MY ANGEL

MY ANGEL
Siska



Hari ini Reno akan meeting dengan salah satu rekan bisnisnya di sebuah cafe. Cafe yang dulunya dia dan teamnya yang merancang. Kini Cafe ini sudah menjadi salah satu cafe yang popular di kotanya.


Reno masuk ke Cafe tersebut dan mencari tempat yang paling strategis untuk berdiskusi. Rupanya rekan bisnisnya belum datang, Reno pun memesan minuman sambil menunggu.


Dia membuka akun sosmednya sambil menunggu. Dan yang terlihat adalah foto-foto Melody yang nampak bahagia. Bahkan di foto itu Melody berpelukan dengan rekan kerjanya sesama artis. Tapi aneh sekali Reno tidak merasa cemburu sedikitpun.


"Aku kenapa aneh ya?" ucapnya tidak habis pikir dengan dirinya sendiri. Rekan kerja Reno pun ada yang mengatakan Reno bodoh.


"Yang benar kamu sudah putus?" tanya Eril salah satu rekan kerjanya.


Reno pun mengangguk.


"Bodoh! Kenapa dilepasin? Udah cantik, baik apa kurangnya coba?" ucap Eril menggebu.


"Namanya juga tidak jodoh" jawab Reno santai.


Eril menepuk jidatnya sendiri.


"Badoh kamu Ren... Bodoh" ucap Eril yang merasa sayang dengab keputusan Reno.


Tapi Reno malah biasa saja dikatai bodoh.


"Sepertinya memang ada yang aneh padaku" ucap Reno dalam hati. Lamunan Reno terhenti saat rekan bisnisnya datang menghampiri.


“Selamat siang Pak Reno maaf terlambat” ucap rekan bisnis Reno yang bernama Andre  sambil mengulurkan tangannya, usianya kurang lebih 5 tahun di atas Reno.


‘’Selamat siang pak Andre, saya juga baru datang pak” balas Reno sambil menerima uluran tangan Andre, “Kita sambil makan siang ya pak, bapak mau pesan apa?’’ tawar Reno.


“Pak Reno pesan duluan saja, Saya masih menunggu asisten saya, nanti saja saya pesannya” jawab Andre tersenyum.


“Oh iya baik pak, tumben bapak ngajak asisten?” tanya Reno heran. Reno yang sudah beberapa kali menjalin kerjasama dengan Andre dan ini kali Andre mengajak asisten.


“Iya, istri saya minta saya kemana-mana harus sama asisten sekarang” ucapnya sambil tertawa.


"Oh itu dia, Siska disini” ucap Andre setengah berteriak. Dia pun melambai pada gadis bernama Siska itu.


Reno menoleh ke arah yang di maksud Andre. Debaran jantung Reno rasanya berkalu lipat berdegup lebih cepat dari biasanya begitu melihat gadis yang dimaksud Andre.


Angel?


Kenapa jadi Siska? Tidak mungkin mereka kembar kan? Batin Reno masih tidak percaya.


“Siska kenalin ini Pak Reno” ucap Andre memperkenalkan Reno kepada asistennya yang baru saja sampai.


Gadis itu kemudian mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Reno. Dia tersenyum sangat manis dan itu membuat Reno semakin berdebar saja.


Jantung jangan meloncat please! Guman Reno dalam hati.


Reno pun menerima uluran tangan tersebut.


“Salam kenal pak Reno, nama saya Siska”.


"Reno" sahut Reno dan dengan cepat melepas uluran tangannya. Bila tidak cepat bisa jadi gadis itu akan tau kalau Reno mengeluarkan keringat dingin.


Selama meeting berlangsung, mata Reno tidak bisa berpaling dari asisten Andre itu.


Penampilan gadis itu sangat cantik.


"Aku yakin dia Angel, tapi kenapa bisa Siska?"


Dalam hati Reno bertanya-tanya kenapa Angel seolah-olah tidak mengenalinya.


"Seperti biasa" jawab Andre.


"Oke" jawab Angel sambil membuka-buka buku menu.


"Kak?"


Apa aku salah dengar? Batin Reno.


Selain panggilan tidak biasa itu, yang biasanya kepada atasan adalah "Bapak" tapi ini malah "Kak", perhatian Reno juga terpusat pada jari manis Angel yang berisikan cincin emas putih.


Reno juga melihat jari manis Andre, disana juga terdapat cincin yang sama.


“Apakah dia sudah menikah?” tanya Reno dalam hati.


Reno kembali larut dalam pikirannya. Banyak spekulasi yang dia ciptakan sendiri.


Lamunan Reno baru terhenti ketika seorang pelayan membawakan pesanan mereka. Reno mengucapkan terima kasih dan mengajak kedua rekan bisnisnya untuk memulai makan siang mereka. Selama makan terlibat obrolan basa basi diantara mereka. Tepatnya antara Andre dan Reno karena gadis itu telihat acuh tak acuh.


Selesai makan mereka kemudian kembali membahas tentang proyek kerjasama mereka. Sesekali Reno memperhatikan Angel, tapi Angel terlihat sangat cuek, dia hanya fokus mencatat apa yang keluar dari mulut Andre.


Diam-diam Andre pun menyadari ada hal yang aneh dari Reno, semenjak kedatangan asistennya , Reno tampak gugup dan canggung tidak seperti biasa yang percaya diri dan lugas dalam penjelasannya. Andre berusaha keras mengulum senyum menahan tawa.


"Kenapa pak Andre? sepertinya pak Andre lagi senang?" tanya Reno yang heran melihat Andre yang mengulum senyum. Padahal obrolan mereka sedang serius, tapi tiba-tiba saja Andre malah terlihat seperti sedang menahan tawa yang kapan saja siap meledak.


"Ah tidak ada apa-apa, lanjut saja pembahasannya" jawab Andre berusaha menahan tawanya.


Gadis yang heran dengan sikap atasannya kemudian bertanya dengan gerakan tangan tanpa suara sedangkan Andre menjawab hanya dengan gelengan kepala


Merasa tidak akan mendapat jawaban, Dia pun kembali berkutat dengan pekerjaannya. Hampir 2 jam mereka berdiskusi. Setelah menemukan keputusan terbaik mereka pun mengakhiri meeting.


"Terima kasih pak atas jamuannya, saya tunggu hasil rancangannya"ucap Andre sambil menjabat tangan Reno.


"Sama-sama pak Reno. Segera akan saya kirimkan rancangan terbaik kami" jawab Reno seraya membalas jabatan tangan Andre.


Reno pun melakukan hal yang sama pada asisten Andre


Mati-matian Reno menahan degup jantungnya.


"Ya Tuhan...Ya Tuhan..." guman Reno dalam hati.


Tidak pernah Reno merasa seberdebar ini, bahkan saat berpacaran dengan Melody pun tidak ada debaran jantung seperti ini.


Bila bisa mungkin jantung Reno sudah meminta loncat dari tempatnya.


....


"Kamu lihat tadi Pak Reno presentasinya blepotan?" tanya Andre pada asistennya. Mereka sekarang sudag berada dalam mobil. tidak biasanya dia seperti itu" imbuhnya. Mobil Andre sudah melaju menuju kantornya.


"Masak sih kak?" tanya Angel yang menganggap presentasi Reno normal-normal saja. "Biasa aja menurutku" lanjutnya.


"Maksudnya dia biasanya gak gitu, biasanya lugas banget, tadi berbeda pokoknya" jawab Andre yang membandingkan presentasi Reno biasanya dengan yang tadi.


Gadis itu merasa tidak tertarik dengan pembasan itu hanya menggidikkan bahu nya saja.


"Sepertinya Reno naksir Siska" batin Andre sambil mengulum senyum merasa gemas sendiri dengan tingkah Reno.


Bersambung ...