MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 67



SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI YANG MERAYAKANNYA.... MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUANYA.


RUBY DAN REGA MEMINTA MAAF KALO ADA SALAH SALAH KATA YA...


🙏🙏🙏


HAPPY READING.....


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Sely berjalan cepat mencari Riky setelah melihat Ruby jatuh kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Mas, ayok kita pulang. Tiba-tiba aku nggak enak badan," ajak Sely pada Riky.


"Kamu kenapa?" tanya Riky heran.


"Aku nggak enak badan ayok pulang. Clara pasti sudah mencari kita di rumah." ajak Sely lagi.


"Sebentar aku pamit Rega dulu." ucap Riky.


"Ya sudah aku tunggu di mobil." Sely bergegas keluar dan masuk ke dalam mobilnya.


Riky berpamitan pada Rega sebelum akhirnya ia pun menyusul Sely keluar.


Jelita membantu Ruby bangun dari terjatuhnya. Perutnya sedikit terguncang, tapi karena tidak mengeluarkan darah, Ruby rasa kandungannya baik-baik saja saat ini.


"Kak Ruby, gapapa kan? Kenapa Kak Sely mendorong kakak?" tanya Jelita.


"Kakak gapapa. Kau tahu Sely?" Ruby balik bertanya.


"Iya tahu. Kak Sely mantan istrinya Kak Rega." Jawab Jelita.


"Ternyata Sely sengaja membuat ku berprasangka buruk sama suami ku." Batin Ruby.


"Jelita bantu kakak jalan ke meja makan."


Jelita memapahnya berjalan.


"Jelita, kakak mohon sama kamu, jangan katakan tentang kejadian tadi sama siapapun. Termasuk sama Reyhan juga." pinta Ruby memohon.


"Kenapa, Kak?"


"Kakak punya alasan sendiri. Jangan bilang-bilang ya!"


"Iya, Kak."


Ruby berjalan ke meja makan dibantu Jelita lalu mengambil air kedalam gelas dan meminumnya. Setelah merasa lebih baik barulah ia menghampiri Rega lagi ke depan.


"Sayang, darimana saja? Sebagian tamu sudah pada pulang tadi." tanya Rega ketika baru saja melihat Ruby datang.


" Aku dari belakang melihat Arina tadi terjatuh. Tapi sudah tidak apa-apa kok. Lastri sudah membawanya ke kamar." jelas Ruby.


"Arina terluka?" tanya Rega.


"Tidak, hanya terjatuh biasa." jawab Ruby berbohong.


"Syukurlah. Ada Nita dan Dina tadi mencari mu. Temui mereka!" ucap Rega.


"Iya sudah aku temui Nita dan Dina dulu ya,"


Ruby menemui kedua temannya itu dan mengobrol bersama mereka.


"Makasih ya sudah datang," menyapa Nita dan Dina.


"Wah ada bumil nih. Selamat ya! Semoga sehat selalu dan lancar sampai lahiran." Nita memberikan selamat.


"Selamat ya, Ruby. Semoga keluarga mu selalu diberikan kebahagiaan." Dina juga memberikan ucapan selamat.


"Amin. Makasih ya," jawab Ruby.


"By, kamu baik-baik saja kan?" tanya Dina melihat Ruby sangat pucat.


"Aku baik-baik saja. Bumil kan memang terlihat pucat," jawab Ruby sambil memalingkan wajahnya.


"Aku kan belum pernah hamil." jawab Dina tapi masih heran melihat Ruby tampak pucat tidak seperti biasanya.


Acara selesai, semua tamu sudah pulang ke rumahnya masing-masing.


Reyhan dan Jelita sedang berbincang di kursi belakang rumah sambil bermain bersama Arina.


"Rey, aku kok punya firasat buruk ya, tentang Kak Sely," ucap Jelita pada Reyhan yang sedang memaju-mundurkan sepeda Arina.


"Memang ada apa, Jel.?"


"Kamu ingat nggak dulu Kak Sely jiwanya pernah terguncang? Apa mungkin jiwanya terguncang lagi setelah perceraiannya dengan Kak Rega?" Jelita mengingatkan Reyhan.


"Iya, aku ingat. Memang sempat ada beberapa masalah lagi setelah itu dan Kak Sely mengancam akan bunuh diri jika Kak Rega menceraikannya." jelas Reyhan.


"Aku jadi khawatir sama Kak Ruby." ucap Jelita dalam hati.


Sementara itu di dalam kamar utama


"Yank, kamu gapapa?" tanya Rega melihat Ruby lebih sering diam dan terlihat sangat pucat.


"Gapapa, mungkin aku kecapekan habis acara tadi." jawab Ruby sambil merebahkan badannya di atas kasur.


"Mau aku ambilkan makanan atau teh hangat buat kamu?" tawar Rega.


"Teh hangat aja" ucapnya tersenyum manis pada suaminya.


Rega menuju pintu dan keluar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan Ruby teh hangat.


"Nak, kamu harus kuat ya. Karena kamu yang menguatkan mama." gumam Ruby lalu memejamkan matanya.


Rega menaiki tangga dengan secangkir teh hangat di tangan kanannya. Satu demi satu anak tangga dinaiki menuju kamarnya.


Pegangan pintu di dorongnya membuka pintu kamarnya terbuka, Ruby tersenyum melihat kedatangannya. Namun ......


Jleb... jleb... jleb....


Tusukan senjata tajam menghujani dirinya, Ruby berlari menghampirinya. Cangkir teh jatuh dan pecah kelantai. Darah terus menerus keluar dari tubuhnya.


Pelaku tusukan membuka masker yang menutupi wajahnya, terlihat jelas wajah itu adalah Adnan. Tanpa rasa berdosa meninggalkan Rega yang sudah berlumuran darah dan Ruby yang menangis histeris memangku kepala Rega yang sedang sekarat.


"YAAANNNKK. JANGAN TINGGALIN AKU, HIKS!!!" teriak Ruby histeris.


Tangan Rega menyentuh pipi Ruby lembut, dan mengusap rambutnya.


"Sayang, kamu kenapa?" ucap Rega membangunkan istrinya yang tengah bermimpi.


Ruby membuka matanya, melihat Rega dihadapannya menatapnya penuh tanya. Dilihatnya sekujur tubuh Rega utuh dan bersih tak berlumuran darah. Secepatnya tubuh itu ia dekap dan peluk dengan erat.


"Kenapa sayang? Kamu mimpi buruk?" tanya Rega cemas.


"Aku mimpi kamu meninggal di pelukan aku, Yank," ucapnya menangis.


"Tenanglah, itu hanya mimpi buruk. Aku baik-baik saja." ucapnya menenangkan Ruby yang sedang menangis dalam pelukannya.


"Mimpi itu. Kenapa aku mimpi seperti itu lagi? Pertanda apa ini?" dalam hati Ruby.


Mimpi itu datang lagi, mimpi dimana Adnan membunuh Rega dihadapan Ruby dengan menusukan pisau ke tubuh Rega. Apakah ini pertanda buruk? Tidak ada yang tahu. Setelah itu Ruby sering sekali mendapat mimpi buruk.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Di rumahnya Riky sedang bermain dengan Clara. Semenjak pernikahannya dengan Sely, Riky menjadi sangat perhatian pada Sely dan Clara. Riky tidak mau lagi kehilangan mereka untuk yang kedua kalinya.


Clara bermain ceria bersama Riky di depan rumahnya. Suara tawa riang keluar dari gadis mungil itu, membuat Riky semakin bahagia bermain bersama anaknya.


Dimana Sely?


Sely sedang berada di kamarnya. Entah apa yang ia lakukan, Riky pun tidak pernah tahu. Sely mempunyai banyak rahasia di belakang suaminya.


Emosinya yang sering meledak-ledak, tapi terkadang Sely sangat baik dan penyayang. Membuat Riky tidak pernah mengerti isi hati istrinya itu.


Riky selesai bermain bersama Clara dan memberikan Clara pada pengasuhnya untuk dimandikan. Riky membuka pintu kamar yang membuat Sely terkejut. Sely menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


"Kamu kaget? Ada apa dibelakang mu?" tanya Riky menaruh curiga.


"Gapapa." wajah yang sempat terkejut kini berubah menjadi tenang dan tak dapat di tebak.


"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya Riky.


"Apa yang harus aku sembunyikan darimu? Kamu sudah tahu semuanya, Mas." Sely duduk di kursi meja riasnya.


"Kenapa tangan kamu taruh kebelakang saat aku masuk?" masih curiga.


"Aku sempat kaget tadi. Hanya reflek saja." jawab Sely dengan senyum.


"Kamu yakin?"


Sely membuka telapak tangannya di depan Riky yang sedang menaruh curiga padanya.


"Lihat!! Nggak ada apa-apa kan." ucapnya.


"Ya sudah, aku mandi dulu ya!" Riky mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.


Sely membuang nafas kasar, diambilnya lagi barang yang ia sembunyikan tadi.


NEXT >>>>>>>


like comment vote


untuk melihat jumlah vote kalian biasa klik [vote] ~> [semua ranking]


disana akan kelihatan ya...


makasih banyak semua....


🤗🤗🤗🤗