MY ANGEL

MY ANGEL
Mengungkapkan Perasaan



Angel memasuki kantor Reno dengan dada bergemuruh hebat. Dia sangat takut bila Reno menolak kedatangannya.


Satpam dengan ramah menghampiri Angel dan menanyakan tujuannya datang ke perusahaan ini.


"Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Wahyu satpam di perusahaan Reno bekerja.


"Siang pak, saya ingin bertemu dengan Pak Reno bagian pemasaran" jawab Angel sopan. Dia tersenyum saat membalas pertanyaan Wahyu.


"Apa keperluan apa ya bu?" tanya Wahyu pula.


"Pembayaran pembangunan Mega Pro pak" jawab Angel. Diperusahaan besar seperti ini memang tidak bisa sembarangan untuk masuk. Tamu harus menyerahkan kartu tanda pengenal dan menjawab beberapa pertanyaan.


Wahyu kemudian mengantar Angel menuju reseptionis. Disanapun Angel kembali diberikan beberapa bertanyaan Ini memang kali pertama Angel datang ke kantor Reno.


"Tunggu sebentar ya bu, saya konfirmasi dulu pada Pak Reno" ucap Mita reseptionis tersebut.


Mita pun langsung menghubungi sekretaris Reno.


"Selamat siang Bu Wanda. Apakah Pak Reno bisa bertemu dengan Bu Siska dari Mega Pro?" tanya Mita pada sekretaris Reno.


Wanda yang memang tau kerjasama antara Mega Pro dan perusahaan ini kemudian langsung meminta Mita mengantar Angel ke lantai dimana ruangan Reno berada.


"Di lantai 10 nanti dengan Bu Wanda ya bu" ucap Mita sopan. Mita pun meminta Wahyu untuk mengantar Angel menuju ruangan Reno.


Selama perjalanan menuju ruangan Reno tidak ada obrolan yang berarti antara Angel dan Wahyu.


"Sudah sampai bu, silahkan masuk" ucap Wahyu sopan.


"Terima kasih pak Wahyu" sahut Angel sopan. Setelahnya Angel kemudian menemui sekretaris Reno yang ruangannya tepat di depan ruangan Reno. Bahkan Reno terlihat jelas dari tempat Angel berdiri karena ruangannya memang berdinding kaca.


"Selamat siang Bu Siska, silahkan duduk. Saya akan menghubungi Pak Reno dulu" ucap Wanda sopan.


Angel pun duduk di depan meja Wanda selagi Wanda menghubungi Reno.


“Siang pak Reno, Ada asisten Pak Andre dari MegaPro mau bertemu.” ucap sekretaris Reno melalui sambungan intercom.


Mendengar kata asisten Andre seketika membuat Reno mendadak blank. Tatapannya bahkan menjadi kosong.


Sesuatu yang berhubungan dengan Angel memang membuat Reno hilang kendali.


“Bagaimana pak?” tanya sekretarisnya lagi karena tidak ada tanggapan dari Reno.


Hem. Reno menetralkan suaranya sebelum menjawab. Sedangkan Angel menunggu dengan harap-harap cemas.


“Persilahkan masuk” jawab Reno kemudian.


Mendengar itu Wanda langsung mempersilahkan Angel masuk.


"Silahkan bu" ucap Wanda membukakan pintu untuk Angel.


Angel pun mengucapkan terima kasih sebelum memasuki ruangan Reno. Melihat Angel memasuki ruangannnya membuat dada Reno bergemuruh kencang. Dia sama sekali tidak menyangka Angel akan datang ke kantornya. Padahal tadi dia sudah bersusah payah meminta Bayu yang menggantikannya bertemu Andre tapi sekarang malah Angel sendiri yang menghampirinya. Susah payah Reno memasang wajah datar agar tidak terlihat kalau sedang gugup.


“Silahkan duduk Bu siska’’ ucap Reno ketika Angel sudah berdiri di depan mejanya.


Angel tertegun pasalnya baru kali ini Reno memanggilnya dengan sebutan Bu Siska, sudah dipastikan Reno sedang dalam keadaan marah.


Angel menelan salivanya dengan susah payah kemudian duduk di kursi di depan Reno.


“aada yang bisa saya bantu?’’ tanya Reno lagi karena Angel hanya diam.


‘’Maaf Pak Reno, saya kesini mau membayar DP Proyek Mega” Angel pun ikut berbicara formal pada Reno. Dia kemudian menyerahkan Amplop berisikan cek kepada Reno.


“Yah kirain mau minta maaf” kata reno dalam hati. Kecewa itulah yang dia rasakan saat ini. Ternyata khayalannya terlalu tinggi. Reno sudah senang mengira Angel akan meminta maaf.


Reno menerima cek tersebut kemudian membuatkan kwitansi tanda terima dan menyerahkannya kepada Angel.


“Ada lagi bu Siska?” tanya Reno seolah urusan mereka sudah selesai.


“Ren… “ kata Angel kemudian, “maafkan aku” ucao Angel tak terduga.


Yes... Reno berteriak dalam hati.


Akhirnya kata-kata yang aku tunggu keluar juga. Batinnya senang.


“Maaf untuk apa?” tanya Reno berpura-pura datar dia bahkan menatap Angel dengan tatapan tajam. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah Reno sedang bersorak senang dalam hati.


Angel menghela nafas panjang, “Dari awal sebenarnya aku gak bermaksud mau bohongin kamu, karena kamu nanya apa aku udah nikah apa belum, jadi aku hanya spontan untuk jawab kalau sudah aku sudah nikah, maaf Ren, aku gak mau gara-gara ini hubungan kita jadi canggung, proyek ini aja baru mulai dan kita akan sering ketemu” jelas Angel penuh penyesalan.


“Bu Siska tidak usah menjelaskan itu, hubungan kita juga cuma rekan bisnis, jadi tidak perlu melibatkan urusan pribadi” sahut Reno yang tetao berbahasa formal padahal Angel sudah berbicara seperti biasa.


“Ren, aku tau kamu lagi marah, tidak bisakah kamu memaafkan aku? Bukan kah kita teman?” ucap Angel dengan tatapan memohon.


Reno diam tidak menjawab.


Air mata yang susah payah di tahan Angel akhirnya luruh juga, dia terisak, “Maaf Ren, tidak bisakah kamu memaafkan aku?” ulangnya. Entah kenapa dia bisa menangis. Dari tadi memang dia sudah menahan sesak karen Reno memperlakukannya dengan tidak seperti biasa.


Reno terenyuh, dia tidak bisa melihat orang yang dicintainya menangis, “Kenapa? Kenapa kamu harus berbohong?” tanya Reno kemudian.


Angel menunduk, dia bingung harus menjawab apa karena awalnya dia hanya spontan menjawab karena gugup, tapi alasan lainnya adalah karena dia berusaha membentengi diri , karena dia takut tidak akan bisa menyembunyikan rasa cintanya pada Reno, dengan dia mengaku sudah mempunya suami, Angel pikir Reno tidak akan menganggap perhatiannya sebagai ketertarikan. Katakanlah dia gengsi, takut Reno menyadari perasaannya.


“Kenapa Angel?” ulang Reno karena Angel masih diam sambil menunduk dan sesekali menghapus air matanya.


Angel menghela nafas kemudian memberanikan diri menatap Reno, “Kalau aku mengatakan alasannya apakah kita masih bisa berteman?’’.


Reno mengangguk sebagai jawaban.


“ Karena aku mencintaimu” ucap Angel pelan nyaris tak terdengar. Dia tidak ada pilihan lain karena tidak mau semakin banyak kebohongan yang dia ciptakan.


“APA?” saking terkejutnya Reno sampai berteriak, “kamu tidak bercanda kan?”tanya Reno terkejut. Banyak kembang api yang meledak dihatinya mendengar pengakuan cinta dari Angel.


“Aku serius Ren, tapi aku mohon setelah ini, hubungan kita tidak berubah kan? , kita masih bisa berteman kan?” ucap Angel dengan tatapan memohon.


Reno masih tidak percaya, pikirannya melayang entah kemana. Akhirnya setelah sekian lama perasaannya berbalas itulah yang dirasakan Reno saat ini.


“Sejak kapan?” bukan jawaban tapi pertanyaan yang kembali di lontarkan oleh Reno.


“Sejak pertama kita bertemu, sejak kamu nolongin aku, dan ternyata kamu sempat lupa pertemuan kita” jawab Angel sambil menunduk. Jujur Angel malu sekali saat ini. Bagaimana dia bisa mengakui perasaannya pada Reno.


Reno tersenyum lebar , perasaannya senang yang luar biasa saat ini.


“Terima kasih” ucap Reno lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri Angel.


“Terima kasih? Kenapa kamu bilang terima kasih?” tanya Angel bingung


“Terima kasih karena kamu juga ternyata mencintaiku” jawab Reno seraya tersenyum


Sekarang giliran Angel yang kaget.


"Juga?" batin Angel.


Tanpa menjawab kebingungan Angel, Reno malah menarik pelan tangan Angel dan membantunya berdiri.


“Ayo kita ke cafe yang di bawah. Ada yang harus kita bicarakan" ucap Reno seraya tersenyum.


Bersambung...