan itu.
Tapi selain malu Angel juga sangat senang karena saat membuka mata, Reno lah yang pertama kali dia lihat.
"Ah... Pasti dia ingin tertawa tadi saat aku mengatakan bermimpi" guman Angel sambil menggosok-gosokkan sabun ke tubuhnya.
Bersambung...