
Rumah yang Ruby impikan kini menjadi kenyataan. Suami yang sangat mencintainya dan keluarga yang senantiasa mendukungnya membuat hidup Ruby terasa sempurna.
Di tambah lagi sekarang Ruby sedang mengandung buah cintanya bersama Rega suaminya, sungguh sangat sempurna dan bahagia.
Belaian lembut menerpa wajahnya, sepasang bola mata yang selalu menatapnya penuh cinta menenangkan jiwa.
"Sayang, belum tidur?" tanya Rega saat ia baru saja kembali ke kamar setelah mengobrol bersama Reyhan dan Paris di ruang tengah.
"Aku nungguin kamu," jawabnya.
"Tadi sudah aku bilang, tidur duluan aja nggak usah nunggu aku," Duduk bersandar di sebelah Ruby.
"Aku nggak bisa tidur."
"Ada yang kamu pikirkan? Cerita sama aku, jangan di pendam sendiri." Membaringkan badannya dengan paha Ruby dijadikan sandaran kepala.
"Bukan sesuatu yang penting, hanya saja ada yang ingin aku tanyakan. Tapi aku takut kamu tersinggung." Menyisir rambut Rega dengan jari tangannya.
"Ada apa? Tanyakan saja. Aku pasti jawab kalo aku tahu jawabannya. Kalo aku nggak tahu kita tanya embah gugel aja, haahaa."
"Serius, Yank."
"Iya, iya. Mau tanya apa?"
"Apa Sely kenal sama Jelita?"
"Kenapa kau menanyakan itu? Sely mengganggu mu?"
"Nggak, sepertinya Sely juga sudah salah paham sama Jelita,"
"Maksudnya?"
"Sely mengirimkan foto kamu lagi sama Jelita. Maaf aku sudah salah paham, karena aku cemburu lihat foto itu,"
"Buat apa Sely mengirimkan foto itu sama kamu, Yank?"
"Mana ku tahu," Menaikan pundaknya. " Mungkin dia masih suka sama kamu."
"Mana mungkin, dia kan mau menikah lusa,"
"Nggak ada yang tahu isi hati seseorang kan."
"Mana lihat fotonya!"
Ruby menyerahkan ponselnya dan menunjukan foto yang di kirim Sely.
"Aku pikir dia sudah berubah, ternyata aku salah," Batin Rega.
"Oh iya, kamu mau datang ke acara pernikahan mereka? Di sana pasti akan banyak teman-teman kantor."
"Mungkin sudah saatnya semua orang tahu pernikahan kita. Aku juga sudah lelah menutupinya terus."
"Akhirnya semua orang akan tahu kamu istri ku." Rega bangun lalu duduk berhadapan. "Yank, kamu nggak keberatan kan kalo Arina tinggal sama kita?" tanyanya serius.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Arina juga anak ku, aku sudah menyayanginya seperti anak ku sendiri. Bahkan aku meminta Arina tinggal bersama kita dari awal kita menikah kan? Aku ingin Arina merasakan kasih sayang orang tua yang utuh dari ayah dan ibunya. Walaupun aku hanya ibu sambungnya," jelas Ruby.
"Terimakasih, Sayang. Aku takut kamu keberatan, apalagi sekarang kamu sedang mengandung anak kita."
"Kamu takut aku membedakan kasih sayang ku sama Arina? Aku pastikan itu nggak akan terjadi, aku menyayanginya sama seperti mu."
"Kamu memang bidadari yang diturunkan tuhan untuk ku. Aku beruntung menjadi suami mu. Terimakasih ya sudah mau menerima Arina." mengecup Ruby berkali-kali.
"Aku juga sangat beruntung menjadi istri mu."
"Yank, malam pertama di kamar baru," Tersenyum nakal tapi langsung mengerutkan bibirnya lagi. "Tapi kita nggak boleh melakukannya dulu kata dokter. Besok kita konsultasi ke dokter kandungan yang lain siapa tahu dibolehkan."
Ruby tertawa geli.
"Ya sudah sekarang kita bobok ya. Sini peluk biar nyenyak boboknya," meregangkan kedua tangan lalu Ruby masuk ke dalamnya.
Ruby dan Rega pun terlelap dalam mimpi indah.
Paginya.
Ruby membuka matanya Rega masih tertidur pulas. Seperti biasa Ruby bangun lalu mandi kemudian turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Ruby, kamu istirahat saja. Biar Bibi yang siapkan sarapan." sahut Bibi Lies saat melihat Ruby di dapur.
"Sudah, kamu istirahat saja kembali ke kamar mu. Kamu kan baru pulang dari rumah sakit, kamu juga nggak boleh capek capek. Ingat kamu sedang mengandung. Sarapan biar Bibi dan Bi Ira yang masak. Kamu kembali ke kamar urus suami mu," ucap Bibi Lies lagi melarang Ruby.
"Iya, ini biar Bibi yang masak. Ada Jelita dan Prita juga yang bantuin." Tambah Bibi Ira.
"Baiklah, makasih ya semua," ucap Ruby lalu kembali ke kamar.
Didapatinya Rega sedang berada di kamar mandi, Ruby membuka lemari mengambil kemeja dan celana kerja Rega dan menaruhnya di atas kasur.
"Mbuuu," panggil Arina dari balik pintu.
"Iya sayang, sini Nak!" Arina langsung menghampirinya.
"Mbu, Ina au ndi," ucap Arina.
"Arina mau mandi? Sebentar ya, masih ada ayah di kamar mandi," Arina mengangguk lalu duduk di sebelahnya.
Tak lama Rega keluar dari kamar mandi melihat ada Arina sedang bersama Ruby.
"Yank, aku mandiin Arina dulu ya. Sarapan duluan aja ke bawah nanti aku nyusul," ucap Ruby sembari membawa Arina ke kamar mandi untuk memandikannya.
Selesai memandikan Arina barulah Ruby ke bawah untuk sarapan bersama. Semua keluarganya dan keluarga Rega berkumpul bersama. Ruby sangat bahagia berada di tengah-tengah mereka.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋
"Mas Rega? Ada apa, Mas, tumben kesini." Sely duduk di kursi sebelah Rega depan rumahnya.
Rega menarik nafasnya lalu membuangnya kasar.
"Apa maksudnya ini?" Rega menunjukan fotonya bersama Jelita yang di kirim Sely pada Ruby.
"Mas, a...aku..." Tertunduk matanya sudah berkaca-kaca.
"Ternyata kau belum berubah," Rega menggeleng kepalanya. "Sekali lagi kau mengganggu istri ku, aku nggak akan memaafkan mu."
"Aku hanya ingin membalas perbuatannya dulu. Aku..... Ah sudah lah, kamu nggak akan ngerti, Mas." Sely menitikkan air mata.
"Besok kau akan menikah, aku memang nggak pernah mengerti dirimu dan aku nggak mau tahu lagi," ucap Rega masih menahan emosinya.
"Setelah berpisah dengan mu aku merasa kehilangan dan aku baru sadar kalo aku mencintai mu, Mas. Aku tersiksa berpisah dengan mu." Air matanya kini mengalir deras.
"Aku tahu semuanya terlambat, tapi aku masih mengharapkan mu, Mas." Sambungnya lagi.
"Hargai orang yang mencintai mu sekarang, jangan melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya." Saran Rega. "Dan dengarkan aku baik-baik jangan pernah mengganggu istri ku lagi apalagi sampai menyentuhnya. Jika kau melakukannya, kau akan merasakan yang jauh lebih menyedihkan dari yang kau lakukan pada istri ku," ucapnya lagi.
Rega pergi meninggalkan Sely yang sedang menangis.
"Kau selalu membelanya. Aku benciiii kamuuu...." Sely menangis tersedu. "Tapi aku baru sadar aku mencintai mu." 😭😭😭
"Aku menyesal sudah menyia-nyiakan mu, Mas." 😭😭😭
Sely mencoba untuk melupakan Rega dan menerima Riky. Namun tidak semudah yang dibayangkan, Sely malah semakin tersiksa dengan rasa bersalah dan penyesalannya. Dan baru ia sadari bahwa dirinya sudah mencintai Rega ketika mereka sudah resmi berpisah.
Perjuangan Riky untuk meluluhkan orang tuanya berhasil dan langsung melamar Sely. Tapi Riky yang dulu sangat dicintainya sudah terlanjur menggoreskan luka yang menganga, dan luka itu seiring berjalannya waktu sembuh berkat Rega yang menikahinya.
Kini semuanya tinggal sesal tiada arti yang Sely rasakan.
NEXT >>>>>>>
biasakan untuk meninggalkan jejak dengan
like
comment
vote
⭐5
mohon bantuannya ya kk pmbaca semua.
terimakasih banyakkk...
🤗🤗🤗🤗