MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 8



Esoknya Rega pergi ke bank untuk mencairkan cek bonusnya. Setelah itu ia pergi ke toko perhiasan untuk membelikan kalung berlian permintaan Selly. Rega memilih kalung yang sama dengan foto yang dikirimkan Selly padanya. Lama memilih akhirnya dapat juga kalung yang sama lalu Rega membayarnya.


Ketika baru saja ia keluar dari toko perhiasan ia teringat Ruby, lalu ia kembali ke dalam toko dan membelikan sebuah gelang permata untuk Ruby.


Rega kembali ke kantornya.


Kalung untuk Selly ia simpan di dalam tas, sedangkan gelang untuk Ruby ia simpan di lemari kantornya yang terkunci. Rega bermaksud akan memberikannya ketika mereka bertemu nanti.


Selly menanti kepulangan Rega, dengan tidak sabar ia terus saja menelepon Rega yang masih di jalan menuju rumahnya dan akhirnya suaminya datang.


Dengan perasaan senang Selly menyambut Rega dengan mesra memberikan kecupan manis di pipi suaminya. Rega memberikan sebuah paperbag berisi kalung yang Selly inginkan.


“Terimakasih, ya sayang. Padahal kamu tinggal transfer saja uangnya ke aku biar aku yang membelinya sendiri,” saat sudah di dalam kamar dan Selly langsung membuka dan memakai kalungnya.


Selalu seperti itu, jika sudah dapat apa yang dia mau akan menampakkan wajah manisnya tapi tidak sebaliknya.


“Iya sama-sama, aku lapar bisa buatkan aku telur mata sapi atau telur dadar tidak?” pinta Rega.


“Biar bibik aja ya, aku lagi asyik nih melihat penampilan ku pake kalung ini. Aku mau posting di instagram,” ucap Selly tanpa melihat suaminya dan hanya berfokus pada kalung dan ponselnya.


Rega memutar matanya dan menggeleng melihat tingkah istrinya. Padahal apa yang diinginkannya sudah Rega penuhi.


Rega keluar kamar dan membuka tudung saji di meja makan tapi selalu saja tidak ada makanan. Karena tidak tega membangunkan pembantunya akhirnya Rega keluar membeli nasi goreng di depan kompleknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ruby baru saja selesai menyiapkan makan malam, lalu menidurkan Sean di kamarnya. Bunyi klakson mobil Adnan menyadarkannya karena ikut tertidur saat menidurkan Sean. Adnan baru saja pulang dari kantor, Ruby keluar dari kamar dan menyambut suaminya.


“Mau makan dulu atau mau mandi dulu, Mas?” tanya Ruby pada suaminya.


“Aku mau mandi dulu,” jawab Adnan.


Ruby bergegas menyiapkan air untuk mandi Adnan lalu membuatkan teh manis hangat untuk Adnan melepas lelahnya sebelum mandi.


Adnan duduk di sofa kamarnya dan Ruby meletakan secangkir teh manis di meja dekatnya. Habis meneguk teh hangatnya Adnan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat Adnan sedang dalam kamar mandi ponselnya berdering, Ruby melihat ada panggilan masuk dan nama yang tertera di sana nama wanita bernama Tami. Karena penasaran Ruby mengangkat teleponnya.


Ruby “Halo,”


Tami “Halo, Mas Adnan nya ada?”


Ruby “Mas Adnan nya sedang mandi, ini saya Ruby istrinya, ada keperluan apa biar nanti saya sampaikan?”


Tami tidak menjawab malah memutuskan teleponnya sepihak membuat Ruby penasaran. Ruby membuka akun BBM Adnan dan menemukan suaminya chat dengan yang bernama Tami begitu mesra. Hatinya bagai tersambar petir membaca setiap kata-kata mesra yang dilontarkan keduanya di dalam chat BBM. Tidak hanya itu Ruby membuka WhatsApp Adnan dan menemukan hal yang sama dengan wanita yang bernama Tami itu.


Air matanya tidak dapat terbendung lagi dan akhirnya menetes tak tertahankan. Ruby masih menahan amarahnya karena melihat Sean yang sedang tertidur pulas. Ruby menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


Adnan keluar dari kamar mandi, Ruby sudah mengepak bajunya dan di masukan ke dalam koper bersama dengan baju Sean.


“Kamu mau kemana?” tanya Adnan heran.


“Antarkan aku ke rumah orang tua ku sekarang,” ucap Ruby sembari menyembunyikan matanya.


“Kenapa mendadak?” masih belum sadar bahwa istrinya sedang di selimuti amarah dan kekecewaan.


“Ini apa, Mas?”


Adnan tak bisa berkata apapun saat Ruby menunjukan semua rangkaian chatnya bersama Tami.


“Maafkan aku sayang, aku khilaf. Aku tidak serius sama dia. Percaya sama aku. Kalo kamu mau aku mengakhirinya akan aku akhiri sekarang juga,” jelasnya mengakui semuanya.


“Aku sudah terlanjur kecewa, Mas,”


“Maafkan, Mas. Mas janji tidak akan mengulanginya lagi,” memohon.


“Tapi kamu sudah terlalu jauh dengannya Mas,” masih menahan emosinya padahal saat ini Ruby ingin berteriak sebisa yang ia bisa tapi Ruby melihat Sean yang sedang tertidur pulas.


“Maafkan aku,” memeluk Ruby namun Ruby berusaha menolak pelukannya.


“Aku butuh waktu untuk menenangkan diri, aku mau pulang ke rumah orang tua ku,”


Ruby menggendong Sean yang sedang tertidur sambil air matanya terus mengalir lalu langsung membawa kopernya keluar. Sampai di ruang tengah Ruby ke belakang membangunkan Marni pengasuh Sean untuk ikut dengannya. Dengan segera Marni membereskan barang-barangnya dan menyusul Ruby ke depan.


“Aku akan mengantar mu,” seru Adnan dari dalam rumah.


Ruby tidak berkata sepatah kata pun ia langsung masuk mobil di ikuti Marni yang duduk di jok belakang. Adnan masuk di kursi mengemudi dan mengantarkan Ruby ke rumah orang tuanya. Di perjalanan tidak ada yang membuka suara susananya hening hanya suara mesin mobil dan keramaian jalanan yang terdengar.


Hati Ruby begitu sakit mengetahui Adnan bermain api di belakangnya.


Sampai di rumah orang tua Ruby ternyata orang tua Ruby sedang tidak ada di rumah hanya ada assisten rumah tangga yang membukakan pintu untuknya.


Tanpa banyak bicara Ruby langsung masuk ke kamarnya bersama Sean dan menguncinya dari dalam. Di dalam Ruby menangis sejadi-jadinya, marah, kesal, dan kecewa berbaur menjadi satu dalam hatinya.


Adnan duduk di kursi ruang keluarga, ia menyesali perbuatannya, menunduk pasrah pada sikap istrinya yang sudah pasti saat ini sedang terluka karenanya.


Paginya Ruby meminta ijin untuk tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Ruby keluar kamar karena Sean sudah bosan berada di dalam kamar. Dilihatnya Adnan masih tertidur di kursi, Ruby tidak menghiraukannya dan langsung memberikan Sean pada pengasuhnya untuk dimandikan. Sementara itu Ruby ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Sean.


Adnan bangun dan mencari Ruby ke kamar tapi tidak ada, ia langsung ke dapur dan mendapati Ruby disana. Adnan memeluk Ruby dari belakang tapi Ruby menghindar.


“Maafkan, aku. Ku mohon!" lagi lagi Adnan memohon pada Ruby tapi tidak terdengar jawaban apapun dari mulut Ruby.


“Aku mohon, maafkan aku, Apapun akan aku lakukan asalkan kamu mau memaafkan aku,” ucap Adnan lagi.


“Sekarang kamu pulang, karena aku butuh ketenangan. Aku butuh waktu untuk menerima semua ini,” ucap Ruby tegas dan untuk pertama kalinya.


“Aku pulang tapi kamu harus memaafkan aku,” masih berharap.


Ruby hanya melirik dengan ujung matanya.


Adnan akhirnya menyerah dan pulang.


NEXT >>>>>>>


jangan lupa like comment vote dan bintang limanya ya kakak....


makasih....