
“Pa, besok bisa anterin Mama jengukin Lani, kemarin baru pulang dari rumah sakit” kata Angel pada Reno. Mereka sudah perjalanan pulang selesai makan malam.
“Kapan lahirannya Ma?”tanya Reno.
“Tiga hari lalu pa, anaknya cantik banget”.
“Yakin kamu mau jengukin kerumahnya besok?” Reno bertanya karena tidak ingin nanti bertemu dengan Melody disana.
Angel mengangguk, “Mama tahu apa yang papa pikirin, gak usah cemas” kata Angel sambil mengelus elus lengan suaminya.
Di kursi penumpang Mira tampak mendengarkan percakapan anak dan mantunya. Dia cukup tahu tentang hubungan Reno dan Melody yang tidak begitu baik pasca putus beberapa tahun silam.
Dia belai rambut cucunya yang tertidur dipangkuannya.
“Gak berat bu?” Tanya Angel sambil melihat Darren yang begitu menggemaskan ketika tertidur.
“Nggak kok, biar ibu saja yang pangku”.
Angel hanya menganggukkan kepala kemudian kembali menghadap ke jendela mobil, melihat pemandangan malam yang indah.
Esoknya Reno, Angel dan Darren bertamu kerumah Vino dan Lani. Sampai disana dia sudah disambut oleh Vino dan Bayi mungil mereka. Lani sedang di kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Ayo masuk” Ajak Vino ramah.
Sampai diruang tamu, sudah ada Melody disana. Senyum Melody berubah kecut melihat tamu yang datang.
Melody sebenarnya sudah tidak tinggal disana, dia sudah menikah 2 tahun lalu dengan rekan kerjanya sesame artis. Tetapi dia sering menyempatkan diri untuk mengunjungi Kakak Tirinya karena dia sendiri belum dikarunia anak, melody sering merasa kesepian. Bukan karena apa, tetapi sebelum menikah dia sudah terlanjur menandatangi kontrak yang melarang untuk hamil sehingga dia dan suaminya sengaja untuk menunda kehamilan sampai kontrak itu berakhir.
Apalagi sang suami karirnya sedang melejit dan sering keluar kota untuk promo film terbarunya. Kadang kalau tidak ada job Melody pun turut serta bersama suaminya, tetapi karena sekarang ada kesibukan di dalam kota juga baru saja mendapatkan ponakan baru, Melody memilih untuk tidak ikut bersama suaminya.
“Apa kabar Melody?” sapa Angel ramah.
“Baik, kamu apa kabar?” Melody memaksakan tersenyum.
“Baik juga, aku penggemar film terbaru Aiden lho, suka banget sama ceritanya” kata Angel antusias. Aiden merupakan nama suami dari Melody.
Reno yang melihat itu merasa bangga dengan istrinya yang bisa sangat dewasa, berbeda dengan dia yang gampang cemburu.
“Oh ya, makasi banyak ya Angel” Melody sedikit-sedikit bisa menghilangkan kecanggungannya karena Angel bisa memposisikan diri dengan baik.
“Yang paling aku suka itu saat dia dengan ikhlas melepaskan Naril (nama pemeran wanita di film) untuk mengejar mimpinya, ekspresinya dapat banget, hebat suamimu” puji Angel jujur, karena dia dan Mira memang penggemar film itu, “Ibu juga suka sekali dengan acting suamimu”.
“Wah, aku gak nyangka, gimana kabar Ibu sekarang? Sudah kama gak ketemu ibu?” Melody juga melihat ke arah Reno.
“Ibu baik, ayo kapan-kapan main ke rumah” ajak Angel pula.
Melody hanya tersenyum menanggapi, dia melihat ke arah Reno yang sudah tidak sedatar tadi ekspresinya, sekarang sudah lebih fresh walaupun hanya senyum tipis yang menghiasi wajahnya.
Reno memangku Darren yang sedang bermain dengan gadget di tangannya. Sesekali Reno ikut bermain dengan sang anak.
Melody perhatikan interaksi Reno dan Darren, senyum kecil terbit di bibirnya. Dia memang menyesal dulu pernah mengambil keputusan salah dengan memutuskan hubungannya dengan Reno yang sudah berjalan tiga tahun, tetapi perlahan Melody mulai menyadari kalau mungkin itu sudah jalannya. Reno sudah mendapatkan jodoh yang tepat, dia terlihat bahagia dengan keluarga kecilnya. Melody pun bertekad untuk hidup bahagia juga kedepannya.
BERSAMBUNG 😍